
Flash back 4 tahun lalu, saat aku dan Mas Udin akan menikah.
3 bulan lagi, aku dan Mas Udin sudah menentukan tanggal pernikahan. Kesibukan menyiapkan semuanya membuat kami jarang bertemu, maklum rumah aku dan Mas Udin cukup jauh meskipun masih 1 kota. Perjalanan untuk ke sana menggunakan motor pun harus di tempuh dengan waktu 2 jam, itu pun sudah termasuk cepat. Tapi meskipun jarang bertemu, kita selalu menyempatkan waktu untuk telfon atau pun video call.
'hallo mas, lagi ngapain?'
'iya halo dek, ini lagi nyiapin surat surat buat nanti senin daftar di kua, kamu belum ngantuk? besok kerja pagi kan? sana tidur aja dulu biar besok bangunnya nggak kesiangan' katanya sambil ku lihat dia sedang memilih milih banyak kertas kertas.
'huwaahhhh iya nih udah mulai ngantuk, aku tidur dulu deh, daaaaa, muah'
'iya udah dulu yaa, muahh'
Ku tutup sambungan video call dengan Mas Udin, maklum masih pacaran jadi bawaan nya masih alay dan lebay gitu, hahaha.
"bismikallahuma ahya wabismika amut... aamiin"
Selalu ku biasakan untuk berdoa sebelum memejamkan mata, biar tidak mimpi buruk juga, mengingat aku agak penakut juga.
'Kriiiiiiiiiing kriiiiing kriiiing'
Aku terkejut saat mendengar alarm di handphone ku. Langsung saja aku duduk dan ku matikan alarmnya, ku lihat sudah jam 5 pagi.
"Kayaknya baruuuu aja merem ini mata, udah langsung pagi aja" gerutuku sambil keluar kamar dengan membawa handuk.
"hemmmm baunya enak banget si bu... masak apa si?" kataku sambil menengok ibuku di dapur, sudah menjadi kebiasaanya ketika bangun pagi akan langsung masak, buat bekal aku kerja. Dan biasanya lagi, saat aku bangun nasi dan sayur sudah di tata rapi di wadah bekal nasiku. Bahagianya aku menjadi anak satu satunya, tidak akan ada yang iri ketika ibu selalu menyiapkan makanannya untukku.
Selesai mandi aku langsung pergi ke meja makan untuk sarapan. Aku senang, mau sebanyak apapun aku makan, jarang sekali berat badanku naik, badan tetap kecil segini gini aja.
Ketika semua udah siap, aku langsung memakai sepatu dan memanasi motor pink kesayanganku. Mio M3 keluaran 2016, meskipun hanya motor second, tapi aku bangga karena aku bisa membelinya dengan cara di cicil. Mana mungkin cash, ya kali cuma buruh pabrik bisa punya uang banyak, hehe.
"Bu, udah jam 6 aku berangkat dulu, biar bisa lebih santai bawanya" kataku sambil mencium takzim punggung tangannya.
"assalamualaikum..."
"iya hati hati, waalaikumsalam..."
__ADS_1
Aku memang harus berangkat pagi karena perjalanan dari rumah sampai pabrik cukup jauh, 20 menit jika ngebut. Mana di pabrik jam 6.50 sudah bel masuk, kalau telat langsung potong gaji pastinya.
Mumpung masih pagi, ku lajukan motorku dengan santai. Kadang takut juga kalau ngebut, soalnya jalanan sangat ramai berbarengan dengan berangkatnya siswa siswi ke tempat sekolahnya.
"Kok rame banget yaaa, biasanya nggak rame rame banget, apa ada penambahan karyawan ya" gumamku sambil memarkirkan motorku di tempat parkiran.
Nah capeknya berangkat kerja tuh disini, tempat parkir sampai ke dalam tempat kerja tuh agak jauh, mana nanjak lagi, kalau santai bisa sampai 7 menit jalan kaki ke atas.
"tumbeennnn pagi, biasanya juga mepet bel baru keliatan hidungnya, hahaha" kata temanku yang sudah lebih lama di pabrik ini.
Di pabrik ini hampir ada 700 karyawan, jadi aku kadang nggak hafal nama nama orangnya, aku hanya faham wajahnya.
