Ketulusan Cinta Sejati

Ketulusan Cinta Sejati
Bab 20 Kejadian Sepulang Sekolah


__ADS_3

Sepulang sekolah, ketika Rosa sedang berjalan. "Rosa tunggu." Teriak Bobby belari-lari kecil. Rosa menghentikan langkahnya. " Kenapa Bob." Katanya.


"Gue nunggu jawaban dari elo, siapa tau elo berubah fikiran." Kata Bobby. "Maaf Bob, gue kan udah bilang kemaren, gue gak bisa." Kata Rosa menatap Bobby.


"Kenapa Sa? Apa karna Rian? Atau elo udah punya cowok yang elo suka?" Kata Bobby. Rosa hanya menggeleng dan menundukkan kepalanya.


Bobby mengangkat dagu Rosa dan menatapnya. Mata mereka saling menatap tanpa sadar Bobby pun mendekatkan bibirnya ke bibir Rosa. Rosa mendorong dengan sekuat tenaga yang membuat Bobby terjatuh. Rosapun berlari cepat menghilang di kerumunan siswa yang lainnya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Rosa berlari dengan cepatnya sambil sesekali memastikan Bobby agar tidak mengejarnya dan akhirnya


Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  "Braaaaak"


Rosa menabrak seseorang yang ternyata Rizal yang baru keluar dari kelas. "Maaf." Kata Rosa membereskan bukunya dengan terburu-buru sambil sesekali menoleh ke belakang memastikan Bobby tak mengikutinya, dia tak menyadari kalau yang di tabraknya adalah Rizal.


"Gak papa kok." Kata Rizal membantu membereskan buku Rosa. "Loh Rosa?" Kata Rizal ketika sadar Rosa yang menabraknya.


"Udah dua kali loh nabrak Kakak gini." Candanya tersenyum jahil. "Rosa gak sengaja Kak." Kata Rosa pelan menundukkan kepalanya.


"Cari siapa? Sepertinya terburu-buru." Kata Rizal. Rosa menggeleng. "Rosa cari Rian Kak, mau pulang." Katanya berdiri setelah selesai membereskan bukunya.


Baru akan melangkah, Rosa melihat Bobby yang masih mencarinya. "Bobby." Gumam Rosa lirih tanpa sadar mencengkram erat lengan Rizal. Dia bersembunyi di belakang Rizal seraya minta perlindungan ketika melihat Bobby mendekat.


Cengkramannya pada Rizal semakin erat ketika Bobby semakin mendekat dan semakin menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Rizal, nafasnya mulai memburu karna ketakutan. Rizal mulai paham keadaannya.


"Elo ngindari Bobby?" Kata Rizal. Rosa mengangguk menundukkan kepalanya. "Rosa takut kak." Katanya pelan, suaranya mulai bergetar.


"Dia tadi mencoba melakukannya lagi." Sambungnya menatap Rizal. Matanya mulai berkaca-kaca. "Temenin Rosa cari Rian Kak yach, Rosa bener takut." Sambungnya lagi memegang kedua lengan Rizal.


"Rosa, klo liat elo gini, apalagi dengan pandangan mata memohon gitu, bener-bener buat gue gak tega." Gumamnya dalam hati menatap Rosa.


"Pulang sama Kakak yach, Kakak anter sampe rumah." Katanya menatap Rosa.

__ADS_1


Rosa mengangguk. "Makasih Kak." Kata Rosa.


"Gak usah makasih, makasih gitu, kakak gak suka." Kata Rizal mengacak rambut Rosa. Rosa menatap Rizal bingung mengerutkan dahinya sambil mengerjapkan matanya pelan.


Rizal tertawa. "Elo gemesin tau gak." Katanya. Rosa cemberut. "Kakak kan udah pernah bilang, Kakak akan slaluΒ  jadi bulan untuk elo, slalu jadi tempat kembali untuk elo." Kata Rizal menatap Rosa. Rosa menemukan kesungguhan di mata lelaki itu.


"Kita pulang sekarang yuk." Kata Rizal menggenggam tangan Rosa. Rosa menatap Rizal mengerjapkan matanya. Rizal tersenyum mengacak gemas rambut Rosa. Rosa membalas genggaman tangan Rizal.


"Rian kemana sich? Biasany Rosa suka pulang sama Rian, ini malah ngilang gak tau kemana,bener-bener jailangkung tuch anak." Cerocos Rosa tanpa titik koma. Rizal tertawa melihat kelakuan Rosa dan mengacak gemas rambutnya. "Kenapa harus Rian?" Katanya.


"Karna cuma Rian yang slalu ada untuk Rosa dan ngerti Rosa, Rian itu bagi Rosa seperti paranormal." Kata Rosa. "Kok bisa?" Kata Rizal. "Karna dia itu bisa ngerti apa yang ada di hati Rosa walau Rosa hanya menatapnya." Kata Rosa menatap Rizal. "Oh ya? Berarti Rian hebat donk." Kata Rizal. Rosa mengedikkan bahu. "Iya Rian itu peka banget, bahkan dengan yang lain, gak kaya' Rosa saking gak pekanya ada cowok yang suka Rosa aja Rosa gak nyadar." Cerocos Rosa tanpa titik koma.


Rizal terdiam menatap Rosa dengan takjub. "Rosa, elo gini bener-bener gemesin." Gumamnya masih menatap Rosa yang bercerita dan terus cerita.


"Kak, Kakak kenapa?" Kata Rosa menatap Rizal yang terpaku dan menggoyangkan lengan Rizal yang membuat Rizal tersentak kaget. "Gak papa kok." Katanya."Yuk pulang." Sambungnya dan kembali menggenggam tangan gadis itu. Rosa pun membalasnya.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Baru akan melangkah. "Apa-apaan ini? Lepas-lepas." Teriak Ilona melepaskan tangan Rizal dan Rosa. Mereka kaget. "Elo juga Sa, ganjen banget jadi cewek, setiap cowok mau elo embat." Kata Ilona mendorong Rosa.


