
KISAH KINOY DAN SELLI
Setiba di kediaman Ana, Rangga mengistirahatkan motor Matic nya dan melepas jas hujan nya. "ayo masuk aja, aku buatkan air hangat dulu. " ucap Ana. "eh ada tamu." ucap ibu Ana sedikit sinis. "iya bu, ini rangga." jawab Ana. "silahkan duduk, santai aja." ucap ibu ana lagi. "iya terimakasih. " jawab rangga, sementara ana pergi ke dapur untuk menyajikan minuman hangat. "kamu sudah kenal lama dengan ana..?" tanya ibu ana. "sudah, dan saya juga sering nganter ana pulang, tapi.. ga.. masuk rumah dulu." jawab rangga. "oh..? kenapa..? takut..?" tanya nya lagi. "hehe.. ya.., saya, sungkan saja, masih malu hehe.." jawab Rangga. "hmm.. jadi laki itu harus berani, sifat seperti itu adalah pengecut, kalau boleh tahu apa pekerjaan mu..?" tanya ibu ana. "saya bekerja sebagai gamer professional di salah satu tim di Indonesia RRQ." jawab rangga. "RRQ...? belum pernah dengar..? kamu tukang main game maksud nya." tanya ibu ana. "iya.. saya pemain game mobile legend yang dikontrak sebuah club." jawab rangga. "ga ngerti ibu..?" dan Ana datang membawa teh hangat berbarengan dengan ayah ana yang baru keluar dari kamar tidurnya. "buat siapa itu teh..?" tanya ayah Ana. "ini.. buat Rangga." jawab Ana. "Rangga..? siapa..?" kata ayah. "teman Ana, itu lagi ngobrol sama ibu di ruang tamu." ucap Ana pada ayah nya. "oh.. ya ayah mau temui dia sekalian. " jawab ayah Ana.
Ana memberikan teh hangat pada Rangga. "ada tamu rupanya." ucap ayah Ana. Dan Rangga pun bersalaman. "ini lo pah orang nya, yang sering Ana bangga banggain." kata ibu Ana. "hmm.. dah kerja..?" tanya ayah Ana. "iya saya kerja." jawab Rangga. "kerja dimana?" tanya ayah Ana lagi. "di.. RRQ." jawab Rangga. "apa itu RRQ..?" kata ayah Ana lagi. "sebuah club game di indonesia." jawab Rangga. "ga ngerti, maaf ya, bapak kira Rangga itu kerja sebagai pegawai negri sipil." jawab ayah Ana sedikit tidak menghargai pekerjaan Rangga karena tidak mengerti akan pekerjaan Rangga. " bukan pak, saya bukan pegawai negri hehe.. saya pemain game." ucap Rangga dengan sangat sopan. Ayah Ana langsung beranjak dari tempat duduk nya dan pergi tanpa mengucap sepatah kata pun disusul dengan ibu, mereka berdua pergi meninggalkan Rangga dan Ana.
__ADS_1
Raut wajah Ana terlihat sedih melihat sikap kedua orang tua nya terhadap Rangga, mereka lebih mementingkan materi sedangkan rasa cinta Ana tidak bisa dipaksakan. "Rangga, maafin orangtua aku." ucap Ana. "ya ga apa, ya udah aku pamit pulang, salam sama ibu dan ayah kamu." jawab rangga. "ada hal yang ingin aku utarakan pada mu." ucap Ana. "apa..? ya udah kita bicarakan nanti saja, kamu juga harus istirahat." jawab Rangga. "tapi...?" kata Ana memaksa. "sudah nanti saja kita bicara, sekarang kamu istirahat, aku pamit pulang ya, sudah malam juga ga enak." kata Rangga.
