Knight Of Zombie Slayer

Knight Of Zombie Slayer
Bab 29. Rencana Baru


__ADS_3

Bab 29


"Lihat, mereka membawa apa?" tanya Gaby dan membuat ketiga temannya ikut memperhatikan benda yang dibawa dengan cara digotong bersama-sama.


"Tangga? Untuk apa mereka membawa itu?" tanya Hilda tercengang.


Para zombie datang berbondong-bondong menuju ke benteng tempat berlindung warga yang masih sehat. Mereka membawa tangga untuk memanjat agar bisa naik ke dalam benteng.


"Sebaiknya segera kita serang sebelum mereka melakukan tujuannya!" perintah Lewis.


Booom! Booom! Booom! Booom!


Graaaaw! Graaaaw! Graaaaw!


Keempat remaja itu pun langsung membom zombie yang berjalan cepat ke arah mereka. Hampir setengahnya habis berubah menjadi abu. 


"Serang lagi!" teriak Armando.


Boom! Booom!


Graaaaw! Graaaaw!


Mereka melancarkan serangan kembali dan para zombie itu berubah menjadi abu. Namun, masih ada zombie yang selamat dari ledakan bom JN23 itu. Mereka berlari ke arah benteng. Berbeda dengan tadi saat di tengah kota yang langsung berlari menyelamatkan diri dari serangan bom, kali ini para zombie itu terus berlari ke arah benteng seakan ada sesuatu yang mereka inginkan di dalam benteng ini.


Dor! Dor! Dor!

__ADS_1


Lewis dan Armando menembaki zombie yang tersisa dengan peluru JN23. Keempat remaja itu ganti metode serangan dengan menembaki makhluk itu karena posisi mereka yang tercerai berai.


"Apa mereka sudah habis?" tanya Gaby yang tampak kelelahan.


"Sampai kapan ini terus terjadi. Rasanya lebih baik kalau kita semua meninggalkan pulau ini," lanjut Hilda yang merasa sudah muak dengan keadaan di Pulau Artac ini.


Tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Penduduk yang terus saja berubah menjadi zombie. Mereka setiap hari harus memusnahkan makhluk-makhluk itu dengan berperang semalaman.


"Bersabarlah. Semua akan segera berakhir. Bukannya di bagian pulau sudah tidak ada zombie. Mereka kini justru berkumpul di satu tempat dan entah kenapa mereka semua datang menuju ke sini. Ini justru mempermudah kita untuk memusnahkan semua zombie jika berada di satu tempat," jawab Lewis dan dibenarkan oleh Armando.


Zombie sudah tidak terlihat lagi di kawasan mereka. Tidak lama kemudian pasukan militer datang memasuki benteng. Mereka memberikan laporan kepada Walikota Adams Smith apa saja yang sudah terjadi kepada mereka.


"Kami juga mengalami yang sama seperti kalian. Bagaimana ini bisa terjadi? Mereka bersembunyi dalam kelompok besar lalu bergerak ke suatu titik," kata ketua tim militer.


"Aku ingin bertanya apakah di antara kalian ada yang pernah bersentuhan dengan getah dari batang pohon “itu”?" tanya anggota militer lainnya.


"Apa hubungannya dengan cairan getah pohon “itu” dengan berkumpulnya para zombie?" tanya Aron penasaran.


"Maafkan aku Tuan Aron. Tadi tanpa sengaja kaki aku tersandung kaki meja di mana cairan getah itu tersimpan. Tanpa sengaja ada sedikit cairan getah itu yang tumpah. Lalu, aku lap menggunakan sapu tangan. Saat aku berpatroli tempat yang aku datangi sangat banyak zombie. Seakan mereka berkumpul untuk menyerang aku. Sementara itu, tempat yang didatangi oleh teman-teman tidak ada satu pun zombie," ucap ketua tim militer.


"Kami semua melawan para zombie. Karena persenjataan kita habis, maka kami memutuskan untuk kembali dahulu untuk membawa persenjataan lagi. Saat kami kabur dengan mobil mereka berlari mengikuti kami. Aku tanpa sengaja menjatuhkan sapu tangan yang tadi aku gunakan untuk mengelap cairan getah. Ternyata sapu tangan aku berubah menjadi kuning kehitaman. Entah kenapa aku langsung membuang sapu tangan itu ke luar jendela. Ternyata para zombie memperebutkan sapu tangan itu dan tidak mengejar kita lagi," lanjut ketua tim militer.


Semua orang yang ada di sana tentu saja merasa terkejut. Mereka pun berpikir kenapa hal itu semua bisa terjadi.


"Bagaimana kalau kita melakukan uji coba dengan cairan getah itu di suatu tempat? Apakah para zombie itu akan datang secara berbondong-bondong?" Aiden memberikan sebuah ide.

__ADS_1


"Tidak ada salahnya kita mencoba. Senjata yang kita miliki juga sudah banyak. Masih ada waktu satu jam sampai matahari terbit. Jadi, apa sekarang saja kita melakukan hal itu, atau nanti malam?" Aron sependapat dengan Aiden.


Mereka pun berunding dan memutuskan untuk memulai melakukan siasat itu nanti setelah matahari terbenam. Namun, sekarang bukan hanya keempat remaja itu dan tim militer yang turun tangan melawan para zombie. Warga juga akan ikut terlibat memberikan serangan di atas benteng.


***


Siang hari Lewis dan Armando menelusuri jalanan Kota El Dorado. Mereka mencoba memancing para zombie yang ada di jalur kereta bawah tanah. Mereka meneteskan cairan getah itu pada selembar kain, lalu dia lem benda itu agar menempel di lantai. Tadinya mereka ingin mencoba meletakan cairan itu pada sebuah wadah kecil, tetapi Aron melarang hal itu. Karena setelah dilakukan uji coba kepada tikus yang diubah menjadi zombie. Cairan itu bisa membuat zombie semakin kuat dan buas. 


"Lihat, mereka mulai berdatangan!" bisik Armando sambil menunjuk dengan menggunakan bibirnya.


Lewis terus memperhatikan keadaan di sekitar tempat jebakan diletakkan. Para zombie bermunculan dengan berlari atau berjalan cepat. Ternyata banyak zombie yang datang ke titik di mana kain itu diletakkan. 


Tanpa membuang waktu Lewis dan Armando membom mereka semua dan berubah menjadi abu. Umpan mereka benar-benar berhasil. Setelah itu mereka pun kembali ke laboratorium dan memberi tahu apa yang terjadi tadi.


***


Setelah beristirahat cukup semua orang kini bersiap-siap di posko masing-masing. Ada sepuluh titik tempat yang sengaja di jadikan tempat penyimpanan umpan. Mereka sudah meletakan itu semua sebelum matahari terbenam. Tentu saja agar para zombie langsung datang ke titik-titik itu begitu waktu memasuki malam hari.


Aron dan yang lainnya juga berhasil membuat 500 bom JN23 lagi sejak subuh sampai sore hari. Hal ini untuk berjaga-jaga takut senjata mereka akan habis, sedangkan musuh masih ada. 


"Apa kalian sudah siap?" tanya Walikota Adams Smith yang akan memimpin para warga untuk ikut berperang melawan zombie.


"Kami sudah siap!" jawab mereka dengan penuh semangat.


***

__ADS_1


Apakah rencana mereka akan sukses? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2