
Bab 23
Hewan-hewan itu menyerang secara bersamaan ke arah Lewis dan ketiga temannya. Mendapat gempuran secara bersamaan dari makhluk itu membuat mereka pasrah dan mulai menembakkan sering JN23 yang dibuat bentuk kapsul peluru yang dipasangkan dengan pistol khusus. Hewan yang terkena tembakan serum JN23 itu langsung jatuh tersungkur dan tidak lama kemudian hewan itu kembali normal.
Hal yang aneh pun terjadi kepada hewan-hewan yang menghirup bunga bangkai itu. Mereka menjadi jinak dan kembali normal seakan tadi cuma amukan sesaat.
Tentu saja ini membuat Lewis dan ketiga temannya tercengang. Kemudian mereka merasa senang dan tenang saat hewan-hewan itu tidak jadi menyerang.
"Apa mereka tidak akan menyerang kita lagi?" tanya Hilda sambil melihat ke arah hewan-hewan yang sedang bermain dengan temannya.
"Sepertinya mereka tidak akan mengamuk selagi ada bunga bangkai didekatnya," jawab Lewis sambil memperhatikan tingkah hewan-hewan itu.
Keempatnya memperhatikan keadaan sekitar. Apa masih ada bunga bangkai atau tidak yang bisa mereka ambil lagi.
"Kenapa tidak kita kembang biakan bunga bangkai ini? Kalau kita membudidayakan tumbuhan ini agar tumbuh dengan banyak, lalu di tanaman di sini, pasti akan banyak membantu hewan-hewan di sini agar tidak mengamuk," tanya Armando sekaligus memberikannya sebuah ide.
__ADS_1
Lewis dan yang lainnya pun membenarkan ucapan Armando. Jika ingin mendapatkan banyak bunga bangkai, kenapa tidak membudidayakan tumbuhan itu. Apalagi dengan adanya bunga langka ini bisa membawa keadaan di hutan, maka sebaiknya dibantu dalam proses memperbanyak di sini.
"Jika bunga ini dikembangkan di dunia kita, itu akan beresiko nggak?" tanya Hilda.
"Tidak tahu. Tapi, sebaiknya kita coba periksa dan cari tahu tumbuhan ini bisa tumbuh dengan cara apa?" Jawab Lewis.
Dikarenakan keadaan dunia asli mereka sedang dalam keadaan genting. Maka Lewis dan teman-temannya sesegera mungkin untuk kembali ke dunia mereka.
***
Keempat pemuda itu kembali ke dunia mereka dan waktu sudah berlalu sehari. Mereka membawa dua buah bunga bangkai dan itu membuat Aiden dan Profesor Enzo merasa sangat bahagia.
"Kalian memang para kesatria hebat kebanggan Kota El Dorado!" puji sang walikota.
Maria, Aron, Aiden, dan Profesor Enzo begadang membuat bom JN23 dan peluru kapsul JN23. Ada juga yang berupa bentuk kapsul berukuran besar. Ini cara menggunakannya dengan disuntikan langsung ke objek.
__ADS_1
Malam hari Lewis dan teman-temannya pergi ke arah Timur kota El Dorado. Tadi di laboratorium baru dapat 20 bom JN23 dan 200 peluru JN23. Mereka harus membagi bersama tim militer yang akan pergi ke tengah pusat kota.
"Sebisa mungkin lemparkan bom saat banyak sekali zombie. Mereka yang terkena serum ini biasanya akan berubah menjadi abu," kata salah seorang pimpinan militer.
Sekarang pihak militer pun hanya bersisa beberapa orang saja. Rekan mereka banyak yang berubah menjadi zombie saat melakukan pemberantasan di saat senjata untuk melawan musuh menipis.
"Apa anggota militer tinggal bersisa tujuh orang?" tanya Gaby kepada Lewis.
"Mungkin. Aku tidak begitu tahu," jawab anak dari pasangan Aron dan Maria itu.
Penduduk yang selamat juga tinggal beberapa ratus ribu saja saat ini. Tidak ada tenaga bantuan dan senjata yang dikirimkan oleh pemerintah pusat membuat warga Pulau Artac terancam punah. Mereka sakit hati atas perlakuan tidak adil ini. Selama ini penduduk pulau itu selalu memberikan penemuan-penemuan bermanfaat untuk penduduk di negaranya. Khususnya warga kota El Dorado yang memiliki otak cerdas dan jenius. Mereka semua senang jika barang temuan yang mereka hasilkan menjadi barang yang sangat berguna dan memberikan manfaat bagi manusia. Namun, di saat keadaan mereka genting tidak ada yang mau menolong. Mereka justru malah mengisolasi penduduk pulau dari dunia luar.
"Ayo, kita berangkat sekarang! Basmi zombie sebanyak mungkin," ajak Lewis.
"Ayo, kita bebaskan pulau ini dari zombie!" Gaby berteriak dengan penuh semangat.
__ADS_1
***
Apakah zombie-zombie di Pulau Artac akan benar-benar musnah tidak bersisa? Ikuti terus kisah mereka, ya!