Kimetsu No Yaiba : Kage

Kimetsu No Yaiba : Kage
Hashibara Inosuke


__ADS_3

Beberapa lembar kertas mengarah kepadanya dengan cepat. Yuuji menarik kedua pedang yang dibawanya, yang satu miliknya dan satunya lagi milik gurunya.


“Pernapasan Bayangan Bentuk Ketiga : Gemuruh.”


Kedua pedangnya ia ayunkan bersamaan dengan tubuhnya memutar lalu memotong kertas-kertas yang menyerang ke arahnya. Terdapat satu kertas yang melayang ke arahnya, tangan Oni tersebut keluar dan menyakar Yuuji dari belakang.


Tentu saja, serangan tersebut mengenai punggungnya dan darah memancar keluar. Ia menarik pedangnya dan menusuk ke belakang, Oni tersebut telah masuk ke dalam kertas dengan cepat dan serangan Yuuji dapat dihindari.


Insting Yuuji menandakan bahaya mendekat ke arahnya. Ia melepas pedang gurunya lalu melompat ke depan seraya memegang katana nichirin miliknya.


Sebuah kayu yang ujungnya tajam tiba-tiba muncul ke luar di posisi Yuuji berdiri sebelumnya. Ia segera berdiri lalu melompat ke berbagai tempat untuk menghindari kayu tajam yang tiba-tiba muncul mencuat dari dalam tanah.


Di atasnya terdapat Oni yang menggenggam kayu dengan ujung lancip, berniat menusuknya dari atas dengan waktu yang pas. Yuuji baru saja menyadarinya, ia melompat mundur dengan menahan ujung tombak kayu dengan bagian pinggir pedangnya.


Akhirnya Yuuji mengerti, terdapat dua Oni yang menjadi lawannya malam ini. Yang satu memiliki kemampuan memasuki dunia kertas, sedangkan yang satunya lagi memiliki pengendalian kayu dengan teknik darahnya.


“Bukankah kalian terlalu cupu untuk melawanku? Membunuh amatiran seperti ini apakah membuat kalian senang?”


Tanya Yuuji, Oni yang memiliki teknik darah pengendalian kayu hanya memiliki satu mata dan di kedua tangannya tumbuh tanduk kecil. Oni yang satunya lagi keluar dari kertas yang berhamburan di sekitar lalu mereka berdua berdiri di hadapan Yuuji dengan jarak tujuh meter.


“Pemburu Iblis sepertimu akan kumakan. Daerah ini adalah buruan kami berdua, lagipula kau akan mati sebentar lagi.”


Ucap Oni yang memiliki kemampuan pengendalian kayu. Oni yang satunya lagi bersiap menyerang dengan mengendalikan kertas yang dibawa oleh tangan kirinya.


“Malam ini kau akan menjadi tumbal yang menarik!”


Meluncurkan kertas dengan kecepatan tinggi dibarengi puluhan kayu tajam yang tumbuh dari dalam tanah. Yuuji segera mundur lalu berlari menjauhi mereka berdua, memasuki bayangan yang tidak dijangkau oleh cahaya bulan.


Tentu saja kedua Oni tersebut mengejarnya dengan nafsu membunuh yang menggetarkan udara. Oni pengendali kayu itu berlari dengan tangan kanan membawa tombak, sebilah pedang tiba-tiba terayun dari dalam bayangan yang membuatnya terkejut hebat.

__ADS_1


Ia menahannya dengan bilah tombak yang dibawa, namun tenaganya amat besar dan memotong tombak kayu tersebut dibarengi leher yang terpenggal dengan sekejap.


“Sepertinya kau terlalu meremehkanku. Terima kasih atas makannya.”


Ucap Yuuji dengan senyuman sinis, meskipun saat ini kepala Oni tersebut tengah melayang kemudian terjatuh di atas permukaan tanah.


Setelah Yuuji keluar dari dalam bayangan, dirinya terkurung dalam lembaran kertas yang terbang mengelilinginya. Ia yakin, Oni yang menyerang pertama tadi berniat membunuhnya, meskipun dia tidak peduli dengan temannya yang baru saja terpenggal.


Mengambil kuda-kuda dengan pedang digenggam tangan kanan disimpan di pinggang sebelah kiri. Menghirup napas dalam, memenuhi paru-parunya yang sudah terlatih dan menggunakan Teknik Napas penuh.


“Pernapasan Bayangan Bentuk Kelima : Keheningan Malam.”


