
Bab 31
"Kita akan bolak-balik. Setiap orang membawa empat bunga jadi kita harus bergerak cepat saat berada di dunia sana," ucap Lewis.
Keempat pemuda itu berjalan memasuki gate sambil membawa bunga dan sekop. Saat memasuki dunia Dungeon lagi hutan sudah hampir sepertiga tertutup oleh si bunga cantik berwarna merah itu. Mereka pun berpencar untuk menanam bunga bangkai. Untuk Gaby dan Hilda menanam di dekat pintu masuk ke Dungeon. Sementara itu, Lewis dan Armando memasuki area hutan lebih jauh lagi.
Jika sudah selesai menanam keempat bunga itu, mereka segera kembali ke dunia asal dan mengambil lagi bunganya. Begitu terus bolak-balik tanpa mengenal waktu. Sampai ke-113 bunga itu berhasil di taman di seluruh hutan itu.
"Kalian membutuhkan waktu selama lima hari untuk menanam semua bunganya," ucap Aron.
"Apa? Lima hari," ujar Gaby tidak percaya.
"Padahal aku merasa baru saja beberapa jam di sana," lanjut Hilda dan dibenarkan oleh yang lain.
__ADS_1
"Jadi, bagaimana keadaan di dalam Dungeon saat kalian datangi tadi?" tanya Aiden penasaran.
"Hutan sudah tertutup oleh tumbuhan merambat itu hampir dua pertiga. Tapi, pertumbuhan bunga bangkai itu juga sangat baik. Sudah banyak hewan-hewan yang memilih berada di sekitar bunga itu," jawab Lewis.
"Aku juga sudah membakar akar tanaman merambat itu. Tadi tanpa sengaja aku melihatnya. Jadi aku potong lalu aku bakar agar tidak bisa tumbuh terus," ucap Armando dan diberi pujian oleh Aiden dan Aron.
Setelah itu kedua orang dewasa yang ada di sana memulai penghancuran tenaga listrik. Lalu, ruangan itu di bakar untuk menghilangkan kekuatan medan magnetnya. Mereka juga memadamkan api setelah beberapa saat agar api tidak menjalar ke tempat lain atau lantai di atasnya.
Kepulangan Lewis dan teman-temannya di sambut gembira oleh penduduk kota. Mereka juga sudah ikut berjuang bersama anggota militer setiap hari menelusuri semua tempat yang ada di pulau itu. Sudah dipastikan tidak ada lagi zombie di sana.
"Ada kabar gembira bagi kita. Pemerintah dari negara Dazzleville akan menjadikan kita sebagai rakyat mereka. Kita akan memiliki hak yang sama dengan penduduk asli negara itu. Sebagai gantinya mereka ingin kita memajukan teknologi dan ilmu teknologi di negara itu. Apa kalian setuju?" tanya Walikota Adams Smith.
Para warga Kota El Dorado yang hadir di sana menyambut baik kabar ini. Warga yang bersisa sekitar 150 ribu jiwa lagi. Mereka akan di angkut oleh beberapa helikopter militer negara itu. Meski sedih harus meninggalkan pulau kebangaaan mereka, tetapi itu adalah satu-satunya cara mereka melanjutkan hidup.
__ADS_1
"Aku mendapat kabar dari temanku, katanya pemerintah pusat akan mengirimkan bantuan ke sini," ucap Maria.
"Aku rasa mereka bertindak seperti itu karena mendengar kabar dari negara Dazzleville yang akan menolong kita dengan tawarannya," ujar Aron.
Para warga menolak ikut bergabung ke pemerintah pusat. Mereka memilih menjadi warga baru di negara Dazzleville. Sakit hati masih membekas dan tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup. Di mana mereka mengalami ketakutan, kelaparan, dan ancaman, tetapi pemerintah pusat seakan menutup mata dan telinga.
Keesokan harinya datang beberapa helikopter militer ke Pulau Artac. Sehari akan ada empat gelombang pengangkutan warga. Mereka memindahkan semua warga itu selama dua hari. Setelahnya Pulau Artac berubah menjadi pulau tak berpenghuni.
Lewis dan teman-temannya masuk sekolah di sekolahan elit dan langsung menjadi bahan pembicaraan di kalangan para murid. Kejeniusan mereka dan pengalaman saat melawan zombie membuat semua orang menjadi penasaran.
Semua warga Kota El Dorado cepat berbaur dengan penduduk asli. Mereka banyak membantu dengan kemampuan otak yang memang bisa dikatakan cerdas atau jenius. Setelah beberapa bulan berada di dalam ketakutan, kini mereka merasakan hidup bahagia.
TAMAT
__ADS_1
***
Terima kasih sudah membaca karya aku ini. Sampai bertemu di karya aku berikutnya.