Kontrak Jadi Cinta

Kontrak Jadi Cinta
࿆⃧፝྅⃕ꦿ Episode 12


__ADS_3

Buat kalian yang menyemangati aupthor semoga sehat selalu dan panjang umur. Aminn.


Oke readers setia, Selamat membaca.


Setelah menghubungi orang kepercayaannya Stevan kembali ke ruangan Camberly, karena saat ini jam makan siang, ia mengajak adiknya untuk pulang kerumah, mengingat adiknya memiliki riwayat darah rendah takut akan pingsan bila terpapar sinar matahari terlalu lama. "Ayo cam kita pulang, makan siang di rumah aja ya, takut nanti kamu pusing nanti kalau kelamaan di luar" ajak Steven sambil menghampiri meja adiknya. Camberly hanya mengangguk dan merapikan mejanya yang banyak dokumen dokumen perusahaan.


Di dalam perjalanan tak ada obrolan apapun, mereka berdua fokus ke pikiran masing masing. Stevan fokus menyetir dan Camberly menghadap jendela menatap perjalanan dari jendela. Setelah tiba di rumah mereka langsung masuk ke rumah untuk makan siang, dan ternyata mommy Camberly sudah menghidangkan makanan di meja makan. Mereka menghampiri mommy dan saling menyapa "siang mommy" ujar Camberly sambil mencium pipi mommy nya.


Mereka melanjutkan makan siang dengan tenang tanpa ada obrolan. Selesai makan siang mereka melanjutkan bersantai di taman belakang rumah mereka yang cukup luas dan ada lapangan golf dan ada lapangan untuk badminton.

__ADS_1


"Kamu tidak kembali ke kantor lagi sayang" tanya mommy Gracita.


"Enggak mom, kakak menyuruhku untuk di rumah" jawab Camberly tanpa memalingkan pemamdangan dari depan yang sedang melihat danau kecil yang bikin menyegarkan mata kita.


Sedangkan stevan duduk tak jauh dari mereka sambil memainkan ponselnya, mungkin mengecek email dari asistennya.


Fyi : Tuan Roland adalah penerus dari keluarga Tulalessy, dan ia di karuniai 3 orang anak yang akan menjadi penerus dari dirinya. Ia sangat perhatian kepada dengan keluarganya, terlebih dengan putri cantiknya, Camberly adalah putrinya. Ia sangat menyayangi putri kecilnya, maka dari itu tuan Roland tidak membiarkan sekecil media apapun untuk meliput dirinya, karena Camberly sosok yang amat menarik perhatian dunia maya, akan mengakibatkan oknum tak bertanggung jawab menyebarkan rumor tak baik tentang dirinya, yang akan menyakiti hati putrinya. Tuan Roland seorang yang tegas, berpendirian, dan tak suka di bantah, namun ia tetap akan lembut bila kepada orang terkasihnya.


Detik, menit, jam, hari, minggu pun berlalu. Kerja sama antara perusahaan Tulalessy Grup dan perusahaan Markway telah usai. Dan membuahkan hasil yang memuaskan dan tentunya menguntungkan kedua belah pihak. Dan hari ini William mengajak Camberly untui lunch mengingat William merindukan sosok berwajah cantik yang statusnya hanya rekan kerja saja. Mereka janjian pukul 12.00 siang dan menempatkan di restoran pusat kota yang terkenal akan khas makanan timur tengah.

__ADS_1


William telah sampai terlebih dulu dari Camberly, dan tak lama ada seorang wanita cantik tak lumayan tinggi, bertubuh ramping dengan rambut di urai, ya dia Camberly ia berjalan dengan anggun dan terlihat aura wibawanya yang diturunkan dari papa nya, Tuan Roland.


William memilih meja di ruangan VVIP karena ia menghindari kebisingan dari para wanita yang punya tatapan menggoda. Setelah Camberly duduk di dekat nya pelayan mulai menghidangkan makanan istimewa dengan minuman kelas atas. Di sela makan William memulai obrolan mereka bertanya tentang kemana sebulan lalu perginya Camberly. Dan Camberly menjawab hanya liburan keluarga yang tak ingin ada gangguan orang luar. Seketika William mematung mendengar jawaban Camberly, benar dia hanyalah orang luar, tak sepantasnya bertanya hal hal pribadi orang lain. William mengutuk dirinya di dalam hati "dasar bodoh kau William" gumam dalam hati.


Mereka meninggalkan meja makan setelah mereka usai makan siang, Camberly yang di tunggu oleh supir nya segera masuk ke mobil, karena tidak enak membuat supir nya menunggu terlalu lama. Kedua sejoli ini meninggalkan restoran dan kembali ke perusahan masing masing.


Fyi : mungkin yang ada bertanya mengapa saya pilih penyakit darah rendah(Anemia), karena itu ada pengalaman di keluarga saya, yaitu nenek saya yang memiliki tekanan darah rendah. Beliau seorang buruh tani, bila ia berada di sawah, kan di sawah panas kan kalau sing hari? Nah ia sering merasa pusing bila kepanasan tertalu lama. Jadi saya memutuskan untuk sedikit menceritakan ini di novel ini.


(Mungkin kalo readers ada yang binggung, ini jawabannya, semoga pembaca novel saya di berikan kesehatan dan umur panjang, amin.. Terimakasih sudah menyempatkan membaca novel saya, bila luang waktu mampir di karya lainnya, see u)

__ADS_1


__ADS_2