
PERJUANGAN CINTA YANG SEBENARNYA
__ADS_1
Angin air bumi dan matahari menjadi saksi kehidupan dunia ini, dimana cinta menjadi sesuatu hal yang patut diperjuangkan antara kesucian hati dan keruhnya ego pemikiran seseorang. Ana mengabari Rangga bahwa hari ini akan ada kunjungan lamaran dari pihak keluarganya. "Ana.., sebentar lagi akan ada yang datang tolong jangan pergi dulu, lihat dan sambut saja dulu, pilihan ayah pasti yang terbaik." ucap ayah Ana. "bukan masalah terbaik atau apa lah..itu, ini masalah hati bukan ego." jawab Ana. "memang, tapi ayah yakin kamu bakal menyukainya, dia punya pekerjaan yang tetap dan sudah menjadi pegawai negri..,sama seperti ayah.." kata ayah Ana. " bagaimana kalau ayah keliru..?, dia memang punya kedudukan tapi tetap saja dia tidak bisa membeli yang namanya ketulusan." jawab Ana. "ayah tidak ingin bertengkar dengan mu." ucap ayah nya dan berlalu mengakhiri percakapan dengan Ana. "ayah tolong sadar lah..? jangan dibutakan oleh dunia ini..?" ucap Ana yang ter inspirasi dari perkataan salah satu hero mobile legend bernama yuzhong. "semua yang ayah lakukan semata mata hanya demi kebaikan mu." jawab ayah Ana. "memang.., tapi tidak semua nya bisa direncanakan, akan ada hal hal yang diluar kendali manusia." bela Ana. " cukup Ana..!, sekarang kamu bersiap saja untuk menyambut kedatangannya." jawab ayah. "Ana hanya akan menunggu kekasih sejati ku saja." bela ana lagi. "terserah saja." tegas ayah Ana.
__ADS_1
Rangga yang sedang berfikir, harus bagaimana caranya. "gw ikut sama lo bro ke rumah Ana, takut ada apa apa pada lo.." ucap kinoy. "biar gw sendiri saja, lo perhatikan gw dari kejauhan, kalau gw dapat masalah serius." jawab Rangga. "oke.. gw amati lo dari jauh, takut nya lo babak belur." kata kinoy. "gw juga agak takut sih melabrak acara mereka, tapi... gw ga mau kehilangan Ana." ucap Rangga. Dan tanpa berfikir panjang lagi, Rangga segera berangkat menuju kediaman Ana dengan sepeda motor Matic nya, meski cuaca saat itu sedang turun hujan gerimis yang di ikuti kinoy dari belakang.
__ADS_1
Mendengar suara Rangga, Ana langsung keluar dari kamar dan berlari ke arah Rangga yang langsung memeluknya. "akhirnya kamu datang juga." ucap Ana yang tak kuasa menahan air matanya. Disana ayah Ana merasa malu dan marah dengan kejadian ini. "Rangga..! berani sekali kamu mengacaukan semua ini..!" ucap nya dengan nada bicara yang kesal. "sangat berani sekali anda..!, Ana..!, lepaskan..!" ucap nya lagi dengan marah. "tidak...!, biar semua orang tahu.. kalau rasa cinta ku hanya untuk Rangga..!, bukan yang lain, dan saya mohon kepada semua yang ada disini, saya minta maaf atas segalanya, saya tidak membenci satu sama lain, saya hanya tidak mau seperti ini, biar kan aku memilih pilihan ku sendiri ayah.." ucap Ana agar dapat menyadarkan ke egoisan ayah nya.
__ADS_1