
PoV Udin
Aku bingung mau memberitahu Sri, kalau pisang yang di samping rumah hilang, padahal tadi pagi masih ada, takut dia kecewa lagi.
"ah, aku punya ide, kadang guna juga punya otak haha"
...****************...
Ternyata menggantikan peran Sri, sebagai ibu rumah tangga berat juga, sangking sibuknya aku sampai tak sadar kalau ini sudah sore.
'kretek kretek kretek'
Beberapa kali ku goyangkan pinggangku sampai berbunyi kretek, biasanya akan sedikit meringankan rasa pegal ku.
"capek ya mas, kasihan... sini minum dulu, udah aku buatin teh manis hangat"
Aku yang sedang berdiri di depan pintu sedikit terkejut, karena tiba tiba Sri sudah di belakangku dan membawakan minuman untukku.
"hehe, capek sedikit kok ma, makasih ya , sini aku minum dulu"
"glek glek glek ahhhh, Masya Allah nikmatnyaaaa"
"kamu istirahat dulu aja, aku mau ke samping rumah, lihat pisang.. sepertinya udah bisa di petik kemudian di jual mas"
Aku yang sedang menikmati teh manis buatannya langsung berdiri menyusul Sri, soalnya aku belum bilang kalau pisangnya udah nggak ada.
"mas, astaghfirullah... lihat deh sini, pisangnya hilang lagi, padahal tadi pagi waktu aku ngecek, semuanya masih ada"
"ma... aku lupa belum bilang sama kamu, maaf yaaa" ucapku ragu.
"jadi mas udah tau, kok nggak bilang?" katanya mulai bergetar menahan tangis.
"eh eh, kamu jangan nangis, aku tuh mau bilang, maaf aku nggak ngasih tau kamu kalau pisangnya udah ku jual hehe, laku 30 ribu, emmm ini uangnya"
Dia yang hampir menangis kemudian bingung melihat uang ya aku keluarkan dari saku celanaku.
"siapa yang beli? Mbak Yati? kok tumben murah, padahal pisang yang ini jumlahnya lebih banyak dari yang kemarin mas"
Duh, kalau aku bilang yang beli Mbak Yati, nanti dia nanya terus aku ketahuan bohong, gawat lagi deh.
__ADS_1
"bbbuuu bukan ma, aku nggak kenal, yang beli bapak bapak udah tua gitu, aku nggak tega makanya aku jual ke dia" Ya, sepertinya berbohong lagi ada baiknya juga.
"owhh ya udah deh nggak apa apa, itung itung bantu ya mas" jawabnya, alhamdulillah lega sekali perasaanku.
"kamu nggak marah kan?" tanyaku kembali memastikan.
"enggak lah mas, aku ikhlas... kan kamu yang jual, kecuali di ambil orang la itu baru aku nggak ikhlas"
"eh, kamu udah sembuh? coba aku pegang jidatnya, alhamdulillah udah nggak panas" aku mencoba mengalihkan pembicaraan tentang pisang tadi, soalnya kalai terus terusan bohong, nanti aku grogi sendiri.
"alhamdulillah udah dong mas, kalau sakitnya kelamaan kan kasian kamu juga, makanya tadi aku nyuruh kamu buat istirahat, hehe" ucapnya dengan senyuman yang khas.
"ya udah yuk, masuk... udah mau maghrib, kita istirahat sama sama" ajak ku sambil merangkul pundaknya, menuntun untuk masuk ke dalam rumah.
Adzan maghrib akhirnya berkumandang juga, gegas ku ambil wudhu dan melaksanakan sholat 3 raka'at, ku selesaikan lalu bersimpuh dan menengadahkan kedua tanganku kepada Robb ku.
"Ya allah, lindungilah kebun istriku dari orang orang jahil yang maunya makan gratisan, kecuali dia meminta sendiri, pasti kami akan lebih ikhlas ya Allah... Ya Allah, tolong beri kami petunjuk untuk mencari tahu, siapa orang yang sudah beberapa kali mengambil buah dan sayur milik kami, mudahkan lah kami ya Allah, aamiin..."
