
PERTEMUAN RINDU
Sabtu pagi pukul 09:14 menit waktu china, Tan nio tien lepas landas dari bandara Guangzhou dengan pesawat garuda Indonesia rute penerbangan menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Terlihat iklim cuaca pagi yang menjelang siang itu cukup cerah, secerah rasa kangen Tien pada Dodi yang sudah tak sabar lagi ingin bertemu dan memeluk tubuhnya. Perasaan yang gembira, entah lah hasrat ini memang sulit untuk di ungkapkan dengan kata, dan yang pasti hari ini adalah moment special bagi Tien dan juga Dodi. Penantian panjang serta tuntutan kesetiaan dalam ikrar hubungan kisah asmara yang dijalaninya kini terlampiaskan sudah. "Dodot.. ? tunggu aku di Indonesia." ungkap Tien dalam hati yang penuh cinta sembari menatap awan cerah disisi samping jendela pesawat. Sementara Dodi pun tengah bersolek merapikan rambutnya yang sudah panjang di salon, Dodi tak ingin mengecewakan Tien. Di usia remaja penampilan memang harus diperhatikan, hal itu mencerminkan diri akan perwatakan dan karakter seseorang. Dodi tampil sangat mengesankan dengan potongan rambut zigzag ala old school yang dipadukan dengan kemeja warna putih dan celana panjang berbahan katun coklat, ia terlihat sangat tampan, keren dan berwibawa ditambah lagi dengan motor Honda type CBR 250RR yang ditungganginya untuk menjemput Tien, secara materi keluarga Dodi memang terbilang berkecukupan namun ia tak memandang sebuah persahabatan hanya dari sisi materi, selama asik diajak berteman Dodi pun suka.
__ADS_1
Dodi melesat di jalanan dengan kecepatan standarnya dan saat ini kondisi jalanan kota tampak ramai lancar oleh pengendara, namun banyak sekali polisi yang berjaga di sepanjang ruas jalan. "sepertinya akan ada razia gabungan." ucap Dodi tapi untunglah semua perlengkapan surat kendaraan yang dipakai nya komplit dan patuh pada peraturan undang undang lalulintas yang berlaku. Semua, dinegara manapun yang namanya surat izin mengendara pasti dibuat untuk mengetahui bahwa seseorang itu bisa mengoperasikan kendaraan nya dengan baik dan benar, dan setibanya disana.
Dodi dengan sabar menanti sang kekasih di Arrival lobi sembari membentangkan tulisan hurup besar nama nya "TAN NIO TIEN" dari kertas kardus karton layaknya seperti yang dilakukan para aktor di layar televisi.
__ADS_1
Setibanya di kediaman keluarga Tien sang nenek dan kakek Tien tidak diberi tahu akan kedatangannya, Tien sengaja untuk sebuah kejutan."permisi." ucap Tien sembari mengetuk pintu rumahnya, dan seketika dibuka kan pintu kakek Tien terkejut namun merasa bahagi. "ya tuhan...?? siapa yang datang ini.. rupanya cucu ku yang berharga." sembari memeluk nya. "kenapa tidak mengabari..? kamu anggap apa kakek mu ini..?, kakek kan bisa menjemput mu..?" ucap kakek lagi. "hehe.. iya maaf maksud Tien ingin memberi kejutan pada kakek dan nenek." jawab Tien dan Dodi nampak tersenyum saja. "aku mendengar suara cucu ku disini." ucap sang nenek yang baru keluar dari kamar dan menghampiri. "ya tuhan..?? apakah benar ini kamu..?" ucap sang nenek merasa kaget. "kenapa masih diluar saja ayo masuk..? ini kan rumah mu." ucap sang nenek lagi. "iya.. ini aku nek, Tan nio tien." jawab Tien, Dodi pun langsung sungkeman kepada kedua orang tua Tien, karena Tien sudah menjadi yatim piatu sejak umur Lima belas tahun dan sebelum wafat, ayah nya berpesan pada kakek nenek nya untuk merawat Tien bahkan sampai harus berkuliah ke luar negri. "kek, nek..? masih ingat ga dengan pria ini..?" tanya Tien. "siapa ya.. kakek lupa..?" sementara Dodi hanya tersenyum saja. "ini Dodi teman aku waktu sekolah, dulu dia yang selalu mengantar aku pulang..? masih ingat kan..?" tanya Tien lagi. "ya... kakek ingat sekarang.., sudah lima tahun yang lalu kakek bertemu, dan sekarang kau sudah menjadi laki laki yang gagah.." puji kakek pada Dodi. "rasanya... waktu ini sangat egois, ia tidak mau mengulang apa yang telah terjadi..? padahal..? masa masa itu.., saat kamu dirumah ini.., kakek ingat benar suara nyaring tangisan mu nak.." ingat sang kakek pada cucu nya yang tak kuasa menahan air mata keluar mengalir dipipi keriputnya. "sudah lah kek.., Tien kan sudah datang, dan Tien baik baik saja." jawab Tien yang sama merasa terharu oleh suasana. "tapi kamu akan pergi lagi.. " ucap kakek, "iya.. tapi Tien disini akan lama satu bulan Tien di rumah." bagaimana kalau kakek dan nenek mu ini tidak bisa menunggumu lagi." kata kakek yang tak mau ditinggalkan lagi. "jangan bicara seperti itu dong kek..? Tien kan masih menempuh kuliah.. sabar ya... tidak lama lagi Tien akan dirumah ini.. seperti dulu kumpul bersama lagi Tien pulang karena kangen kakek dan nenek, Tien tau kalau kakek dan nenek sudah tidak muda lagi." ucap Tien. "sudah lah Tien.. kamu jangan khawatir biar aku yang menjaga kakek dan nenek disini sampai kamu menyelesaikan tugas kuliah mu, aku akan selalu datang kerumah ini mengunjungi nya." jawab Dodi. "mungkin sekitar delapan bulan lagi aku di wisuda, dan setelah itu aku pulang." ucap Tien. "iya.. kau harus menyelesaikan kuliah mu, kakek dan nenek mu hanya merasa bahagia saja, air mata ini tanda rasa bahagia melihat kamu ada di hadapan kami berdua, kakek benar benar terkejut, dan kejutan mu itu berhasil nak.." ucap kakek lagi. "ya sudah sekarang sudah malam waktu nya istirahat nanti besok kita lanjutkan lagi ngobrolnya." kata sang nenek. "iya.. sekarang kamu istirahat dulu, tidur biar besok fress, sekarang aku pulang dulu." ucap Dodi. "tapi kamu besok kesini lagi." harap Tien. "iya aku pasti kesini, pagi pagi kamu harus bangun, aku ajak jalan jalan di mall sekalian menonton semi final gamer aku." jawab Dodi dan izin pamit pulang. "kamu hati hati dijalan, langsung pulang jangan main dulu." ucap Tien memperingatkan.
Hubungan asmara jika dijalani dengan pola pikir yang dewasa akan menciptakan saling percaya dan tidak akan merasa khawatir akan perpisahan karena yakin hal itu tidak pernah terjadi kecuali maut yang memisahkan.
__ADS_1
itulah cinta.