
Setelah kepergian kedua kakaknya camberly di bantu mamanya mengelap tubuhnya, sedangkan papanya keluar untuk menerima telfon. Beberapa saat kemudian camberly telah selesai dan saat ini sedang sarapan di bantu mamanya.
Siang harinya kedua kakak camberly datang kembali untuk mengantikan kedua orang tuanya karena papa camberly ada kolega bisnis yang akan berkunjung ke perusahaan, bukan karena mementingkan pekerjaan namun ini permintaan dari putrinya, camberly tidak mau jadi beban untuk kedua orangtuanya, karena ia sudah sangat merepotkan saat sakit seperti ini.
Siang ini camberly mengajak untuk keluar kamar karena ia bosan berbaring terus. Kedua kakaknya membawa camberly ke taman rumah sakit untuk menghilangkan kebosanan adik nya. "Wahh kak lihat, bunganya sangat cantik" ucap kagum camberly melihat pemandangan indah di taman rumah sakit.
Setelah puas melihat lihat bunga bunga taman, camberly mengajak ke kamar karena ia merasa lelah dan ingin berbaring. "Kak kapan aku bisa pulang? Aku sangat bosan di rumah sakit terus" tanya camberly dengan muka di manyun manyunkan membuat siapa pun melihat nya gemas. "Sabar ya Cam, kamu harus sembuh total dulu, agar tidak akan menimbulkan penyakit lainnya" jelas Steveen dengan halus seraya menelus kepala camberly.
Perusahaan Markway
Pov William
__ADS_1
William sangat serius saat menatap layar komputernya membaca email tentang pembangunan vila di Singapura. Setelah jam istirahat makan siang ia teringat dengan Nona dari keluarga Tulalessy yaitu Camberly. Ia berkeinginan untuk mengajak dirinya makan siang bersama serta membicarakan kerjasama antara mereka.
William memutuskan untuk datang ke kantor Tulalessy untuk mengajak Nona camberly makan siang. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sesekali bersenandung di dalam mobil karena perasaanya terasa senang. Sesampainya di kantor Tulalessy Grup ia masuk dengan muka datarnya dan menuju repsesionis.
"Permisi saya mau tanya dimana ruangan Wakil Presiden? Saya ada urusan dengan beliau" ucap William dingin. Sang repsesionis terpana dengan ketampanan wajah William, lalu ia menjawab "Di lantai 24 tuan." ucap repsesionis dengan senyum jail. Tampa menatap repsesionis ia segera menuju lift khusus dan menekan angka 24 untuk menemui Nona Camberly. Sesampaianya ia di lantai 24 ia berjalan hingga sampai di pintu bertuliskan "Wakil CEO" ia mengetuk pintu dan mendapati seorang wanita namun bukan nona Camberly. Dia sekretaris pribadi camberly yaiti Felysian.
"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap sekretaris itu. William terdiam sejenak dan mulai menjawab "Ahh, saya mencari nona Camberly, apakah dia ada di dalam" ujar william dingin dengan muka angkuhnya.
Setelah mendengar jawaban sekretaris camberly William memutuskan kembali ke kantor dan mencari tahu keberadan sang pemikat hatinya. Sesampainya di kantor ia memanggil sekretaris Leo untuk membantu menyacari keberadaan pemikat hatinya.
Leo segera mencari tahu tentang nona Camberly Tulalessy yang menghilang dan tidak memberi kabar ke siapa pun, namun setelah berjam jam ia memutari komputer dan media lainnya ia tidak menemukan apapun tentang keberadaan Pujaan hati atasannya. Leo mengacak frustasi karena tidak mendapatkan info apapun. Leo menghampiri ruangan William untuk memberi kabar karena ia tidak bisa menemukan keberadaan ataupun info tentang nona camberly.
__ADS_1
"Apaa, kamu tidak bisa menemukan apapun? " tanya william dengan teriakan menglegar di ruangannya. Leo berusaha memberi penjelasan kepada william karena keluarga Tulalessy sangat teliti dan aman bila menyimpan rahasia sehingga secuil berita tentang keluarga nya tidak akan terekspos oleh dunia maya. Selagi keadaan Camberly belum pulih sepenuhnya, di lingkungan manapun akan di perketat keamanan nya oleh papa camberly untuk antisipasi keamanan putri tercintanya.
William frustasi saat ini, ia tidak tenang karena tidak bisa menemukan tambatan hatinya. Ia jadi tidak fokus dan mudah marah ke karyawan yang melakukan kesalahan sekecil apapun, di kepalanya teringat gadis pujaannya yang belum tahu keberadaanya.
Pov Felysia
Sepeninggal Tuan William Fely menghubungi tuan besar dan memberi kabar kedatangan CEO dari Markway. Ia menghubungi tuannya dalam telefon "Selamat Malam Tuan, maaf menganggu saya hanya ingin memberi tahu kalau tadi CEO dari perusahaan Markway datang ingin menemui nona Camberly, saya tidak tau apa yang ingin di bicarakan, karena setelah saya memberi tahu tentang nona, tuan William segera pergi , saya menduga kalau tuan William sedang mengorek info tentang keberadaan nona, karena saya lihat ada raut kekhawatiran di wajah Tuan William."jelas Fely panjang lebar.
Papa camberly menyudahi telfon dan menghubungi asistennya untuk menutup semua akses media agar tidak menyebarkan berita tentang kondisi putrinya, ia hanya ingin melindungi putrinya dan supaya fokus ke penyembuhan, dan segera pulih dan melanjutkan aktifitasnya.
------TO BE CONTINUED-------
__ADS_1