Knight Of Zombie Slayer

Knight Of Zombie Slayer
Bab 28. Senjata Baru


__ADS_3

Bab 28


Mobil yang dikemudikan oleh Armando melaju dengan kencang dan sengaja menabrak zombie yang menghalangi. Mereka berpikir kalau bisa keluar dari kawasan itu. Ternyata dugaan itu salah besar. Makhluk itu berlari mengikuti laju kendaraan yang berusaha kabur dari sana.


"Hei, kenapa para zombie itu terus berlari mengikuti kita?" Gaby melihat ke arah belakang banyak sekali zombie yang berlarian dengan gerakan yang tidak seimbang. Meski begitu kecepatan larinya lebih cepat dibandingkan dengan dahulu.


Lewis berpikir kenapa tingkah zombie sekarang semakin aneh dan berbeda dengan zombie dahulu. Dirinya bertanya-tanya apa karena serum yang pernah diberikan kepada warga kota El Dorado untuk mencegah virus zombie pada tubuh mereka seperti yang terjadi kepada dirinya.


'Apa aku juga akan menjadi zombie seperti mereka jika suatu hari nanti berubah menjadi zombie?' batin Lewis.


Pemuda itu tidak mau kalau dirinya dan sisa penduduk Pulau Artac ada yang berubah kembali menjadi zombie. Sudah beberapa hari ini tidak ada manusia yang berubah menjadi zombie baru. Yang ada adalah manusia yang sempat berubah menjadi zombie bisa berubah kembali menjadi manusia sehat meski sampai sekarang masih dalam pengawasan dan diisolasi sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.


Grrrr! Grrrr! Grrrr!


Ada banyak zombie yang menyerang dari arah depan. Mereka melompat ke arah mobil. Armando kesulitan mengemudi karena kaca depan tertutup tiga tubuh zombie. Meski pemuda itu sudah berusaha membanting setir ke kanan atau ke kiri, tetap saja para zombie itu tiada hentinya silih berganti menempel di sana.


"Sebentar lagi kita akan keluar arena zona bahaya ini. Jangan sampai ada zombie yang berhasil masuk ke komplek tempat tinggal penduduk saat ini," ujar Lewis mengingatkan Armando.


"Aku tahu. Tapi, mereka sulit disingkirkan!" pekik Armando kesal karena makhluk-makhluk itu masih saja mengganggu.


"Para zombie yang menempel itu bukan hanya di kaca depan saja. Di belakang juga mereka berhasil ikut," tukas Hilda.


Lewis melihat ke arah belakang untuk mengetahui maksud ucapan sang kekasih. Ternyata ada tiga zombie juga yang berhasil berpegangan pada mobil.


"Kita putar arah ke kawasan hutan. Kita habisi zombie-zombie ini dahulu sebelum kita pulang!" Lewis memberikan arahan kepada Armando.

__ADS_1


Mobil pun berputar arah ke kawasan hutan di pinggir kota. Di sana mereka akan mengeksekusi para zombie itu.


Lewis turun seorang diri dengan memegang dua pistol di tangannya. Dia langsung menembak keenam zombie itu dengan cepat begitu mereka menyerang bersamaan.


Hilda menghembuskan napas karena merasa lega. Sang kekasih bisa mengeksekusi semua lawannya. Jujur saja dia tadi sempat merasa takut kalau terjadi sesuatu kepada Lewis. Hal ini karena para zombie sekarang kuat dan bisa menyerang dengan menggunakan senjata.


***


Mobil yang ditumpangi oleh keempat remaja itu berhasil masuk ke dalam benteng kota. Zombie belum bisa masuk ke sana. Mereka merasakan kelelahan yang luar biasa jauh berkali-kali lipat dari biasanya mereka berpatroli.


"Mereka sekarang sudah bermutasi menjadi zombie yang bisa menyerang dengan menggunakan alat. Bahkan aku merasa otak mereka bisa mengendalikan tubuhnya," ucap Lewis begitu sampai langsung memberikan laporan kepada para ilmuan di laboratorium.


