
Ketika Yuuji berniat kembali memasuki rumah yang di mana Inosuke berada di dalamnya tengah berjuang melawan Oni. Di belakangnya cukup jauh terdapat dua orang yang menatapnya, mereka berdua merupakan Pemburu Iblis yang berhasil lolos seleksi bersama Yuuji.
Mereka berdua menghampiri Yuuji dengan cepat dan menanyakan keadaan saat ini.
“Di dalam ada beberapa Oni, jidat lebar dan ... ”
“Agatsuma Zenitsu! Meskipun dia jidat lebar tapi namanya Kamado Tanjirou.”
“Aku Ibusaki Yuuji, apakah kalian ke sini karena menyadari ada Oni?”
“Ada dua anak kecil di sana, sepertinya Kakak mereka ada di dalam bangunan ini.”
Ucap Zenitsu seraya menunjuk ke belakang di mana yang memang ada dua anak kecil bersembunyi. Tanjirou tengah memikirkan sesuatu dengan wajah yang serius, Yuuji menyadari ada yang salah dengannya.
“Kamado, kau baik-baik saja?”
Tanya Yuuji, Tanjirou masih memikirkan sesuatu sehingga Yuuji mencari perhatiannya dengan cara menepak perutnya. Tentu saja, Tanjirou tiba-tiba kesakitan dan Yuuji sudah tahu sepertinya Tanjirou telah bertempur melawan Oni yang lebih kuat darinya.
“Kau terluka melawan Oni ya, lukamu sepertinya disebabkan oleh Oni Pengguna Teknik Darah.”
Ucap Yuuji, Tanjirou yang mendengar penjelasan singkatnya benar-benar terkejut karena Yuuji mengetahui hal yang baru diketahuinya beberapa waktu lalu.
Dua anak yang kehilangan Kakak mereka di rumah ini datang menghampiri mereka bertiga. Tanjirou yang terluka sepertinya memaksakan diri untuk tidak mengkhawatirkan kondisi tubuhnya sendiri, hingga Yuuji menanyakan alasannya.
“Aku adalah anak pertama, rasa sakit ini dapat kutahan. Jika aku anak kedua, mungkin saja aku sudah tidak kuat sebelum sampai ke tempat ini.”
“Begitu ya ... ”
Yuuji melirik ke arah Agatsuma Zenitsu yang sepertinya sepanjang perjalanan mereka berdua mengeluh terus menerus. Namun, Zenitsu menunjukkan wajah kebingungan karena Yuuji menghela napas ke arahnya.
“Ingat, di dalam rumah ini ada seorang Pemburu Iblis seperti kita bertiga yang mengenakan topeng. Apa kalian berdua menyadari sesuatu?”
“Aku mencium bau Oni.”
__ADS_1
“Terdapat suara di dalam bangunan ini, seperti sesuatu yang dipukul.”
Penjelasan pertama dari Tanjirou yang dapat mencium bau Oni, sedangkan yang kedua adalah Zenitsu yang pendengarannya amat peka.
Tanjirou dan Yuuji memutuskan untuk masuk dan Tanjirou menyerahkan kotak kayu yang digendongnya kepada kedua anak tersebut. Yuuji tahu, ada sesuatu di dalam kotak tersebut namun dia tidak ingin mengangkat topik pembicaraan yang menjurus. Zenitsu yang tidak ingin memasuki sarang Oni merengek kepada mereka berdua dan menempel di belakang Tanjirou.
Tanjirou bersama Zenitsu pergi mendahului Yuuji yang tengah menasehati dua anak yang bersamanya agar tetap di luar dan menjaga kotak kayu milik Tanjirou. Sedangkan Yuuji berniat maju sendirian seraya mencari Inosuke, itu akan berbahaya jika mereka menemukan Inosuke terlebih dahulu sebelum dirinya yang ada Inosuke akan menebas mereka.
Tanjirou pergi untuk menyelamatkan Kakak dari dua anak sebelumnya sehingga terlebih dahulu mendahului Zenitsu. Yuuji pergi setelah mereka berdua, Zenitsu yang merengek berisik dan berteriak karena tidak ingin masuk namun juga takut untuk ditinggal sendiri.
“Ibusaki ... Tanjirou, kalian pasti akan melindungiku, kan? Pasti akan melindungiku, kan?”
Tanya Zenitsu yang menangis karena ketakutan meskipun dia pergi bersama mereka berdua memasuki rumah yang merupakan sarang Oni. Sebelumnya terdapat seseorang yang terlempar keluar dan orang itu sudah meninggal akan penjelasan dari Tanjirou.