Baru juga selesai, aku mendengar kentongan di pos ronda berbunyi sangat keras dan cepat. Itu biasanya suara untuk memberitahu warga, bahwa sedang ada maling.
"maliiing maliiiiing.... itu malingnya tangkap... maliingggg"
"mas , itu warga pada teriak maling, sana kamu keluar ikut bantu" belum sempat aku pamit, Sri sudah lebih dulu menyuruhku.
"iya ma, ini juga aku mau keluar... semua pintu di kunci yaaa... jangan di buka kalau aku belum pulang, aku pergi dulu assalamualaikum" kataku sambil berlari membawa senter.
"iya mas hati hati, waalaikumsalam"
......................
PoV Sri
Setelah Mas Udin keluar, aku langsung mengunci pintunya. Pintu belakang dan semua jendela pun aku cek kembali, sudah terkunci dan aman. Sekarang aku hanya tinggal menunggu kepulangan Mas Udin untuk menanyakan hasilnya.
"ma... bapa ana?" (ma... bapa kemana?) tanya Athar yang sepertinya bingung tadi melihat bapanya lari keluar rumah.
"bapa mau nangkap nyamuk, biar nggak menggigit Athar, Athar takut si? kita tunggu di rumah aja ya sayang"
"hiii atan atut amuk, atut" (hiii Athar takut nyamuk, takut)
__ADS_1
Biar dia lupa, aku langsung mengajaknya untuk makan, karena biasanya Athar kalau sudah makan malam akan mengantuk dan tertidur.
"Athar, makan yuk... Athar mau makan sama apa?"
"ayok, atan au mamam nasyi oyeng" (ayok, Athar mau makan nasi goreng)
"oke, tunggu dulu yaaa... mama buatin nasi goreng yang paling enak"
Tak sampai 5 menit, 1 piring nasi goreng khusus untuk Athar sudah siap. Ku bawa ke depan tv, ku suapi dengan telaten. Akhirnya habis juga, terakhir minum air putih.
"Athar udah ngantuk belum? kalau udah kita buang air kecil dulu yuk, terus tidur. Biar nggak di gigit nyamuk" rayuku sengaja ingin mempercepat jam tidur Athar, karena sekarang baru saja isya.
"hiii iya ayok ma, atau au bobok, atut ikit amuk, hiii" (hiii iya ayok ma, Athar mau bobok, takut di gigit nyamuk, hiii)
Setelah buang air kecil, langsung ku bopong ke tempat tidur, ku temani, ku elus elus jidatnya, pantatnya, tangannya sampai tanganku pegal. Tapi alhamdulillah akhirnya tidur juga. Maklum, biasanya tidur jam 8 malam.
Aku sebenarnya ingin ikut memejamkan mata, tapi entah kenapa mengingat Mas Udin pulang, aku tak jadi mengantuk, aku takut Mas Udin kenapa kenapa.
"Ya Allah... lindungilah selalu suamiku Mas Udin, dimanapun dia berada... aamiin"
Sudah hampir jam 9, kok Mas Udin belum pulang pulang juga ya. Aku mencoba mencari kontak di aplikasi hijau, untuk menanyakan perihal suaminya yang mungkin ikut tapi belum pulang juga, hanya memastikan.
'Mbak, tadi suamimu ikut ngejar maling nggak?'
`ting`
'iya mbak ikutan, tapi kok lama banget ya nggak pulang pulang, masa iya belum ketemu sih malingnya'
'iya mbak, Mas Udin juga belum pulang, semoga mereka semua baik baik aja ya mbak' kirim.
`ting`
'iya mbak aamiin'
Setelah mengetahui bahwa memang para suami suami belum pada pulang, akhirnya aku tenang.
Karena bosan, aku iseng iseng menonton insta story teman temanku.
'ini dia malingnya yang suka nyuri apa aja. Sayur, buah bahkan bunga pun dia curi, tapi kata polisi pelakunya ODGJ'
__ADS_1