Aron dan Maria tidak terkejut mendengar hal ini. Keduanya sudah menduga akan hal ini saat kemarin Lewis memberi tahu kalau ada zombie yang bertingkah aneh. Mereka juga mulai berpikir keras karena ada zombie yang bisa berubah kembali menjadi manusia setelah mendapatkan cairan hasil ramuan mereka.


"Kita baru saja menyelesaikan pembuatan 500 bom JN23 dan 2000 peluru JN23," ucap Aiden sambil membuka beberapa boks kontainer.


Mata keempat pemuda itu langsung berbinar. Jiwa semangat muda mereka kembali berkobar. Terlihat dengan jelas dari ekspektasi wajah mereka kalau sudah tidak sabar ingin menguji senjata baru itu.


"Bolehkah kita mencoba senjata ini?" tanya Armando dengan penuh harap.


Mereka berempat pun menaiki benteng dan mencari posisi yang nyaman untuk menembakkan bom JN23. Keempat remaja itu sudah siap menembak ke arah kerumunan zombie di luar benteng.


Booom! Booom! Booom! Booom!


Keempat remaja itu secara bersamaan menembakan bom secara bersamaan ke empat titik berbeda. Di mana tempat itu sedang banyak berkumpul zombie.

__ADS_1


"Wow, jarak tembakan bisa mencapai satu kilometer!" pekik Armando girang.


Lewis pun membenarkan hal itu. Dia juga bisa melihat titik yang menjadi bidikannya itu lebih dari 1000 meter jaraknya dari tempatnya saat ini. Bahkan pemuda itu harus melihat melalui teropong untuk melihat kedahsyatan ledakan bom barusan.


Hilda dan Gaby suka dengan senjata baru ini. Mereka bisa melawan musuh dari jarak jauh. Keganasan para zombie saat ini membuat kedua gadis itu kesulitan untuk melawan.


"Kita lempari bom lagi ke arah mereka. Ini kesempatan melihat mereka yang masih kebingungan ke sana ke mari tidak tentu arah," kata Lewis sambil menyiapkan bom kedua yang akan dia lemparkan.


Keadaan zombie di pusat kota itu layaknya lalat yang berterbangan ke sana kemari tidak tentu arah tujuan. Mereka terkejut dengan serangan yang tiba-tiba. Apalagi tidak ditemukan adanya manusia yang menjadi musuh bagi mereka.


Booom!


Lewis kembali menembakkan bom JN23 ke sebuah bangunan seperti gudang tidak terpakai. Pemuda itu membidik ke arah lubang jendela yang sudah memiliki lagi kacanya. Ternyata tidak lama setelah itu terlihat banyak zombie yang keluar dari tempat itu.


"Kamu melemparkan bom ke arah mana? Kenapa sembarangan memberikan serangan?" tanya Armando.


"Aku sengaja memilih tempat yang terlihat biasa, tetapi mencurigakan. Biasanya di tempat seperti itu banyak zombie bersembunyi," jawab Lewis sambil menyerahkan teropong kepada Armando.


Pemuda itu bisa melihat banyak zombie yang berubah menjadi abu begitu keluar dari pintu bangunan gudang. Kini Armando pun paham. Maka, dia pun melakukan hal yang sama dengan Lewis. Dia mengincar tempat yang diperkirakan sebagai tempat bersembunyi para makhluk itu.


Booom!


Armando meledakkan sebuah balai kota yang semua kaca jendelanya sudah hancur. Dia pun melihat lewat teropong bagaimana para zombie itu berubah menjadi abu.


"Hei, teman-teman! Lihat ke arah jam sepuluh banyak zombie berlari ke arah sini dengan membawa sesuatu," teriak Hilda.

__ADS_1


***


Apa yang dibawa oleh para zombie itu? Ikuti terus kisah mereka, ya! Jika ada kalimat tidak mengerti atau terulang kasih tanda, ya. Kayaknya terjadi eror lagi saat mengetik.


__ADS_2