
Bab 30
Tidak terasa waktu sudah memasuki malam hari. Para zombie mulai berdatangan ke titik yang akan menjadi akhir bagi mereka. Apa warga sipil yang baru pertama kali ikut melakukan pembasmian zombie merasa deg-degan dan takut.
"Kalian harus menenangkan diri dan jangan sampai salah sasaran saat membidikkan peluru atau bom kepada musuh nanti," ucap Walikota Adams Smith.
Warga pun paham dan mereka saling menguatkan. Bagaimanapun juga semua harus berakhir malam ini atau setidaknya perlawan mereka malam ini harus sukses.
Grrrrr! Grrrrr! Grrrrr!
Zombie yang datang sudah banyak dan mencoba mengambil kain yang sudah dilumuri oleh getah. Kain itu sengaja di simpan di sebuah kotak berlubang dan di tanam sebagian di dalam tanah. Makhluk-makhluk itu mencari keberadaan benda yang sudah dilumuri oleh cairan getah. Mereka bisa menciumnya, tetapi tidak bisa menemukannya.
"Sebaiknya kita Bom sekarang!" titah Lewis kepada salah seorang anggota militer lewat earphone.
Mereka berpencar ke sepuluh titik. Setiap titik di tempatkan seorang yang tubuhnya kebal terhadap virus zombie. Mereka akan melakukan serangan dan para warga yang ada di benteng akan ikut membantu sesuai dengan instruksi.
Booom!
Di waktu yang bersamaan terdengar bunyi bom JN23 meledak. Para zombie langsung mengeliat dan menggelepar lalu berubah menjadi abu. Dalam sekali serangan itu banyak zombie yang musnah.
"Serang dengan bom!" teriak Armando kepada warga yang ada di atas benteng.
Booom!
Mereka melemparkan bom ke arah zombie yang masih bersisa. Banyak zombie yang berubah menjadi abu. Lalu, zombie yang mencoba menghindari serangan ditembaki dengan menggunakan peluru JN23.
Suara tembakan dan auman kesakitan dari zombie meramaikan keadaan malam itu. Tidak sampai dua jam, semua zombie yang tadi berdatangan dan berkumpul di sana sudah habis.
Tentu saja banyak warga yang bersorak-sorai bergembira melihat musuh mereka habis. Namun, mereka kembali tercengang saat melihat banyak zombie yang kembali berdatangan ke sana.
"Ayo, kembali ke posko masing-masing!" perintah Walikota Adams Smith.
__ADS_1
***
Sementara itu, di rumah kaca Maria sedang memperhatikan hasil mengembangbiakan atau membudidayakan bunga bangkai. Semua tempat itu sudah di penuhi bibit bunga bangkai yang sudah tumbuh. Untuk mempercepat pertumbuhan bunga, wanita itu memang memberikan pupuk penyubur agar cepat membesar. Ada sekitar 113 bunga yang berhasil dia budiyakan di sana.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Aron saat mendatangi Maria di rumah kaca.
"Sesuai harapan kita. Mereka bisa tumbuh dengan baik dan cepat besar," jawab Maria.
Ukuran bunga rata-rata sudah berdiameter sekitar 30-32 sentimeter. Warnanya juga lebih indah dan mengkilap dibandingkan dengan yang ada di dalam Dungeon. Mungkin karena sinar matahari bumi yang membantu prosesnya.
"Semoga semua ini segera berakhir. Nanti kita akan menanamkan semua bunga ini di hutan yang ada di dalam Dungeon," ucap Maria.
"Ya, aku juga sudah mendapatkan cara untuk menutup pintu menuju ke dunia sana," ujar Aron.
"Benarkah itu? tanya Maria.
"Ya. Tadi aku dan Aiden berhasil menutup gate yang ada di ruang bawah tanah gedung pembangkit listrik," jawab Aron.
***
Lewis dan semua orang yang terlibat dalam pembasmian zombie terus melakukan serangan. Mereka silih berganti membom dan menembaki makhluk-makhluk itu. Tidak sampai jam 22:00 sudah tidak ada lagi zombie yang mendatangi mereka.
"Sepertinya para zombie tidak ada yang datang kembali ke sini," ucap ketua tim militer.
"Apa itu artinya kita menang?" tanya salah seorang warga.
"Hore!" teriak semua warga yang ikut dalam pembasmian zombie malam ini.
Perasaan semua orang merasa senang dan tenang. Mereka sudah kembali dan berkumpul dengan warga yang lainnya. Terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah mereka saat mengetahui kalau malam ini banyak sekali zombie yang musnah.
Pihak militer berjaga malam ini. Mereka takut akan ada serangan susulan dari zombie. Sementara itu, Lewis dan teman-temannya beristirahat karena rencananya besok mereka akan menelusuri seluruh bangunan yang ada di pusat kota. Mereka tidak boleh menyisakan satu pun zombie di pulau itu.
__ADS_1
***
Keesokan paginya Lewis bersama ketiga orang temannya menelusuri bangunan-bangunan yang ada di pusat kota. Mereka berangkat setelah matahari terbit.
Sesuai dugaan mereka kalau masih ada zombie yang bersembunyi di dalam gedung-gedung. Namun, naluri mereka tidak bisa melawan wangi cairan getah itu. Mereka akan berkumpul di sekitar tempat cairan getah itu berada. Jika sudah banyak yang berkumpul, mereka akan dimusnahkan dengan cara di bom atau di tembak.
"Aku tidak menyangka kalau datang ke sekolah hanya untuk mencari zombie. Mana para zombie itu adalah teman sekolah kita lagi," ucap Gaby dengan sendu.
"Benar, betapa sedihnya aku saat melihat teman sendiri berubah menjadi zombie dan kita memusnahkannya," lanjut Hilda.
Baru sebagian bangunan yang mereka telusuri di dalam pusat kota. Matahari sebentar lagi terbenam dan harus kembali ke dalam benteng.
Sama seperti malam sebelumnya, mereka memasang perangkap di luar benteng. Mereka ingin memancing sisa para zombie yang masih bertahan.
Jebakan mereka malam ini juga berhasil. Ada zombie yang berdatangan ke sana, meski jauh jumlahnya dengan malam kemarin.
"Serang!"
Booom! Booom!
Pihak militer yang memimpin warga malam ini. Mereka bertempur sekitar dua jam dan setelah itu tidak terlihat lagi adanya zombie. Meski begitu mereka tetap waspada. Jika terlihat ada zombie, maka mereka akan langsung menembaknya dengan peluru JN23.
***
"Hari ini kalian akan pergi ke dunia Dungeon dan menanam bunga bangkai ini di sana. Ini satu-satunya bunga yang akan menetralkan hutan itu kembali. Setelah itu Aiden dan Aron akan menghancurkan portal menuju ke dunia itu sehingga tidak akan ada gate lagi menuju ke sana," jelas Maria dan mereka berempat paham.
Hanya saja bunga yang harus mereka tanam di dunia itu sangat banyak. Ada kemungkinan keempat remaja itu harus bolak-balik antara dunia mereka dengan Dungeon. Bungai bangkai juga di bawa menggunakan mobil truk menuju laboratorium Geofisika. Ukuran bunga yang besar dan berjumlah banyak mengharuskan menggunakan kendaraan itu.
***
Bagaimana keadaan Dungeon saat ini? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1