
BERTEMU KEKASIH
Tak terasa sudah cukup lama saat dodi masuk kuliah belum bertemu dengan Tan nio tien, kekasihnya sejak duduk di bangku sekolah menengah atas yang meneruskan jenjang pendidikan di negri tirai bambu China, sudah hampir dua tahun Dodi dan Tien menjalani hubungan jarak jauh dan saling berbagi kabar melalui jejaring sosial media dan kalau ada waktu luang sering juga saling menelpon. Teringat kembali kenangan saat menanam bibit pohon jengkol bersama Tien di halaman belakang rumah yang kini pohon itu sudah lumayan tinggi. "kamu harus jaga pohon ini agar tetap kokoh menancap ditanah." ucap Tien dalam ingatan Dodi sembari menatapi pohon itu, dan tak lama kemudian ponsel disaku celananya bergetar, rupanya Tien menghubungi. "hai dodot.. kamu sedang apa sekarang? (dalam bahasa mandarin) "ucap tien yang memanggil dodi dengan kata kesayangannya, dodi adalah dodot bagi Tien. " aku.. sedang menatap pohon jengkol yang sudah tumbuh tinggi." jawab dodi yang tersenyum. "hehe.. jangan di pandang terus.., tapi sirami dengan air setiap pagi..biar terus tumbuh." tien yang tak sabar ingin jumpa begitu juga dengan Dodi. "aku.. kangen." ucap Dodi penuh harap. "ya.. aku juga, bagaimana kompetisi game nya..? apakah kalah..?" tanya Tien. "aku masuk semifinal dan minggu depan akan bertanding." jawab dodi. "kebetulan minggu depan aku terbang pulang ke Indonesia kangen kakek dan nenek ku, juga kamu.. hehe, tapi..sepertinya aku ga janji bisa nonton di semi final ini..? gimana..?ucap Tien. "ya..tidak apa..bertemu dengan kamu sudah mengakhiri rasa haus ku hehe.." jawab dodi canda. "hmm...?ya.. pasti, tunggu aku dibandara ya.., sekalian kita ke rumah bareng bertemu pengganti orang tua ku." ucap Tien. "ya.. tentu.. aku tunggu dibandara." jawab Dodi dengan hati senang riang dan gembira.
__ADS_1
Hubungan jarak jauh memang cukup berat jika tidak saling percaya, namun bagi Dodi hal itu tidak masalah selama saling berkomunikasi, di jaman serba digital ini apa yang harus di khawatirkan, untuk urusan cinta yang terhalang lautan dan gunung tak perlu risau, itulah gunanya teknologi, banyak juga sisi positif dari kecanggihannya meski memang dampak negatifnya ada, tapi lebih banyak kegunaannya dalam urusan kegiatan sehari hari.
Siang itu di bengkel bang johan tampak sepi, pancaran sinar ultra violet sangat panas menyentuh kulit dan membuat dahaga. Rangga dan kinoy seperti biasa nya tengah ngobrol. "panas banget ni hari.. sampai haus gw pengen minum terus." ucap rangga. "biasa nya bakal turun hujan kalau panas gini." jawab kinoy. "kayak peramal aja lu noy." kata rangga. "ngomong ngomong, si Dodi jarang main kesini ya bro..?" tanya kinoy. " ya.. dia sekarang sering telponan, ga tau siapa..?, tapi ya..,akhir akhir ini, dia klo diajak ngobrol suka ga nyambung noy. ungkap rangga. " hahaha... lo bisa aja bro.. ya mungkin pacarnya lagi kangen pengen nelpon?, jangan berburuk sangka dulu bro." kata kinoy. "iya juga sih." jawab rangga. "coba lo telpon dodi, siapa tau dia mau kesini, gw.. ga ada kuota hehe.." tanya rangga pada kinoy yang langsung menghubungi dodi lewat ponsel. "ya.. noy..?" jawab dodi. "lo jadi kesini kan..?" dan saat itu pula Ana juga selli datang sembari membawa makanan seblak ceker super pedas. "oke.. gw jadi kesana, ni lagi mau jalan." ucap dodi. "oke bradd.. disini sudah kumpul semua NUB SQUAD." kinoy memberi tahu. "siap.." jawab dodi dan menutup ponselnya.
__ADS_1
Ada pelajaran berharga yang ana lakukan, kenapa ana selalu memberikan makanan pedas yang tidak disukai rangga, Ana sengaja hanya untuk mengukur sejauh mana tingkat emosional seseorang apalagi orang itu berstatus kekasih, bisa dibayangkan jika masalah kecil saja dianggap sangat besar dalam suatu hubungan..? apalagi kelak menikah nanti..? itulah sebabnya ana mencoba untuk mengintip karakter nya, namun Rangga sepertinya orang baik, ia menghargai makanan itu. Selagi asik ngobrol, Dodi pun tiba dan mengistirahatkan motor nya. "oke semua sudah kumpul, kita akan membahas soal babak semi final nanti." ucap rangga. "sorri bro.. jalanan agak macet tadi, ada truk terguling menghalangi jalan." kata dodi. "dijalan mana..?" tanya kinoy. " di jalan Soekarno hatta, lo kenapa bro keringetan begitu..?" tanya Dodi heran. "gw makan seblak pemberian Ana pedas banget." jawab rangga. "biasa Ana lagi ngospek katanya hehehe.." ucap selli senang. " ngomong ngomong ngobrol nya jangan disinal lah..? ga enak sama bang johan?" usul Ana. "iya.. dirumah gw aja biar ga menggangu kerjaan bang johan." jawab selli. "ya udah gw mau minta izin dulu ke abang gw." jawab rangga. " bang..? aku mau kerumah selli dulu sebentar, ada urusan?" tanya rangga pada abang nya. " ya silahkan, jangan lupa beresin dulu tuh konci konci jangan berserakan, harus rapi, simpan kembali ketempatnya." ucap bang johan memberitahu.
Kebersamaan yang terjalin sangat apik dan baik akan membuat pertemanan ini menjadi harmonis tentunya. Rangga, Kinoy, Ana, Selli dan Dodi tengah berdiskusi sambil bercanda ria, sampai makanan cemilan nya berantakan. " sebelum pulang kita beresin dulu nih bungkus makanan biar ga kotor, malu lah bertamu dirumah orang malah mengotori tempatnya hehe.." ucap rangga yang bercanda tentunya. Sementara waktu semakin sore dan sepertinya akan turun hujan, mega di at as langit yang mulai menghitam tampak menyeramkan di tambah hembusan angin terasa kencang menerpa tubuh. "mau hujan besar sepertinya." ucap kinoy yang menatap langit. "ya udah jangan dulu pulang disini dulu aja." jawab selli. " ga apa gw pulang sekarang, gw bawa jas hujan ko." jawab Dodi. "ya.. biar Ana gw antar, gw ada dua jas hujan." kata rangga." kalau gw sih tinggal ambil langkah seribu aja hehe.." jawab kinoy yang rumahnya lumayan dekat." jangan nanti kehujanan malah mask angin sakit." ucap selli pada kinoy perhatian.
__ADS_1
Hubungan pertemanan yang saling mengingat kan akan menambah erat kehidupan ini dan pastinya akan lebih manusiawi.