
Bab 24
Di luar gedung bank sudah banyak sekali zombie yang berkumpul. Makhluk itu berusaha masuk ke bangunan di mana Lewis dan teman-temannya berada. Mereka menabrakan dirinya bersama-sama untuk menghancurkan pintu kaca.
Keempat remaja itu dibuat shock oleh tingkah para zombie. Sekarang mereka tahu bagaimana caranya menghindari serangan agar tidak berubah menjadi abu. Bahkan mereka seakan paham bagaimana caranya untuk mengalahkan lawan. Makhluk itu juga bisa menyembunyikan keberadaannya dari lawan.
Grrrrr! Grrrrr! Grrrrr!
Zombie yang ada di dalam gedung kembali melancarkan serangan, dengan melemparkan kursi ke arah Armando dan Gaby, yang jaraknya lebih dekat dari mereka. Untung pemuda itu ahli beladiri dan berhasil menangkis kursi yang dilempar ke arahnya.
Dor!
Di waktu yang bersamaan Gaby menebak zombie itu. Lalu, berubah menjadi abu.
Lewis dan Hilda juga melawan dua zombie yang melompat ke arah mereka sambil membawa pipa besi. Pemuda itu berhasil menahan ayunan dari benda itu dengan sebelah tangan kiri. Lalu, sebelah tangan kanan menembak dengan menggunakan peluru JN23. Tidak perlu waktu lama makhluk itu pun musnah.
Dor! Dor!
Hilda menembak dua zombie yang hendak menyerang dirinya dengan Lewis. Gadis itu merasa puas saat melihat lawannya hancur menjadi abu.
Boom!
__ADS_1
Graaaaw! Graaaaw! Graaaaw!
Lewis melemparkan satu bom JN23 ke arah anak tangga. Banyak zombie yang musnah dengan serangan ini. Dia sebenarnya menunggu sejak tadi, moment di mana banyak zombie berkumpul. Mereka seakan ragu untuk menyerang saat melihat Gaby dan Hilda menembaki zombie yang mendekat. Ternyata mereka malah terdiam semua di anak tangga. Maka, Lewis memanfaatkan hal ini di waktu yang tepat.
"Apa mereka sudah habis?" tanya Gaby sambil mengarahkan sorot lampu senter ke arah tangga.
Prang! Prang!
Grrrrr! Grrrrr! Grrrrr!
Zombie-zombie di luar berhasil mendobrak pintu kaca. Mereka berusaha untuk masuk ke dalam gedung. Mereka berempat langsung melancarkan tembakan kepada makhluk itu.
Dor! Dor! Dor! Dor!
Graaaaw! Graaaaw!
"Pukul mundur dahulu sampai kita bisa melemparkan bom keluar!" pekik Lewis masih menembaki zombie yang hendak menjauh dari pintu kaca.
Booom!
Graaaaw! Graaaaw!
__ADS_1
Gaby melemparkan bom keluar di mana masih banyak zombie yang hendak melarikan diri dari tembakan Armando dan Lewis. Banyak makhluk itu berubah menjadi abu. Sisanya berlarian tidak tentu arah.
Booom!
Lewis berlari keluar dari gedung bank menuju ke seberang, lalu melemparkan bom JN23 ke arah pintu hotel. Dia merasa kalau di sana banyak zombie bersembunyi. Ternyata benar banyak sekali zombie di bangunan itu. Mereka berlarian mencoba menghindari ledakan bom meski terlambat. Akhirnya berubah menjadi abu juga.
"Hilda, apa kamu masih punya bom?" tanya Lewis.
"Tidak ada. Punya aku sudah habis," jawab gadis itu.
"Aku punya satu lagi," sahut Armando.
Lewis merasa senang masih ada satu bom masih mereka miliki. Saat ini hari masih malam menjelang dini hari. Waktu para zombie bebas berkeliaran. Dia takutnya nanti dikepung oleh makhluk-makhluk itu dan tidak ada senjata. Hal itu sangat berbahaya.
"Bagus. Simpan bom itu, jangan sampai kamu gunakan dahulu! Gunakan sebagai senjata pamungkas kita nanti," ucap Lewis.
Grrrrr! Grrrrr!
Para zombie itu kembali menyerang Lewis dan teman-temannya. Makhluk itu sekarang sudah bisa menggunakan barang di sekitar mereka menjadi senjata. Meski gerakan tubuh mereka tidak beraturan, tetap saja para zombie itu sudah bermutasi menjadi makhluk yang mulai bisa berpikir.
***
__ADS_1
Bagaimana nasib Lewis dan teman-temannya? Apakah mereka akan berhasil mengalahkan Zombie yang berjumlah banyak dengan senjata yang minim? Ikuti terus kisah mereka, ya!