Melihat Rosa seperti itu, Rizal langsung memluk Rosa dari belakang. "Rosa tenang, ayo tenang, tarik nafas dan hembuskan." Bisiknya. Rosa mulai melunak. Nafasnya kembali tenang. "Elo gak mau kan nanti klo Ilona masuk rumah sakit?" Kata Rozal. Rosa mengangguk.


Rizal semakin erat memeluk Rosa."Kita pulang." Kata Rizal menatap Rosa dan membingkai wajahnya. Rosa terdiam menatap Rizal. Rizal tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Kak, kenapa Rosa yang dibela sich? Kan gue yang babak belur?" Kata Ilona merangkul lengan Rizal. "Lepasin gue, Rosa juga gak akan jadi gini klo gak elo yang mulai, dia jadi seperti ini karna membela diri." Kata Rizal menepiskan tangan Ilona.


"Tapi Kak." Belum selesai Ilona bicara. "Denger gue, jangan pernah ganggu Rosa lagi karna gue sudah jadi milik Rosa." Bisik Rizal mencondongkan wajahnya ketelinga Ilona.


"Maksud Kakak?" Kata Ilona bingung. "Rosa pacar gue, sampe gue liat elo atau yang lainnya berusaha nyakitin Rosa, akan berurusan dengan gue bukan dengan Rian saja, cam kan itu." Kata Rizal menunjuk kening Ilona.


"Gak mungkin." Kata Ilona. "Yuk Sa, kita pulang." Kata Rizal menggenggam tangan Rosa.


Rosa menatap Rizal. "Kak Rizal bilang gue pacar dia? Sama seperti dia bilang ke Tere? Emang kami pacaran? Bukankah dia gak pernah nembak gue?" Gumamnya. "Ada apa?" Kata Rizal menatap Rosa yang sedang menatapnya. Rosa menggeleng. "Yuk pulang." Kata Rizal menggenggam tangan Rosa dan di balas oleh Rosa.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Rian yang penasaran dengan keramaian mendekati. "Ada apa sich?" Katanya. Salah satu siswa menceritakan bahwa Rosa dan Ilona berantem. Rian mendengar itu langsung meyeruak ke kerumunan. "Ciye, ciye, ciye, pegangan tangan." Canda Rian.


Rosa reflek langsung melepaskan genggaman tangannya karna salah tingkah. "Elo itu kemana aja sich? Elo mau tahu? Gue hampir celaka tadi, gara-gara Bobby, untung ada Kak Rizal yang bantu gue." Gerutu Rosa menatap Rian dan menoyor kepalnya.


"Gue tadi ke toilet Sa, emang kenapa?" Kata Rosa. Rosa menceritakan kejadian sepulang sekolah tadi.


Rian terbelalak. "Bobby ganggu elo lagi." Katanya. Rosa mengangguk. "Untung ada Kak Rizal tadi yang bantuan gue." Kata Rosa. "Bener-bener kelewatan tuch anak." Kata Rian mengepalkan tangannya ke atas.


"Sudahlah, yang penting gue selamat." Kata Rosa. "Pulang yuk, gue Laper." Sambungnya.


"Elo ngajak kami pulang atau ngajak Kak Rizal?" Canda Rian,tersenyum nakal. Rosa mendelik dan menoyor kepala Rian mendahului langkah mereka. Rian pun tertawa.


"Pulang dengan Kak Rizal ya, gue mau nemenin Kak Mimi." Kata Rian. Rosa mengangguk.


"Yuk Sa,Β  mau makan dulu atau langsung pulang?" Kata rizal. "Pulang aja Kak, tar Mama nyari'in." Kata Rosa. Merekapun akhirnya pulang.


Di perjalanan menuju halte. "Gue denger-denger Rosa tadi berantem yach Kak?" Kata Rian. "Iya Yan, habis babak belur karna ulah Rosa." Kata Rizal.


"Tapi kaya'nya biasa aja tuch." Kata Rian. "Untung Kakak inget kata elo, klo Rosa sedang seperti itu hanya bisa ditenangkan dengan pelukan." Kata Rizal menatap Rosa dari kejauhan.


"Dan Kakak berhasil." Kata Rian. Rizal mengangguk. "Walau sebenarnya pertamanya sulit karena ternyata tenaga dia kuat juga ketika berantem." Katanya.


"Berarti kakak udah deket dihatinya." Kata Rian. " Wah hebat elo Zal, dalam waktu dekat bisa mengambil hikmahnya." Kata Mimi merangkul bahu Rizal.


"Yang bener Mi? Tapi kenapa dia akhir-akhir ini sepertinya menghindari gue?" Kata Rizal. "Karna dia takut rasanya semakin besar pada Kakak yang membuat dia sakit hati dan setau dia Kakak kan udah punya cewek yang di cintai." Kata Rian.


"Bukannya Kakak sering bilang klo Kakak sayang dia? Itu gak cukup ya?" Kata Rizal. "Klo bilang sayang, gue juga sering bilang sayang ke dia Kak, Rosa menganggap Kakak sayang dia sama seperti sayang gue ke dia, makanya dia takut untuk melanjutkan perasaannya, takut cintanya bertepuk sebelah tangan." Kata Rian.


"Lama banget sich jalannya, ngomongin apa sich?" Kata Rosa mendekati Rian dan yang lainnya. "Mau tau aja, yuk kita pulang." Kata Rian merangkul bahu Rosa. Akhirnya mereka mempercepat langkahnya ke halte untuk menunggu taksi.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,β™₯️,vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2