“Zenitsu ... maaf sebelumnya aku belum mengatakan hal ini, tapi tulang rusuk dan kakiku patah karena pertarungan sebelumnya. Dan keduanya masih belum pulih, karena itu ... ”
Tiba-tiba saja Zenitsu berteriak histeris yang membuat Yuuji di sampingmu terkejut secara tiba-tiba.
“Apa maksudmu tulangmu patah!? Bagaimana tulangmu bisa patah!? Jika tulangmu patah kau tidak bisa melindungiku!? Ki-kita akan mati!? Apa yang kita lakukan!? Apa yang harus kita lakukan!? Kita akan mati! Mati, mati, mati, mati!”
“Zenitsu tenanglah, kau pasti akan baik-baik saja.”
“Berhentilah menghiburku.”
Tanjirou menyadari ada sesuatu yang datang, dua anak sebelumnya yang dimintai oleh Tanjirou menjaga kotak kayu miliknya datang ke posisi mereka saat ini.
“Jangan Kemari!”
“Ka-kakak! Kami mendengar suara berisik dari dalam kotak itu!”
“Tapi tetap saja kalian berdua tidak boleh meninggalkannya. Benda itu bahkan lebih berharga dari nyawaku!”
Setelah mereka berdua bersama dengan Tanjirou dan lainnya, tiba-tiba rumah ini bergetar membuat Zenitsu ketakutan dan ia mendorong Tanjirou bersama sang anak perempuan dengan pantatnya.
__ADS_1
Yuuji menyadarinya dan ia belum menjelaskannya kepada Tanjirou dan Zenitsu. Ketika ia ingin memasuki ruangan yang dimasuki oleh Tanjirou, mereka berdua telah berpindah ke tempat lain dengan sekejap dan ia segera berbalik badan.
Namun telat, dia telah berpindah ke ruangan lain yang membuat mereka bertiga berpisah dalam sekejap. Meninggalkan Zenitsu yang merengek ketakutan bersama anak laki-laki tadi pasti membuat mereka berdua khawatir.
“Gawat, aku lupa untuk menjelaskan kekuatan Oni itu yang dapat mengendalikan ruangan di rumah ini.”
Yuuji menghunuskan katana nichirin miliknya lalu pergi ke ruangan lain dengan cepat seraya mencari ketiga Pemburu Iblis yang terpisah. Dari kejauhan terdengar suara suatu benda yang dipukul, dan setiap suara itu muncul sebuah ruangan akan berputar sesuai rotasi ruangan.
“Sialan! Serangan Babik!”
*Brakk
Terdapat Inosuke yang terlempar kemudian menghancurkan pintu geser ruangan yang ada di depannya. Inosuke kembali berdiri dengan kedua tangannya yang menggenggam dengan erat dua pedang bergerigi.
“Oni sialan! Akan kucincang kau!”
Dia kembali berlari memasuki ruangan di mana ia terlempar sebelumnya dan menghiraukan Yuuji yang bersamanya.
“Kenapa mereka sangat gila dan terobsesi sekali terutama Inosuke. Aku mengharapkannya untuk mengalahkan Oni itu, terutama Tanjiro yang memiliki sorot mata penuh tekad. Sepertinya tugasku saat ini hanya diam dan membiarkan mereka melakukan hal semau mereka.”
Yuuji bersandar ke bagian dinding lorong, beberapa kali terdengar suara beberapa orang yang terbentur dan suara alat musik yang dipukul. Pilihan Yuuji untuk menyerahkan Oni tersebut kepada Inosuke dan yang lainnya sepertinya kurang meyakinkan.
“Apakah mereka tidak bisa memusnahkannya?”
*Duarr
Terdengar suara ledakan yang sepertinya berasal dari petir, itu tidak jauh terdengar dari ruangan yang ada di ujung lorong. Yuuji segera pergi untuk mengecek jika saja mereka dikalahkan, namun yang ada hanyalah ruangan kosong.
Yuuji sepertinya salah mengira, suara yang ia dengar sepertinya telah berpindah ke tempat lain. Untuk mencari Oni yang memanipulasi rumah ini cukup mudah, pergi menuju suara alat musik yang dipukul karena beberapa kali telah terdengar dengan suara yang berbeda.
Yuuji pergi menuju ruangan lainnya meskipun berputar ketika ia tiba, ia terjatuh dengan posisi ke bawah hingga ia memasuki beberapa ruangan yang di dalamnya terdapat Tanjiro melawan Oni yang menggunakan alat musik pukul serta Inosuke yang berdiri menginjak anak perempuan yang sebelumnya.
“Apa yang dilakukan si bodoh itu!?”
__ADS_1
To Be Continue ...