Hujan di malam itu yang mengguyur jalanan dengan derasnya, Rangga pulang dengan perasaan sedikit kurang baik, tapi tidak mengapa mungkin baru saja mengenal sipat dari kedua orang tua Ana.
berbeda dengan hubungan Kinoy dan Selli, mereka berdua tengah asik menikmati suasana malam hari yang hujan di sebuah mall, kegemaran Selli memang tidak terlepas dari yang namanya mall, Kinoy dan Selli sangat bahagia berjalan jalan di dalam mall memang sungguh menyenangkan karena banyak sekali apa pun yang bisa dilihat untuk memanjakan mata, ya.. tidak lain seperti fashion, kuliner, barang barang branded, itu memang dunia nya Selli, dan kinoy ikutan asik saja. kinoy yang menepati janjinya pada Selli. "sell.., gw pengen nikah sama lo." ucap kinoy. " hehe.. sudah tiga kali lo ngomong itu." jawab Selli senang. "hehe.. iya ya, terus gw harus ngomong apa ya..?" Canda kinoy. " hehe emang lo berani ngomong sama bokap dan nyokap gw..?" ucap Selli. "selama gw ada dijalan yang benar, ngapain takut." jawab kinoy percaya diri. " bokap gw orang nya galak, nyokap gw cuek minta ampun pokoknya dingin banget." Gertak Selli. "hehe.. lo mah nakutin harimau pakai domba." jawab kinoy. "hehehe.. bisa aja lo.." ucap Selli. "hari ini gw benar benar bahagia banget sell, gw bisa bayar duit lo, dan hutang gw ke bank bisa dibayar, semoga gw bisa ambil lagi surat rumah ibu gw." ucap kinoy yang sesaat mengingat akan kesusahan. "amin.. , semoga semua akan kembali membaik." ucap Selli memberi dukungan. "sekarang lo fokus aja di RRQ sampai.. meraih prestasi." ucap Selli lagi. "ya itu pasti, gw juga ga mau ninggalin si Rangga, karena Rangga sahabat gw yang paling sangat ngerti gw, dari mulai belajar bengkel bersama sampai sekarang." ucap kinoy pada Selli. "Rangga itu masih sepupuan sama gw, tapi gw agak cuek si dari dulu." ucap Selli. "gw dah lama kenal, malah baru tau kalau lo sama Rangga itu saudara, Rangga yang bilang sih waktu itu. " jawab kinoy. " eh gimana kabar Dodi sama si Tien ya dah lama juga ga ada kabar." ucap Selli mengalihkan pembicaraan. "gw sering lihat di status WhatsApp nya, kayak nya ia lagi bahagia." jawab kinoy. "ya.. sama gw jg suka lihat, semoga saja kawan mabar di NUB SQUAD selalu menjaga persahabatan nya." ucap Selli. "ya.. kalau gw harus mengingat kebelakang, rasa nya..., berkesan banget sumpah, menurut gw Dodi orang nya baik dan asik, gw juga kangen ngumpul bareng lagi." kata kinoy. "kita nyari makan yu.., gw lapar.." pinta Selli. "iya sudah jam sembilan malam, ga kerasa buset, ayo kita nyari makan." jawab kinoy.
__ADS_1
Rangga yang belum mengetahui akan masalah percintaannya dengan Ana nampak biasa saja, namun Ana merasa tak enak perasaannya, dalam hatinya ada keinginan untuk berontak dan tidak mau dijodohkan. Pertengkaran Ana dan kedua orang tuanya tidak bisa dihindari lagi dan membuat Ana lari dari rumah untuk menemui Rangga dan hendak menceritakan tentang semua nya bahwa Rangga harus mengetahui nya dan berharap dapat membantu Ana sekaligus, agar mereka tahu bahwa perjodohan sepihak itu sangatlah menyakitkan, hanya karena orang tua dan tidak bisa menolaknya.
Apa pun itu entah sebuah aturan atau panduan jika merugikan salah satu pihak kita dapat membela diri.
Aturan dibuat untuk kenyamanan bersama baik dalam ruang lingkup keluarga bahkan negara sekalipun, kita mempunyai pemikiran yang sangat manusiawi, jadi manusiakan lah sesama manusia layaknya kehidupan normal.
__ADS_1