
Bab 27
Grrrrr! Grrrrr! Grrrrr!
Para zombie itu menjadi semakin buas saat menyerang Lewis dengan teman-teman. Mereka mengayunkan potongan pipa, kayu, atau apa pun yang ada di sekitar mereka. Bahkan tiang petunjuk rambu-rambu lalu lintas dijadikan senjata oleh mereka.
Dor! Dor!
"Aaaaa, kenapa mereka semakin brutal?" teriak Gaby sambil menembaki para zombie yang mendekat sambil mengayun-ayunkan pipa besi.
Hilda menahan pukulan zombie yang memegang tong sampah. Lalu, dia tendang kuat perut makhluk itu sampai terjungkal. Tanpa menunggu waktu gadis itu langsung menembakkan peluru JN23 ke arahnya.
Berbeda dengan Armando yang memang jago beladiri. Pemuda itu sengaja mengambil tiang lampu PJU dan memukul mundur para zombie agar berada di satu tempat. Jika sudah begini akan mudah untuk melenyapkan secara bersamaan.
"Lewis arahkan mereka ke sini biar sekalian dimusnahkan!" teriak Armando sambil mengambil bom di dalam saku ransel.
Lewis pun mengikuti arahan Armando untuk menggiring para zombie ke sudut bangunan toko-toko yang ada di pojok dengan menggunakan pipa besi yang sudah dilumuri oleh serum JN23, di kedua tangannya. Setelah mereka terkumpul banyak, dia pun berlari dengan kencang karena temannya sudah bersiap melemparkan bom JN23.
__ADS_1
Booom!
Graaaaw! Graaaaw! Graaaaw!
Armando merasa puas karena jumlah zombie yang mati lumayan cukup banyak. Meski begitu masih banyak zombie yang berkeliaran di sekitar mereka.
Gaby dan Hilda menembaki lawannya dengan cepat. Kedua gadis itu tidak mau menjadi korban keganasan zombie.
"Mereka tidak ada habis-habisnya. Memang penduduk pulau ini ada berapa orang?" tangan Gaby masih menembaki zombie yang mendekat.
"Tidak! Peluru punya aku habis." Gaby merasa shock saat pistolnya tidak lagi melontarkan peluru JN23.
"Peluru aku habis!" Kali ini Hilda yang bicara nyaring.
Lewis dan Armando juga sudah kehabisan stok peluru. Tinggal yang ada di dalam pistol, itu juga entah berapa biji lagi.
"Apa kita kabur dulu?" tanya Lewis.
__ADS_1
Ketiga temannya terkejut mendengar pertanyaan dari Lewis. Selama ini mereka tidak pernah kabur dari medan pertempuran melawan zombie. Namun, keadaan mereka saat ini benar-benar terdesak.
"Kita kembali untuk membawa senjata dan bala bantuan. Sudah jelas di sini banyak sekali zombie. Jangan sampai mereka menguasai pemukiman yang masih tersisa untuk manusia yang masih sehat dan normal," lanjut Lewis.
Ketiga temannya paham maksud Lewis. Memang sekarang ini mereka tidak akan bisa memusnahkan para zombie itu. Jadi, percuma saja keberadaan mereka di sini tanpa bisa melakukan apa-apa.
"Ayo, kita pergi!" ajak Gaby sambil menarik tangan Hilda.
Keempat pemuda itu berlari masuk ke dalam mobil. Para zombie itu mengejar mereka. Bahkan Lewis hampir saja gagal masuk ke dalam mobil karena ditarik oleh dua makhluk itu. Untung tendangan dia kuat sampai lawannya dibuat tersungkur.
Grrrrr! Grrrrr!
Armando langsung menjalankan mobilnya. Dia tabrak semua zombie yang menghalangi jalan laju kendaraan itu. Gaby dan Hilda menjerit ketakutan saat makhluk itu menempel di kaca jendela mobil.
"Kalian pegangan yang kuat, aku akan menabrak makhluk-makhluk itu!" perintah Armando dan ketiga temannya langsung memegang pegangan dengan kuat.
Grrrr! Grrrr!
__ADS_1
Armando melajukan mobil dengan gerakan zig-zag, menabrak zombie-zombie itu.
***