
PoV Udin
Dalam perjalanan pulang, aku masih kepikiran, siapa yang tega ngambil barang orang lain. Kalau orang normal kan mending maling uang, masuk ke dalam rumah ambil barang barang berharga, dari pada cuma sayur.
Tak terasa, ternyata aku hampir dekat rumah, gara gara kepikiran siapa malingnya jadi nggak sadar kalau udah hampir sampai rumah.
Ku taruh motorku di teras rumah, langsung ku ambil pesanan istriku.
"Assalamualaikum.... bapa pulaaang..."
"yey apa ulang , atan angen paaa" (yey bapa pulang, Athar kangen paaa)
Ternyata yang menyambut kedatanganku Athar, celotehnya selalu bisa membuat aku tersenyum.
"mama mana sayang?" tanyaku kemudian menggendongnya.
"ada, di sana" jawab Athar sambil mengacungkan ke kamar, tumben istriku waktu maghrib ada di kamar.
"ma, kok tidur, udah maghrib ini, astaghfirullah" aku kaget saat memegang pipi istriku, ternyata dia demam, sangat panas.
"ma, kami kenapa? tadi siang kayaknya masih sehat, kok sekarang tiba tiba panas banget gini badan kamu" kataku yang khawatir melihat keadaan Sri, istriku.
"nggak tau mas, tadi aku ikutan tidur deket Athar, tapi waktu ashar aku mau bangun, rasanya nggak kuat duduk, pusing banget kepala aku" keluhnya kepadaku.
"ya udah kamu istirahat aja, biar Athar aku yang handle, kamu udah makan belum? atau pengen makan apa?"
"nggak pengen apa apa mas, pengen tiduran aja"
"pa, mama apa? mama atit?" (pa, mama kenapa? mama sakit?)
Athar selalu tau kalau misal di antara kami sedang tidak baik baik saja, dia akan selalu bertanya.
"iya sayang, mama pusing , kepalanya sakit, athar nggak boleh gangguin mama ya, biar mama istirahat dulu"
"iya pa"
"bagus anak bapa, sekarang Athar turun dulu ya, bapa mau buatin obat buat mama biar cepat sembuh, itu Upin Ipin nya belum selesai lho"
Alhamdulillah Athar mau ku suruh untuk menonton tv.
__ADS_1
Aku baru ingat, biasanya kalau demam, istri ku selalu membuat mie instan yang rasa kari ayam, kemudian di tambah sayur dan telor, tak lupa di tambah irisan cabai yang banyak. Katanya biar plong.
Segera saja aku buatkan untuknya, tapi ini ku tumiskan bawang merah dan putih dulu, biar tambah enak.
Setelah jadi, ku taruh di mangkok. Biasanya kalau ada timun, istriku akan menambahkan irisan timun, katanya biar lebih segar. Sayangnya hari ini tidak ada timun.
"ma bangun dulu yuk, ini aku buatin mie kari ayam spesial buat kamu, biar enakan lagi"
Dasar lelaki, mau buatin makan istri harus nunggu istri sakit dulu, kaya aku.
"haaaa kamu buatin aku mie? kalau kamu capek istirahat aja, nggak usah repot repot, pasti nanti bisa paksain buat kok, tapi berhubung udah di buatin ya udah deh , makasih"
"hehe iya sama sama, coba di icip dulu , enak nggak? kalau nggak enak nanti aku buatin lagi"
"mau gimanapun rasanya, kalau kamu yang masakin pasti aku makan mas" katanya sambil mencoba duduk.
10 menit kemudian, mie yang aku buat spesial untuknya sudah habis tak tersisa. Bahkan dia sampai berkeringat, semoga lekas sembuh ya ma.
"ini minumnya" kataku sambil menyodorkan 1 gelas air putih.
"makasih ya"
"iya sama sama, ya udah kamu lanjutin istirahat dulu, aku mau nemenin Athar nonton tv"
Ku bawa piring dan gelas bekas makan istriku, ku cucikan sekalian. Biar besok dia nggak kecapean.
