
-SATU MINGGU MENANTI
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam dan Rangga baru pulang ke rumah dengan suasana hati penuh kegembiraan. "Rangga.., dari mana saja? jam segini baru pulang? " tanya sang ibu yang terbangun karena tahu anak nya sudah pulang. "habis jalan sama teman bu.. " jawab nya, " cuci muka sana.., dan langsung tidur, jangan bergadang..! ingat..! sehat itu penting. " tegur ibu dan kembali masuk ke kamar tidur. "iya.." ucap Rangga bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi dahulu sebelum tidur.
Kebiasaan melakukan hal hal yang baik tidak akan pernah berubah walau sampai kapan pun, dan pasti akan selalu ingat.
Kamar yang minim cahaya, Rangga tidak bisa memejamkan matanya, kenapa...? maklum lah namanya sedang di rundung cinta, perasaan pun seolah ikut Berbunga bunga, Rangga terus saja melihat status Ana di story WhatsApp, dalam benak nya menerawang. " seperti nya Ana belum punya pacar, semoga saja dugaan ku benar." dan tanpa terasa, jarum jam sudah menunjuk ke arah angka satu. "aduh.. sudah larut, tapi gw masih tidak bisa tidur..?" gerutu Rangga sedikit kesal karena ingin cepat tidur, gelisah tak menentu, guling sana, guling sini tetap saja tak bisa tidur, akhirnya tarik selimut dan coba untuk tidak mengingat hal apapun.
Malam yang cerah bertabur bintang di langit, mengantarkan setiap insan untuk terlelap, karena esok hari menanti dengan harapan yang harus diraih.
Waktu yang tak pernah berhenti dan terus menarik sang mentari keluar dari upuk timur, kini tiba lah pagi menjelang menggantikan malam. Kinoy sudah bergaya dengan sepeda lipatnya dan langsung mengirim pesan singkat pada Rangga. "bro..? dah bangun..?" tetapi sudah lima menit berlalu tak ada balasan. "hmm.. gw telpon aja lah." dan Rangga yang masih tidur pun terbangun karena suara hp nya bergetar. "kinoy nelpon..!,ya ampun..! gw belum siap siap, ya noy.. tunggu gw sebentar..!" Rangga pun tergesa gesa ke kamar mandi segera cuci muka dan gosok gigi namun tak sempat mandi, "ya ampun...! gw hampir lupa, kemarin kan sudah janjian mau bersepeda.." gerutu nya, celana sontog, Sandal gunung, sweater putih, rapikan rambut seadanya, dan Rangga siap untuk bersepeda bareng teman nya. Sementara kinoy, Selli, Ana dan Dodi sudah menunggu. Dan setibanya, "yah... bro.. lo tidur jam berapa..? sampai lupa..?" tegur kinoy heran. "iya.. sorri.. semalam gw ga bisa tidur pulas. " jawab rangga, "ya sudah ayo kita jalan keburu siang." sambung Ana.
__ADS_1
Bersepeda bareng teman memang asik, sambil menikmati udara pagi yang sejuk di antara pepohonan pinus, membuat daya ingat ini refresh dari hal hal yang memberatkan jiwa, ditambah sinar sang mentari cukup membuat hangat tubuh ini.
"nanti kita mabar dimana nih..?" tanya Rangga sembari mengayuh sepeda lipatnya. " ya... seperti biasa, di rumah selli.. ya kan sell..?" jawab kinoy bersemangat. "tenang aja.. kita road to mytic glory hari ini." ungkap Selli dengan mantap. " ya.. kita maksimalkan permainan kita, Rangga..? jangan lupa jagain aku ya.. hehe.." canda ana. " jangan lupain gw juga nih sering dirusuhin buff sama musuh..jagain juga hypernya sampai late game hehe.. " Dodi pun ingin di bantuin, "iya.. pokoknya tenang aja.., semua gw lindungi, selama tanker tampan ini masih hidup haha.. " canda Rangga memuji diri.
Mendengar perkataan Ana tadi, Rangga jadi semakin bersemangat ingin segera bermain game, "ayo.. kita pulang sekarang." ucap rangga, "ayo... kita kayuh lebih kencang biar cepat sampai rumah..? " dukung kinoy. "ehh eh.. pada ga mau rehat dulu, kita ngopi aja dulu di kedai. " ajak Dodi yang merasa agak lelah. "iya nih.. aku haus, mau beli air mineral dulu." pinta Ana, "ya.. ayo kita rehat dulu sambil ngopi sejenak." kata Selli.
Bersepeda di pagi hari sangat lah menyenangkan, setelah lelah dan sampai di atas puncak, langsung ber istirahat di kedai, sambil meneguk teh manis campur lemon, serta melihat lihat pemandangan asri disekitarnya, membuat suasana hati jadi nyaman, banyak aura positip terpancar masuk ke dalam jiwa ini.
Tiada hari yang ter lewatkan tanpa kebersamaan, persahabatan yang terjalin apik di mulai dari cara bersikap. Dan Tanpa terasa hari mulai menuju siang, sinar mentari pun sudah mulai terasa panas menyentuh kulit. " kita pulang sekarang yu..dah siang nih panas." ucap selli. "ya..ayo kita pulang." jawab kinoy.