Yuuji telah melancarkan ayunan pedangnya dengan kuat dan cepat. Oni tersebut baru saja mengeluarkan anggota tubuh bagian atasnya dan bilah pedang tersebut sudah dekat dengan kepalanya dan dia juga terbingungkan dengan situasi ini.


Oni tersebut terpenggal dengan cepat, Yuuji menghirup napas untuk menenangkan tubuhnya setelah menggunakan Teknik Napas beberapa kali dan baru kali ini dia menggunakannya sebanyak ini.


“Keadannya hanya mengalami rasa kaget dan tertekan karena hampir dibunuh, tentu saja akan membuat pingsan. Sepertinya tugasku sudah selesai.”


* * * * *


Esoknya Yuuji pergi dari kota yang di mana sebelumnya dia melawan dua Oni yang memburu manusia di daerah ini.


Melangkahkan kaki di jalan yang di bagian samping kanan dan kiri dipenuhi pepohonan. Menggendong kantong yang di dalamnya terdapat minuman dan makanan serta pakaian ganti miliknya, tugasnya telah diselesaikan dan dia hanya perlu menunggu informasi selanjutnya sambil pergi ke tempat lain.


Gagak Kasugai yang bersamanya pergi begitu saja tanpa ia ketahui kepergiannya. Yuuji tidak terlalu mempersalahkannya, saat ini dia pergi menuju arah barat tanpa tujuan.


Suara langkah kaki yang cepat dan berada di bagian samping jalan cukup jauh terdengar, apalagi suara rerumputan yang terinjak amat terdengar olehnya. Yuuji segera pergi untuk memeriksa jika saja ada hewan liar yang dapat diburu sebagai makan malamnya.


Tetapi, apa yang ia temui adalah seorang manusia membawa dua pedang bergerigi tengah berjongkok mengamati rusa liar masih muda yang telah ditebas olehnya. Hal yang membuat Yuuji terdiam bukanlah perbuatannya, namun sosok manusia itu mengenakan topeng babik hutan dan kini mereka saling bertatapan.

__ADS_1


“Siapa kau!?”


Seru mereka berdua seraya menghunuskan kedua pedang mereka masing-masing. Mereka berdua memiliki pemikiran yang sama, orang ini dapat menggunakan pedang dan mungkin saja cukup hebat.


“Dari seragammu ... sepertinya kau Pemburu Iblis, apa yang kau inginkan dari buruanku?”


“Jika tidak salah aku pernah melihatmu berlarian ketika tes bertahan hidup di Gunung Fujika. Bukankah kau Pemburu Iblis sepertimu? Kenapa kau tidak memakai seragammu malah memamerkan otot tubuh bagian atas!?”


“Jawab pertanyaan dengan jawaban! Kau mau aku tebas!?”


“Coba saja!”


Mereka berdua maju dengan dua tangan menggenggam pedang berjenis sama. Yuuji memutar terlebih dahulu dan menyerang dengan dua pedang diayunkan pada arah yang sama.


*Trang


Serangan Yuuji dapat ditahan dengan pedang yang dikedepankan. Kini mereka adu tenaga dengan mendorong kedua pedang mereka masing-masing, Yuuji cukup jijik ke topeng babik yang dikenakan oleh sosok manusia tersebut.


“Seranganmu lumayan juga, Hashibara Inosuke adalah namaku! Ingatlah nama yang akan mengalahkanmu!”


Teriaknya lalu mundur dengan cepat seraya kedua pedangnya disilangkan lalu diayunkannya membentuk silangan dan maju ke depan menyerang Yuuji. Ia menahan serangan tersebut dengan kedua pedang yang dikedepankan serta kedua kakinya ia tancapkan ke tanah dengan kuat karena terdorong mundur.


Jujur saja, pedang bergerigi yang digunakan oleh lawan Yuuji membuatnya sulit untuk menarik maupun melepaskan pedangnya dari celah pedang. Ia melepaskan kedua pedangnya lalu melancarkan pukulan lurus ke arah wajah Hashibara Inosuke, topeng babik yang dikenakannya terlepas untuk menghindari laju pukulan Yuuji.


Saat ini juga Yuuji terkejut akan wajah dibalik topeng babik yang membuatnya cukup ngeri. Wajah imut seperti perempuan namun memiliki tubuh kekar adalah peristiwa langka.


“Apa-apaan wajah imut tubuh kekar itu!?”


To Be Continue ....

__ADS_1


__ADS_2