Kilauan Pedang Pendekar Ruby Merah

Kilauan Pedang Pendekar Ruby Merah
Elang Emas


__ADS_3

Sesuatu yang menginjak tanah membuat tanah berguncang dengan hebat dan hal itu mengakibatkan Rosalina dan Mahendra terjatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangan. "Apa yang terjadi?" Tanya Mahendra.


"Itu!" Rosalina terkejut saat melihat sosok besar dengan mata tajam nan nyalang siap menerkam mereka bak pemangsa.


"Elang emas!" Teriak Rosalina dan Mahendra melihat ke sana dan terlihat kilauan dari bulu elang emas itu terkena sinar matahari.


"Astaga! Besar sekali, ia seperti ingin memakan kita." Terlihat elang emas itu berhenti di hadapan Rosalina dan Mahendra yang tengah diam tak bergeming.


"Dia ada makhluk lembah pelangi, tapi aku tidak tau kenapa ia bisa di sini? Ini bukan wilayahnya." Ujar Rosalina sambil menatap elang emas itu.


"Itu tidak penting, yang jelas kita harus menaklukannya! Kalau tidak ....." Belum selesai Mahendra berucap elang emas itu menyerang mereka, Rosalina yang kaget langsung menuju ke samping kiri dan Hero ke kanan. Terlihat suara pekikan elang itu yang seolah marah dengan mata merahnya.


Serangan yang terus ditujukan membuat Mahendra berpikir kalau mereka tidak bisa menghindar terus-menerus. "Aku punya rencana, aku akan menaiki nya. Bisa kau alihkan perhatiannya? Aku merasa ada yang aneh darinya." Rosalina antara bingung dan tidak punya pilihan lain mengangguk setuju..


Tak lama ia mengeluarkan sihir miliknya yang membuat akar-akar serta bunga yang menjalar mulai menyerang elang emas itu, melihat target sudah mulai terkena perangkap. Mahendra segera naik menggunakan sihir miliknya dan sekarang sudah berada di punggung elang emas itu.


"Benar dugaan ku, ada sesuatu yang membuat ia agresif." Mahendra segera menuju ke arah kepala elang tapi, saat akan menyentuh elang itu memberontak dan telah berhasil menghancurkan akar buatan Rosalina.


"Si*l!" Rosalina yang melihat akarnya sudah jadi bulan-bulanan elang dan mulai menipis langsing mengeluarkan serbuk bunga yang membuat pandangan elang terganggu.

__ADS_1


"Cepat pendekar!" Teriak Rosalina yang di dengar oleh Mahendra dengan kekuatan dan fokus Mahendra mulai mengeluarkan sihir miliknya yang berbentuk kumpulan awan dan splash!


Angin dari sihir Mahendra membuat sesuatu yang tengah menancap di kepala elang itu keluar, dan terdengar pekikan luar biasa dan tak lama elang itu tergulai lemas.


"Apa di mati?" Tanya Rosalina yang tampak terengah-engah.


"Tidak, aku rasa pingsan. Lihat!" Mahendra menunjukkan sesuatu berbentuk lalat yang bewarna merah telah mati.


"Ini lalat darah!" Ujar Rosalina.


"Apa itu?"


"Lalat ini hidup di hutan kegelapan, mereka berkembang biak jika tak segera dikeluarkan dari kepala elang itu. Mereka menghisap darah dan mengendalikan hewan yang menjadi inang mereka." Jelas Rosalina.


"Iya, tapi sepertinya elang ini terbang ke wilayah hutan, meskipun berada di ketinggian yang berbeda tapi lalat ini bisa mendeteksi hewan lain untuk menjadi inang mereka."


"Begitu rupanya." Rosalina bingung dengan Mahendra yang merobek kain di pinggang nya.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Rosalina.

__ADS_1


"Kau terluka, apakah tidak terasa?" Ujar Mahendra membuat Rosalina segera melihat luka yang berada di lengan kirinya.


"Aku tidak merasakan nya, mungkin ...."


"Terima kasih, berkat sihir mu kita bisa menghentikannya."


"Kau juga, berkat pemikiran mu. Bagaimana kau tahu kalau ada sesuatu di elang itu?"


"Matanya dan juga tingkahnya. Kita tidak melakukan sesuatu yang membuat hewan itu terganggu dan ia hanya memburu hewan sepertinya ikan atau ular untuk makanan mereka. Sangat jarang menyerang manusia, mereka memiliki sikap yang baik."


"Aku kagum dengan pemikiran mu."


"Itu hanya dari pengalaman ku." Balas Mahendra.


"Sepertinya elang ini juga terluka, aku akan mengobatinya." Rosalina hanya mengangguk karena tubuhnya terasa lemas.


Rosalina terbangun karena mendengar suara yang cukup keras, saat ia membuka matanya ia terkejut melihat Mahendra.


"Aaaa!!!"

__ADS_1


Bersambung .....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2