KISAH CINTA ANAK GAMERS

KISAH CINTA ANAK GAMERS
KISAH CINTA ANAK GAMERS


__ADS_3

-PANDANGAN MASA DEPAN


Pagi itu cuaca sangat dingin sehabis diguyur hujan semalam, langit awan pun masih terlihat kelabu tanpa ada sinar matahari sedikit pun, sudah dari kemarin Rangga tidak Mengaktifkan ponselnya kemudian me ngecass nya, ternyata benar banyak pesan masuk dari selli dan Ana namun di abaikan, Rangga hanya diam merenungi pertengkaran kemarin dengan dodi, "Kenapa gw ini..?" gerutunya dalam hati yang memang sedang kalut. Suasana kamar yang berantakan dan sikut yang masih terasa sakit sepertinya enggan membereskannya kemudian kinoy dan selli datang. "lo ga apa apa kan rangga?" tanya selli yang berdiri depan pintu kamar, sementara kinoy hanya duduk saja di kursi sofa. " iya gw baik baik saja." jawab rangga. "gw disuruh ana untuk menyampaikan pesan ini." ucap selli sambil menyodorkan se sobek kertas, seperti nya suatu alamat. "ana ingin bertemu dengan lo aja, pokoknya sekarang lo harus temui dia." tegas selli lagi. "iya.. nanti gw temui." jawab rangga.


"ya sudah gw balik dulu." kata selli. "jangan kelamaan merenung nya bro.. " sambung kinoy.


Sementara dodi pun merasakan hal yang sama, "kenapa gw sampai ngomong seperti itu pada rangga..?" ungkap nya dalam hati yang menyesal. "gw hampir menghancurkan impiannya, gw harus minta maaf langsung sebelum rangga kecewa sama gw." Dodi langsung bergegas untuk menemui rangga.


Perlahan namun pasti sang mentari pun mulai menunjukan sinar nya, mesin motor telah dinyalakan serta helm sudah disiapkan, "sepertinya akan cerah." ucap rangga. pagi hari yang menjelang siang Rangga segera beranjak untuk menemui ana di tempat yang sudah di tentukan.

__ADS_1


Suasana jalanan di perkotaan memang sangat ramai dimana hampir seluruh aktifitas bergerak. Realita di kota besar tidak pernah terhenti oleh keadaan, mereka terus melakukan revolusi secara cepat dan berusaha untuk selangkah lebih di depan dari perubahan zaman itu sendiri.


Dan Rangga terus memacu sepeda motor nya menuju alun alun kota, sementara Ana tengah menunggunya di taman, ia menyadari bahwa perasaan ini mulai menyukai rangga sekalian hendak minta maaf atas apa yang terjadi kemarin.


Sesaat rasa kecewa itu hilang ketika bertemu Ana lagi, perasaan ini memang tidak dapat di pungkiri, namun rangga tetap memendamnya. "hai.. Ana..? ada apa sampai ingin ketemu gw di taman ini?" ucap rangga yang baru saja tiba, "iya.. gw mau minta maaf atas ucapan yang kemarin..?" jawab ana. "ya ga apa.. justru gw yang mau minta maaf sama kamu juga dodi, gw masih sangat payah menjaga emosi.."ungkap rangga yang menundukan kepalanya, ana mengerti dengan suasana hatinya dan langsung memegang tangan kanan rangga untuk mengajak duduk. "rangga..?, entah kenapa..? gw merasa..? seperti..? hehe.. " ucap ana hendak mengatakan sesuatu namun agak malu. "iya.. kenapa?" tanya rangga. Perasaan ini mulai tak karuan antara gembira dan gugup namun rangga memang tenang orang nya dan kalem, "jujur.. gw merasa nyaman saat didekat lo." rangga sedikit terkejut tapi berharap pernyataan itu keluar dari mulut ana.