Sementara itu bengkel bang johan tengah ramai dari para konsumen yang akan memperbaiki kendaraan nya, motor motor tampak mengantri menunggu giliran untuk di perbaiki, bang johan sibuk bekerja sendirian. "pada kemana si rangga sama kinoy?" tanya pelanggan nya. "tadi pagi saya lihat mereka bersepeda, paling sebentar lagi mereka datang. " jawab bang johan sembari membersihkan karbulator motor dengan tembakan kompresor. meski di dalam pemukiman Komplek, Bengkel bang johan memang selalu ramai dari pelanggan nya karena bagus cara Pengerjaannya dan juga ramah orang nya, selagi bang johan sibuk, Rangga dan kawan kawan tiba, "waduh..? ramai sekali bang." ucap kinoy. "ya.. rangga.. cepat bantuin abang, biar cepat beres kerjaan nya, kamu juga noy, ayo bantu abang." jawab bang johan yang sibuk mondar mandir mengambil perkakas bengkel. "iya.. " balas rangga,
__ADS_1
"kayak nya kita ga bisa mabar siang ini..? gimana kalau sore..?" kata rangga pada selli, ana dan dodi, "yah.. gw ga bisa nanti pulang kemalaman kalau mabar sore. " jawab dodi. "iya ga bisa.. " kata ana juga. "ya sudah besok gimana? " tanya rangga lagi. "besok gw ada tugas kuliah bro.., ga bisa juga, paling ya.. minggu depan bisa," ucap dodi. "ya sudah, minggu depan aja kita mabar, biar tidak mengganggu jadwal kuliah kalian, kebetulan saya dan rangga memang akan sibuk hari ini." tegas kinoy.
"ya oke.. minggu depan aja kita mabar. " jawab dodi yang memahami posisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk bermain game. "Ana..? maaf ya kita ga bisa mabar sekarang." pinta rangga. "iya santai aja gw ngerti ko, ya udah gw balik ya.. " jawab ana. "ok.. hati hati dijalan." kata rangga.
Rangga dan kinoy langsung saja mulai bekerja, membereskan satu per satu motor yang akan di perbaiki, sementara selli, ana dan dodi pun berlalu pulang sambil mengayuh sepeda nya.
Tak terasa pekerjaan pun beres sampai magrib, Rangga dan kinoy pun segera pulang untuk mandi, apa pun akan terasa mudah jika di kerjakan dengan sungguh sungguh dan ikhlas.
Hari demi hari terus berganti, di temani rasa rindu ingin segera bertemu dengan idaman hati, satu minggu rasa nya terlalu lama, padahal sering berkirim pesan melalui hp, tetapi tetap saja tidak seindah bertemu langsung dengan orang nya.tepat di sore itu, Rangga dan kinoy sedang nongkrong di depan bengkel sambil ber gurau. "bro.. gw pengen tau..? lo suka chatingan ya sama ana..?" tanya kinoy ingin tau. "tidak juga, ya.. tapi suka juga gw ngobrol. " jawab rangga. " gimana respon nya..? ya.. maksudku, dari cara ana nge balas pesan dari lo bro..? " kinoy mulai kepo. "yah.. haha... pengen tau banget lo ah.. kepo.. " canda rangga.. "emang lo yakin kalau ana bakal suka sama lo...? " tanya kinoy dan membuat rangga sedikit berpikir, padahal apa yang ada dalam benak nya pun sama,apakah selli juga suka sama gw ya..? "ya....?? nah itu yang masih jadi PR buat gw noy. . ?" lalu tiba tiba saja, "itu kan ana bareng selli..?" ungkap kinoy sembari menatap lurus ke arah depan jalan. "pucuk di cinta... ini kan belum hari minggu..? ko.. ana kesini..? ga ngabarin lagi..?" ungkap rangga agak heran. Ana dan selli datang sambil membawa makanan. "nih seblak ceker.. " ucap ana memberikan makanan ke rangga, begitu juga dengan selli. "terima kasih ana.. pedas ga..?" jawab rangga senang. "pedas banget.. gw sengaja karena kata selli kamu suka banget pedas, dimakan ya. " ungkap ana. dalam hati rangga menggerutu. " sial si selli ngerjain gw. "ya pasti dong.. gw makan sekarang, eh ko ga bareng dodi..? " tanya rangga lagi. " iya.. dodi masih ada tugas kuliah nya jadi dia ga ikut." jelas ana. Rangga yang tidak suka pedas, memaksa memakan nya karena malu sama ana sudah di beri, satu suapan pertama masuk ke mulut..!! , mata rangga langsung membesar pertanda makanan ini sangat pedas dan tidak bersahabat dengan lidahnya, namun karena gengsi rangga menghabiskan nya.. "enak banget ni seblak ceker..? beli dimana ini..? " tanya rangga yang ke pedasan namun di tahan. "di tempat biasa." ucap selli yang menahan tawa, begitu juga dengan kinoy. "rasain bro, lo dikerjain." bisik kinoy pada telinga rangga. "iya enak banget seblak nya gw udah habis satu porsi" ungkap ana. "pedes ga..?" tanya rangga. "ga lah.. gw ga suka pedas." jawab ana.
Bahagianya kebersamaan ini, andai saja di dunia ini tak pernah ada konflik, mungkin kita bisa merasakan surga yang sesungguhnya tanpa harus kesana. ini hanya umpama saja, tapi... rasanya memang indah jika semua umat manusi bisa memahami perbedaan tanpa merusaknya, dan bisa dipastikan kenyamanan akan terwujud, dimana tidak akan ada lagi berita kriminal atau pun perang. semoga saja kita yang mempunyai akal dan pikiran yang sehat dapat menguasai diri untuk terhindar dari sikap yang dapat merugikan orang lain.
__ADS_1