
Hari berganti hari, waktupun berlalu, tanpa terasa keberangkatan Susi telah tiba. Bayu yang tau keberangkatan Susi akhirnya menginap di rumah neneknya karna ingin ikut melepas kepergian sahabatnya.
"Kapan berangkatanya?" Kata Rosa menatap Susi. "Bentar lagi, kata Papa agak siang." Kata Susi.
"Elo kapan berangkat?" Kata Rosa menatap Bayu. "Lusa kata Papa." Kata Bayu.
"Kata Papa rumah kita deketan Bay, gak satu komplek perumahan sich, tapi rumah nenek itu deket dengan perumahan yang elo tinggalin." Kata Susi. "Yang bener Si? Berarti enak donk, kita bisa satu sekolah lagi. "Kata Bayu.
"Klo gitu, jaga Susi untuk gue yach Yu." Kata Rosa. "Gak lo minta gitu juga akan gue jaga kok Sa, bukankah janji gue gitu sama Rian? Dan Rian akan jaga elo." Kata Bayu.
"Iya Sa, karna kami berdua janji suatu saat kita akan berkumpul lagi dengan kebahagiaan masing-masing." Kata Rian nongol didepan pager rumah Susi.
"Elo tuch yach, kaya jailangkung, tiba-tiba nongol." Kata Rosa mengacak acak rambut Rian. "Aduuuh, elo tuch yach, kebiasaan tau, berantakan lagi kan rambut gue?" Gerutu Rian merapikan rambutnya.
"Iya lo Sa, gak ganteng lagi kan jadinya Rian." Canda Bayu. "Bodo', yang namanya jelek ya tetep jelek gak akn jadi ganteng." Kata Rosa mencibir.
Bayu dan Susi terbahak.
"Iya Sa, Rian bener. "Kata Bayu mengangkat kedua tangannya keatas "Karna." Belum selesai dia bicara. "Kita adalah satu." Teriak Rosa, Susi dan Rian ikut merentangkan kedua tangannya diudara dan menirukan gaya menembak kedepan."Dan kita harus bahagia." Teriak mereka lagi sambil berangkulan bersama berempat. Akhirnya tertawa bersama.
"Janji sering kirim kabar." Kata Susi menunjukkan kelingkingnya. "Janji." Teriak Rian, Bayu dan Rosa akhirnya saling menautkan kelingking.
"Gue kemaren buat ini empat buah, untuk kita berempat, satu orang dapet satu, ini adalah tanda persahabatan kita." Kata Susi memberikan sahabatnya gelang satu persatu.
"Wah Si, elo bisa buat ginian gak ngajarin gue, keren lagi ada namanya." Kata Rosa.
"Gue jg punya kenangan untuk elo." Kata Bayu memberikan sebuah jaket yang ada namanya.
"Besar banget Yu, lo sengaja yach beli yang besar biar gue gak bisa pake?" Protes Susi. "Ya biar awet Si, emang elo gak besar lagi apa?" Kata Bayu. Semua tertawa.
"Gue juga ada kenangan buat elo. Kata Rosa memberikan sebuah boneka winnie the pooh kesukaannya. "Ini boneka kesayangan gue Si, elo jaga yach." Katanya menatap Susi.
Susi menganggukkan kepalanya. "Ini boneka kesayangan gue, tolong dijaga yach." Kata Susi menyerahkan sebuah boneka Garfield pada Rosa. "Elo tau khan betapa berharganya boneka ini untuk gue." Sambungnya menatap Rosa.
__ADS_1
"Gue janji Si." Kata Rosa pelan, suaranya bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Gak boleh nangis." Kata Susi menatap Rosa dan membingkai wajah Rosa dan menghapus air mata di pipi Rosa yang mulai menetes.
Rosa memeluk Susi dan badannya bergetar tanpa sadar terisak dipelukan Susi.
"Sa, sudah donk, kasian Susi tambah sedih." Kata Rian merangkul bahu Rosa.
"Iya Sa, nanti klo liburan pasti kita ketemu lagi." Kata Bayu.
"Nah ini dari gue." Kata Rian memberikan sebuah botol yang didalam botol itu ada sebuah perahu yang berisikan empat orang-orangan plastik yang sedang berdiri diatas perahu." Ini ibaratkan persahabatan kita, yang gak akan pernah lekang oleh waktu." Sambungnya.