Tatapan kedua insan yang bertemu penuh rasa rindu terpendam kini terbayar lunas, "dan gw.. ga mau kehilangan lo." ungkap ana sembari menatap nya. "ternyata perasaan gw selama ini benar.., sebenarnya.., dari awal kita kenalan.., gw sudah suka sama lo." ungkapan isi hati rangga langsung meluluhkan semua emosional Ana. "gw.. cinta sama lo. Ana." mendengar pernyataan itu, ana tak henti henti menatap dan saling menatap. "gw juga cinta sama lo.. tanker pelindung gw."


Detik demi detik sudah terlewati, rasanya dunia ini milik berdua sementara yang lain ngontrak, dua insan saling jatuh cinta tak mau memalingkan tatapan nya yang ada hanya perasaan bahagia. Sinar mentari mulai terik membakar kulit namun terlihat indah menyinari hamparan rumput hijau taman alun alun kota serta lalu lalang sibuknya aktifitas kehidupan menjadi saksi dari kisah perjalan cinta dua insan yang baru saja akan dimulai. Kemudian selli, kinoy dan Dodi datang. "bro.., gw minta maaf atas perkataan gw kemarin." ucap Dodi menyesal. "iya.. gw yang harusnya minta maaf ke lo, gw langsung marah ga jelas." jawab rangga yang sambil berjabatan tangan dengan Dodi "akhirnya NUB SQUAD kembali." ucap selli merasa senang karena persahabatannya telah akur. "ya udah kita jalan yuk, ke mall." ke mall..? mau ngapain..?" jawab kinoy. "iya di mall adem dan siapa tau ada event." ajak selli. "ya sudah gw ikut aja, lagian disini bising, panas juga.." jawab Dodi.

__ADS_1


Dalam hati selli sangat ingin sekali melihat kinoy dan rangga berhasil dalam keinginannya menjadi pemain profesional, "mungkin dengan cara ini lah bakat mereka dapat di akui, karena dari caranya bermain game, sepertinya memang di atas rata rata."


Mall memang menjadi daya tarik bagi semua kalangan khususnya remaja karena selain asik buat nongkrong atau sekedar jalan jalan, mall juga memberikan daya tarik nya sendiri untuk kepuasan para pengunjungnya dari setiap kegiatan yang positif tentu nya seperti event musik, seni budaya, game dan lain sebagainya. Dan ternyata benar.. disana tengah diadakan pendaftaran bagi para gamers untuk membuktikan skill kehebatannya dalam sebuah ajang kompetisi gamer berbakat yang di sponsori oleh salah satu merk dagang terkenal dan hadiahnya pun menarik, bagi SQUAD yang berhasil juara berhak mendapat uang tunai, selain itu juga akan ada rekomendasi untuk menjadi bagian dari tim papan atas liga MPL.


Melihat dan mendengar hal itu Rangga dan kinoy sangat bersemangat ingin berkompetisi disana dan menunjukan kemampuannya sebagai gamer yang mumpuni. "ini memang cita cita gw." ungkap rangga dalam hatinya, dan NUB SQUAD pun mendaftarkan diri.


Suasan dalam event saat itu sungguh ramai, ternyata antusias para gamer banyak tertuju kesana, mereka juga tengah menanti kehadiran ajang kompetisi ini, namun pihak event organizer hanya menerima tiga puluh dua tim yang akan di tandingkan serta dibagi menjadi delapan group, dan NUB SQUAD berada di group F bersama tiga squad lainnya dan kompetisi ini hanya berlangsung setiap hari minggu karena banyak juga para pesertanya yang masih menempuh jenjang pendidikan.


"gw yakin bahwa squad ini dapat melewatinya dengan semangat untuk meraih kemenangan dan mendapatkan hadiahnya." ungkap selli dalam hatinya.

__ADS_1


Kompetisi menjadi penentu arah masa depan para gamers selain akan di kontrak tim papan atas kepopuleran pun pasti didapatkan, namun semua itu tidak akan mudah, se mudah membalikan telapak tangan, harus ada perjuangan eksta untuk meraih keberhasilan, dan itu sudah hukum mutlak dalam meniti karir, dalam bidang apa pun dan hal apa pun.


__ADS_2