Mungkin Sri sampai demam karena kelelahan , aku juga salah jarang membantu Sri ketika di rumah. Taunya pergi cari uang.
Setelah melihat Sri yang masih demam, ku putuskan untuk libur jualan besok. Biar Athar aku yang jaga, jadi Sri bisa istirahat biar cepat sembuh.
Athar memang suka tiduran di depan tv, mungkin lebih nyaman ya. Kita yang orang dewasa aja kalau bisa pengennya rebahan terus.
30 menit berlalu, ternyata Athar sudah ketiduran, untung tadi sudah ku suapi, jadi nanti malam tidak kebangun karena lapar.
Ku angkat pelan pelan tubuh mungil Athar, ku bawa ke kamar dan ku taruh pelan pelan juga, biar nggak kaget dan kebangun, berhasil juga.
"kok bangun, mau kemana?" tanyaku pada Sri, karena aku kaget tiba tiba dia duduk.
"mau ke kamar mandi" jawabnya sambil berjalan, tapi tangannya berpegangan pintu.
__ADS_1
Sepertinya dia benar benar sangat pusing. Langsung aku bangun untuk membantunya berjalan, takut kalai tiba tiba jatuh.
"yuk, sini aku bantuin, aku tuntun ya, jalan pelan pelan aja"
Ku antar sampai depan pintu kamar mandi, mau ku antar sampai dalam, tapi Sri nggak mau, katanya malu. Aneh kali ni orang.
Tak sampai 3 menit, dia membuka pintu. Ternyata cuma buang air kecil.
"besok ke puskesmas aja yuk, kita periksa" ajak ku sambil menuntun tangannya.
"nggak usah lah mas, ini di bawa istirahat pasti besok sembuh, kami tenang aja, nggak usah terlalu khawatir gitu, maaf ya , aku jadi nggak bantuin kami buat sempol ayam"
"udah nggak usah di pikirin, sekarang istirahat aja, kalau kamu tidur aku juga mau tidur"
"iya mas"
...----------------...
Saat sinar mentari pagi masuk melalui celah dinding kamar kami, artinya hari sudah mulai siang. Ku tengok istriku, ternyata dia nggak ada.
Aku langsung bangun, ku cari di kamar mandi nggak ada, di belakang nggak ada, di depan nggak ada. Kemana sih dia, kan lagi sakit kok malah pergi.
30 menit ku tunggu, akhirnya Sri pulang juga.
"kamu dari mana sih ma, lagi sakit juga malah pergi pergi, kalai jatuh gimana? aku cari kemana mana nggak ada" langsung saja ku omelin dia, biar nggak kebiasaan bikin bingung.
"iya aku emang lagi sakit, tapi aku cuma pengen ngeliat buah di kebun, ada yang hilang lagi enggak, eh alhamdulillah enggak. Jadi aku langsung pulang, maaf ya"
"lagi sakit juga malah mikirin kebun, udah kamu istirahat aja yang tenang di rumah, nanti biar aku yang lihat"
"emang kamu nggak jualan?"
"enggak, aku mau jagain Athar sama kamu di rumah, hari ini aku libur, nggak tega ninggalin kamu yang lagi sakit di tambah jagain Athar"
"ohhh.. ya udah, aku mau nyuci baju dulu ya"
"nggak usah, kamu istirahat aja di kamar, tidur biar cepat sehat" langsung saja ku tuntun dia ke kamar, biar nggak bandel.
"atan au atan elung oyeng pa" (athar mau makan telur goreng pa)
__ADS_1
"ohh anak bapa mau sarapan, udah laper yaaa, sebentar bapa gorengin dulu yaa"
Ku ajak athar keluar dari kamar, biar nggak gangguin Sri. Kasihan dia, lemes gitu badannya. Tapi lagi sakit kok bisa bisanya mikirin kebun, pulang mau nyuci baju juga, dasar perempuan.