Saat sampai di tempatku duduk, kami semua pasti bersalam salaman, biar lebih akrab. Tapi ada 1 orang asing disini yang ku lihat. Sepertinya dia baru, tapi kok aku ngerasa kaya di liatin terus yaa, kan jadi salting alias salah tingkah, mana dia cowok lagi.
Setelah bel ke 2 berbunyi, kita semua melakukan pekerjaan sesuai bagiannya masing masing.
"panas banget ya hari ini, bawa minum nggak?" tanya teman perempuan itu.
"bawa dong, mau? aku ambilkan dulu ya" jawabku sambil pergi mengambil minum di bawah meja.
Jam 12.00 pun tiba dan bel istirahat berbunyi, aku lalu pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum makan.
Aku langsung menuju tempat dimana biasanya aku dan teman temanku makan, kita biasanya akan saling berbagi isi bekal. Siang ini menu ku sederhana, nasi putih dengan orek tempe dan sambal.
"mau icip nggak nih sambelnya, ibu aku yang buat, pasti enak..." kataku sambil naruh satu plastik sambel di tengah tengah kita.
"waaa mau dong, hemmmm enak nihhh"
"iya dong, siapa dulu yang buat, ibu aku hahaha"
jawabku sambil tertawa.
"iya iya percaya, anak mama....hahaha"
Begitulah kehidupan di pabrik, bertemu dengan banyak orang. Kalau baperan pasti nggak akan betah, soalnya disini orangnya kebanyakan bercandanya kelewatan.
__ADS_1
"ehh udah bel lagi tuh, udah jam 1. Yuk mulai kerja lagi"
Kami bersihkan tempat kami makan tadi, lalu berkemas dan siap untuk kembali bekerja. Biasanya kalau tidak lembur, aku akan pulang jam 3 sore. Kalau lagi ada lemburan kadang jam 4, paling sore jam 5. Aku belum pernah di ajak lembur sampai malam, kalau udah mencapai target ya udah, pulang.
Walaupun capek aku senang kerja di pabrik, karena setiap tanggal merah pasti libur. Sebelum aku kerja di sini, aku bekerja sebagai penjaga toko sepatu dan tas. Tapi aku nggak boleh minta libur di tanggal merah, karena kalau di toko setiap tanggal merah pasti akan ramai orang datang untuk berbelanja.
Tidak terasa bel pulang sudah berbunyi, sudah jam 3 pastinya. Aku langsung bersih bersih, cuci tangan dan wajah. Kemudian mengambil tas lalu bersiap pulang.
"Pulang sama siapa? sendiri?"
Tiba tiba cowok yang tadi pagi terus melihat ke arahku sekarang sudah berada di sampingku.
"haa, eh iya ini sendiri" jawabku gugup, karena kaget ya soalnya dia tiba tiba aja datang.
"bawa motor? kalau enggak sekalian sama aku aja" katanya dengan tingkat kepercayaan yang tinggi kalau aku pasti akan mau.
"iya bawa" jawabku singkat dan mencoba berjalan lebih cepat.
"kenalan dulu dong, aku Adi. Kamu siapa?"
Seketika aku langsung berhenti dan menoleh kepadanya, nggak ganteng ganteng amat, tapi nggak papa lah kalau cuma berteman. Toh aku juga mau nikah sebentar lagi.
"aku Sri, udah dulu... udah sore takut hujan"
Langsung ku stater motorku dan ku lajukan dengan cepat, dengan niat menghindar darinya.
Seperti biasanya aku selalu menyetel musik dan menyambungnya dengan earphone saat mengendarai motor sendirian.
Saat melirik ke spion aku kaget, ternyata Adi ada di belakangku. Padahal tadi aku udah jauh.
"Kok di belakangku sih, dia mau mengikuti ku atau memang rumahnya searah dengan rumahku" batinku sambil menambah kecepatan.
Saat di pertigaan ku lihat di spion, ternyata dia belok ke kiri.
"ahh ternyata aku sudah ke PD an dulu, hahaha, inget sri inget... kamu udah mau nikah, gantengan cowok kamu juga kali, hahah"
__ADS_1