KISAH CINTA ANAK GAMERS

KISAH CINTA ANAK GAMERS
KISAH CINTA ANAK GAMERS


__ADS_3

APA YANG HARUS DI PERBUAT


"Ana...!! " sang ibu marah besar. "ibu ga mau kamu menyesal di kemudian hari.., semua itu demi kebaikan kamu Ana.." ucap sang ibu pada anaknya. " tidak bu.., semua itu bukan demi kebaikan Ana, tapi demi kebahagiaan ibu dan ayah saja..! bukan buat Ana...!" jawab Ana sembari menangis. "kenapa kamu jadi seperti ini Ana..!?, kamu juga harus punya masa depan, kalau kamu menikah sama orang yang ga jelas pekerjaan nya.., kamu mau makan apa..?" ungkap ibunya. " tidak ada yang tahu mengenai masa setelah menikah nanti bu, semua itu boleh dibilang ghaib, dan Ana tidak pernah mau mengikuti kehendak seseorang meskipun orangtua sendiri, karena aku punya pilihan sendiri." jawab Ana lantang. "cukup Ana..!" kata sang ayah yang baru datang dan mendengar ungkapan Ana. "apa pun yang menjadi keputusan ayah, semua demi kebaikan keluarga, dan kamu tidak akan pernah menyesal pada pilihan ayah." ucap ayahnya lagi. "ayah memang egois, tapi ingat..! jangan pernah salahkan anak mu ini jika di kemudian hari menderita..! semua ini salah ayah..!" bela Ana yang tak tahan lagi menahan tangisannya. "sampai kapan pun akan aku lawan meski Ana dianggap durhaka.ucap Ana lagi melampiaskan kekesalannya. " Ana...!!" teriak sang ayah yang marah.

__ADS_1


Ana langsung masuk ke kamar sembari bercucuran air mata.


Waktu sudah menjelang sore, Rangga sedang tiduran di ruang kamar minim cahaya dan merasa ada yang janggal dalam benaknya. "apa yang ingin dibicarakan Ana..?" ber tanya tanya. Dan melihat pesan di ponselnya, ternyata Ana ingin bertemu malam ini ditempat biasa.

__ADS_1


Melihat cuaca awan di atas sana tampak kelabu, bagaimana kalau malam nanti turun hujan ucap rangga dalam hatinya. Dan tak lama kemudian Kinoy datang. "bro.. lagi ngapain." ucap Kinoy. "biasa lah rebahan, bawa apa lo kesini." kata rangga. "nih kopi, gw males nyeduh nya." jawab Kinoy sambil menyodorkan dua bungkus kopi kemasan. "huffhh... lo ah.. bikin kerjaan aja ma gw, lagi enak rebahan juga." ucap rangga sedikit malas untuk menyeduh kopi. "terpakasa lah.. hehe." canda Kinoy. Rangga yang malas akhirnya membuatkan kopi untuk diminum berdua. "bro.. gimana kabar lo sama Ana..?" ucap kinoy. "a haha kepo lo ah." jawab rangga. " yah lo.. ga mau cerita amat sih..?" kata kinoy lagi. " hehe malam ini Ana mendadak ngajak ketemu, padahal kemarin baru saja ketemu." ucap Rangga sedikit heran. "terus..?" jawab kinoy sambil meminum kopi hangat nya. "ya.. ga terus terus sih, tapi mendadak banget..?" ucap Rangga. "ga boleh ikut ga bareng Selli, lagian Selli ngajak ke mall mulu." ucap kinoy. "biasa dia mah olahraga kaki, lo kayak ga tau sifat Selli aja, kalau diturutin terus apa mau nya selli, bisa bisa dia nginep di mall." jawab Rangga yang tahu akan kebiasaan Selli. "hehe... apa sekalian saja gw ajak muter muter sampai pagi di dalam mall." ucap kinoy. "ide bagus tuh, biar puas mungkin untuk satu minggu kedepan lo berdua ga akan ke mall hehehe.." canda Rangga. "hehehe.. bisa aja lo bro.. hehehe." tawa kinoy.


Perlahan hujan mereda diantara semerawut nya jalanan kota, Ana menunggu ditempat langganan makan seblaknya dan Rangga yang terus melaju sepeda Matic nya untuk segera sampai. Entah apa yang harus diperbuat jika orang tua ikut campur dalam masalah pilihan hati, bukan masalah perjodohan nya tapi jika tidak saling suka antara hasrat memang sangat menyiksa diri, dari sinilah orang tua Ana tidak memahami akan perasaan yang bebas. Rangga sudah datang. " apakah gw harus to the point aja..?" ucap ana dalam hati. "ada apa buru buru ingin ketemu..?, padahal sedang hujan..?" kata Rangga, dan Ana masih diam menimbang nimbang apa yang harus di ucapkan. "Rangga.., A.. aku..mau dijodohkan oleh kedua orangtua ku." ucap Ana yang harus memberitahunya. Dan mendengar hal itu, Rangga langsung terdiam seribu bahasa bak tersambar petir di siang bolong. "apa..!?" ucap Rangga. "aku ga mau dijodohkan Rangga, tolong aku.. kamu harus tolong aku." ucap Ana memelas sembari menangis. "A.. Ana, kamu sedang tidak berbohong kan. .?" tanya Rangga. " tidak Rangga.. Ana tidak sedang berbohong, ini serius.." ucap Ana. Rangga mendadak bingung, apa yang harus di utarakan. " begini saja, kamu tenang dulu sekarang, jangan nangis.. ambil nafas yang dalam dan berfikir jernih." kata Rangga yang mencoba membuat Ana tenang. "tapi...?" ucap Ana. " sudah ikuti saja apa kata ku." jawab Rangga yang sekalian memesan makanan. " bisa buatkan kamu dua porsi seblak ayam super pedas dua." ucap Rangga pada pelayan di tempat makan itu. "untuk saat ini kamu.., bersikap lah wajar pada orang tua mu." kata Rangga.

__ADS_1


Sebenarnya tidak ada yang bisa diperbuat Rangga mengenai hal ini. " aku akan selalu menjaga mu, tapi bagaimana..?" bisik Rangga dalam hatinya. "aku ga mau pulang malam ini." ucap Ana tiba tiba. " kalau kamu ga pulang, masalah nya akan lebih berat buat aku." jawab Rangga. "tapi.." ucap Ana. "sudah, ikuti saja apa yang tadi aku bilang, aku janji kau hanya milikku, tenang saja." ucap Rangga, mendengar ucapan Rangga barusan sedikit meringankan penat Ana. "sekarang kita makan makanan pedas ini, biar fress kepala kita." kata Rangga yang mengalihkan permasalahan. "tapi kamu kan kurang suka pedas..?" kata Ana. "sekarang suka, karena situasinya sedang dalam keadaan tak enak hati." jawab Rangga. " hahaha.. kamu ada ada saja." ucap Ana yang sedikit terhibur dan sesaat melupakan masalah nya. Saat ini hubungan Ana dan Rangga sedang di uji.


" besok aku bertanding lawan ALTER EGO." ucap Rangga. "iya aku doa kan semoga RRQ menang. jawab Ana. " aku harap kamu tetap tenang ya dalam menyikapi orang tua mu, karena aku ga mau ada trouble saat bermain nanti, bisa ga konsentrasi." ucap Rangga. "iya, aku akan lakukan apa yang kamu katakan." jawab Ana. "iya, karena hanya dengan cara ini lah kita bisa keluar dari masalah ini." ucap Rangga lagi, meyakin kan Ana bahwa semua nya akan baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2