Kilauan Pedang Pendekar Ruby Merah

Kilauan Pedang Pendekar Ruby Merah
Air Terjun Kehidupan


__ADS_3

Di temani sinar matahari terlihat sepasang pemuda dan wanita cantik itu berjalan melewati ladang bunga lavender. Rosalina berada pada depan memimpin sedangkan Mahendra sejak melihat ke arah sekelilingnya menikmati pemandangan yang ada. "Ternyata tempat ini sangat indah ya." Ujar Mahendra.


"Iya, kau baru memperhatikan nya?" Balas Rosalina.


"Hmmmm, anggap saja begitu. Ngomong-ngomong apa masih jauh?"


"Ikuti saja, kau lelah?"


"Tidak, aku hanya bertanya."


Setelah itu tidak ada lagi percakapan, jika Mahendra lihat, Rosalina memiliki paras yang cantik dengan perawakan sedikit mungil ditambah dengan rambutnya terurai terkena hembusan angin dan identik dengan aroma bunga yang wangi.


"Lihat apa?" Mahendra sedikit kelagapan karenanya.


"Hanya melihat rambut mu, unik. Apa setiap warga desa di sana memiliki warna rambut yang berbeda?"


"Iya, tergantung keahlian masing-masing."


"Begitu rupanya. Ngomong-ngomong kau belum mengatakan kenapa kau bisa selamat?" Rosalina terdiam karenanya, Mahendra yang merasa kelewatan terdiam sambil mengumpat.


"Maaf, aku hanya penasaran. Kalau kau keberatan tidak...."


"Karena aku tidak berada di desa, aku sedang keluar mencari ramuan yang diminta guruku." Jawab Rosalina.


"Saat aku kembali keadaan desa sangat kacau dan aku langsung masuk dengan kemampuan ku. Ternyata semuanya terlihat tidak bernyawa lagi dan beberapa disekap bahkan yang di sekap itu terlihat sihir mereka di serap oleh pemimpin berjubah hitam."


"Maaf."


"Tidak perlu, kita sama bukan. Sudahlah, kita harus mencari pedang ruby merah nya. Pendekar?"


"Kau juga pendekar."


"Aku?" Mahendra mengangguk setuju.


"Kenapa?"


"Tidak ada, hanya saja cukup aneh bagiku mendengarnya."

__ADS_1


Di sela pembicaraan itu mereka akhirnya sampai di sebuah air terjun yaitu tinggi, terdengar suara air yang begitu besar dengan kejernihannya tiada tara dan dikelilingi oleh tumbuhan yang indah menawan mata. "Wow, suasananya langsing berubah."


"Tempat ini bernama air terjun kehidupan."


"Kenapa begitu?" Tanya Mahendra yang penasaran.


"Kau lihat sekeliling? Ada tumbuhan, hewan kecil serta yang lainnya. Air terjun ini seolah menghidupkan semua tumbuhan dan hewan di sini dengan air miliknya. Air ini begitu segar, dan akan langsung menghilangkan dahaga mu, bahkan setelah kau pergi dari sini kau akan terus mengingat dan merasakan bagaimana airnya." Rosalina menunduk dan mengambil air dengan tangannya dan meminumnya.


Mahendra pun mengikuti dan saat air itu masuk ke tenggorokannya, terasa ada es serta hawa sejuk nan menyegarkan hinggap dan menetap di sana. "Bagaimana? Benar kan?" Tanya Rosalina melihat keterdiaman Mahendra.


"Iya, sangat menyegarkan sekali!" Ujar Mahendra yang kembali meneguk air.


Byurr! Byuur!


Suara air yang seolah dimasuki oleh sesuatu membuat kegiatan Mahendra terhenti dan ia gelagapan saat melihat Rosalina yang sudah terjun bebas ke dalam genangan air jernih itu. "Hei! Apa yang kau lakukan!" Teriak Mahendra yang langsung memalingkan tubuhnya.


"Kau tidak lihat? Aku mandi. Ini sangat segar! Sejak perjalanan aku merasa gerah tau!" Balas Rosalina.


"Iya, apa kau tidak bisa mengatakan dulu. Setidaknya aku ... Maksudnya supaya aku menjauh."


"Aaaaaa !"


"Bukalah matamu, kau ini bertindak seperti aku yang melakukan tindakan tak murni padamu." Mahendra membuka matanya dan terlihat Rosalina menggunakan sebuah kain yang menutupi tubuhnya meskipun terlihat basah.


"Lihat? Tidak seperti yang kau bayangkan bukan?"


"Tapi tetap saja, aku tidak terbiasa." Cicit Mahendra terlihat kulit Rosalina bersinar ditambah dengan tetesan air yang masih mengerubungi tubuhnya.


"Aku tentu paham. Dasar! Kau tidak mau mandi? Tenang saja, ada kolam lain di sana dan ada pembatas juga. Kalau kau mau melepaskan semuanya. Aku tidak akan lihat, perjalanannya menuju kawasan penduduk cukup jauh, jadi kita mandi dulu." Mahendra masih diam tak bergeming.


"Hei! Pendekar!"


"Iya, baiklah. Tapi jangan lihat ya!"


"Iya, untuk apa aku melakukannya? Aku ini punya nilai-nilai tau, jangan asal menuduhku. Kalau aku memang seperti yang kau pikirkan. Sudah ku lucuti dirimu saat kau tidak sadar!" Rosalina tidak terlihat lagi karena Mahendra sudah berada di kolam yang dimaksud.


"Benar juga." Mahendra mulai melepaskan pakaian yaitu melekat pada tubuhnya, sesungguhnya ia juga merasa gerah karena perjalanan. Terdengar suara nyanyian dari kolam milik Rosalina yang membuat Mahendra takjub karenanya.

__ADS_1


Mahendra begitu menikmati nyanyian yang dinyanyikan Rosalina sedangkan penyanyinya sendiri tidak menyadari. Seiring dengan sentuhan di kulitnya ia juga menaikkan nada lagunya. "Suatu saat, aku ...."


"Kenapa berhenti?" Tanya Mahendra membuat Rosalina tersadar.


"Kau ini, siapa yang memintamu mendengar nya?" Ujar Rosalina membuat Mahendra terkekeh.


"Lalu aku harus bagaimana? Menutup telingaku? Bagaimana caranya atau aku yang harus membungkam bibir merahmu?" Goda Mahendra membuat Rosalina terdiam.


"Sudahlah, anggap saja hiburan untukmu."


"Kalau begitu terima kasih. Kau memiliki suara yang indah."


"Terima kasih kembali." Setelah itu keduanya berkumpulnya kembali dengan keadaan sertakan perasaan yang bahagia, menyegerakan dan menenangkan.


"Tempat ini sangat unik. Jujur saja, aku belum pernah melihatnya."


"Tempat ini tersembunyi, tidak ada yang tau."


"Lalu kau?"


"Aku ini berbeda dari yang lain. Maksudnya aku suka berkelana tanpa memberitahu siapapun juga."


"Secara sembunyi?" Tebak Mahendra.


"Iya. Kau sendiri?"


"Aku terbiasa berada di desa. Hanya pergi bila diminta atau sudah ada izin. Aku suka menghabiskan waktu bersama warga dan Ayah atau teman-teman ku."


"Ternyata kita bertolak belakang sekali ya."


"Tapi tujuan sama, tidak masalah."


"Benar." Tanpa mereka sadari ada sebuah tatapan nyalang yang begitu tajam mengintai mereka.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak. Author akan mulai update tiap hari ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2