"Bagus banget Yan, elo buat sendiri?" Kata Susi. "Iya donk." Kata Rian.
"Buatin gue Yan." Rengek Rosa. "Iya tar gue buatin." Kata Rian mengacak gemas rambut Rosa.
"Gue pergi yach." Kata Susi. "Hati-hati yach." Kata Rian, Rosa dan Bayu bersamaan.
Setelah semua beres. Mobil keluarga Susi pun menghilang dari pandangan sahabat-sahabatnya dan merekapun pulang.
Di hari lain, keluarga Bayu sedang bersiap - siap untuk kepindahannya. Rian dan Rosa ikut melepas kepergian sahabatnya itu.
"Kapan berangkat?" Kata Rosa mendekati Bayu. "Bentar lagi, kata Papa." Kata Bayu.
"Tar kirim kabar yach." Kata Rian merangkul bahu Bayu sambil membantu membereskan barang-barang Bayu.
"Beres, elo jaga Rosa yach." Kata Bayu membalas rangkulan bahu Rian
"Ini jaket untuk kalian, kenang-kenangan dari gue." Kata Bayu memberikan jaket pada Rian dan Rosa yang ada nama temannya masing-masing.
"Makasih, ini untuk elo." Kata Rian memberikan sebuah botol yang sama seperti dia berikan sama Susi.
"Riaaan, elo kok jahat banget sama gue?" Cerocos Rosa tanpa titik koma dan cemberut. "Jahat kenapa?" Kata Rian.
__ADS_1
"Tuch, Susi sama Bayu dibuatin, gue gak." Kata Rosa tambah cemberut. Rian terbahak. "Jelek tau gitu." Katanya menarik gemas bibir Rosa. Bayupun ikut terbahak.
"Sakit tau." Kata Rosa mengusap bibirnya yang ditarik Rian. "Elo itu gak kemana-mana Sa, ntar aja gue buatinnya." Kata Rian.
"Bener loh, janji." Kata Rosa memberikan kelingkingnya. "Janji, ntar gue buatin." Kata Rian menautkan kelingkingnya pada kelingking Rosa kemudian dia menyatukan jempolnya pada jempol Rosa dan bersalaman.
"Ini dari gue Bay, kenang-kenangan gue itu mahal loh, limitid edition, gak ada jualannya." Canda Rosa tersenyum nakal kemudian memberikan siluet wajah Bayu dan lukisan wajah mereka berempat.
Bayu terbelalak kagum. "Ini elo buat sendiri Sa?" Katanya menatap gambar siluet yang diberikan Rosa.
"Iyalah, emang Rian yang buatin?" Canda Rosa. "Elo lupa Bay? Rosa kan pernah menang lomba lukis tingkat kecamatan?" Kata Rian.
"Gitu yach? Gue lupa Yan." Kata Bayu menggaruk kepalanya yang gak gatal.
"Dengan adanya lukisan ini, gue harap elo gak akan lupa dengan persahabatan kita, terutama kami berdua disini." Kata Rosa.
"Gak akan, gue gak akan melupakan persahabatan kita, tapi kalian juga harus janji, saling menjaga agar semua bahagia." Kata Bayu.
"Tenang aja Bay, kami janji akan saling menjaga."Kata Rian. "Ya gak Sa?" Kata Rian tersenyum menatap Rosa.
"Sok cool lo." Kata Rosa menoyor kepala Rian. "aduuuh, lama-lama habis nich kepala, taxi di uyek-uyek, sekarang ditoyor." Gerutu Rian mengosok-gosok kepalanya.
"Bodo." Kata Rosa mencibir.
Bayu terbahak. "Gue pergi, jaga diri baik-baik." Katanya menepuk bahu Rosa dan Rian.
"Iya, elo juga, jaga diri baik-baik." Kata Rian membalas menepuk bahu Bayu.
"Hti-hati Bay." Kata Rosa menepuk bahu Bayu.
Setelah semua beres keluarga Bayu pun pergi. Perlahan mobilnya menghilang dari pandangan Rosa dan Rian.
Akhrinya Rian dan Rosa pun pulang kerumah mereka masing-masing.
__ADS_1
💎💎💎💎💎
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan,maklum baru pemula, tolong dukungannya yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, vote dan tekan bintang lima. Love all 😘😘😘