
PUNCAK KETULUSAN CINTA
Laki laki yang melamar nya pun menyadari apa yang Ana utarakan, ia beranjak dari duduk nya menghampiri Rangga dan Ana. "kamu benar Ana, segala sesuatu yang dipaksakan pasti tidak akan baik, terlebih lagi.. urusan cinta, aku dan segenap keluargaku menghargai tindakan kalian berdua, dan aku juga tidak mau jika salah satu dari kami, maksudnya di dalam perjodohan ini tidak mencintai. Kalian berdua adalah pasangan yang saling mencintai, jadi.. aku dan keluargaku akan pamit undur diri, terimakasih.
__ADS_1
pria calon itu, beserta rombongan keluarganya pergi dari rumah Ana dengan sopan. Kini tinggal Rangga, Ana, keluarga dari Ana dan orang tua Ana yang masih tidak percaya dengan rasa respect dari calon pilihan nya itu. "hey Rangga..!? meskipun anakku memilih mu, jangan harap kamu bisa menikah dengan nya." ancam sang ayah pada Rangga. "aku akan buktikan kalau aku bisa." Jawab Rangga lantang. "dan aku tidak akan tinggal dirumah ini lagi jika ayah terus bersikap seperti itu." gertak Ana. sang ibu yang tidak tega melihat anak nya. "Ana..?" ucap ibu sedih. " tolong Ana.., semua yang Ada disini,.. mengertilah.." pinta Ana.
"sudah lah ayo kita pergi." ucap Rangga. "tidak ada yang boleh pergi dari rumah ini kecuali kau Rangga, kau yang harus pergi..!" kata ayah Ana yang masih marah.
__ADS_1
Lalu Rangga bejalan ke hadapan ayah Ana dan menatap wajahnya yang penuh dengan amarah. " baik, aku akan pergi., tapi jika bapak ingin melampiaskan semau amarah, lampiaskan lah pada saya jangan pada Ana., dia tidak bersalah, aku lah yang mengacaukan acara ini." ucap Rangga. Dan seketika saja tangan ayah Ana mulai mengayun cepat mendarat di pipi kiri dan kanan Rangga berkali kali namun Rangga menahan rasa sakit itu, tamparan keras di berikan pada Rangga. "pak..! sudah cukup.. hentikan.." ucap ibu Ana sembari menangis.
Sementara kinoy yang memperhatikan dari kejauhan. " seperti nya si bro punya mental nekad juga.., haha.." ucap kinoy yang melihat rombongan keluarga itu pulang. "semoga saja Ana memang jodoh mu bro.. " ucap kinoy lagi.
__ADS_1
Rangga kembali pulang disusul kinoy, dan Ana yang tidak jadi di tunangkan oleh orang tuanya berkat kehadiran Rangga membuat sedikit lega, namun bukan berarti Rangga berhasil untuk mencintai Ana, Rangga harus meluluhkan ke egoisan ayah dan ibu nya.
"gw kira kertas lo bro.. ternyata lo keras juga bro hehe.. gw bangga bisa jadi sahabat lo." ungkap kinoy dalam hatinya dan segera menyusul Rangga dari belakang.
__ADS_1