
***Sebelumnya aku mau ngucapin banyak terimakasih atas vote yang telah kalian berikan. Makasih juga atas komentar positif kalian***
Happy Reading.
Setelah selesai acara makan makannya Camberly pulang ke mansion keluarganya. Saat memasuki gerbang mansion ia melihat ada mobil yang biasa di naik ki kedua orang tuanya. Dengan bahagia Camberly segera turun dari mobil dan berlari masuk kedalam mansion, dan ternyata kedua orang tuanya sudah pulang dari luar negri.
"Papa, mama, kalian sudah kembali, aku sangat merindukan kalian"ucap camberly sambil memeluk dan mencium kedua orangtuanya, kakak kakak camberly hanya menggeleng melihat tingkah manja sang adik kesayangan mereka. Masih dengan bergelanyut di pelukan sang mama, tiba tiba papanya memberi pertanyaan kepada camberly "Sayang kamu habis dari mana? Bertemu siapa? Ada urusan apa sehingga bertemu malam malam begini? Kamu pergi sama siapa? " tanya sang ayah panjang lebar dan teedengar sangat posessif membuat Camberly memutar bola matanya jenggah. "Aku baru kembali dari dinner bersama klien ku, pa, klienku CEO Markway, ia mengajak ku makan malam, katanya dia bosen makan malam sendiri terus di rumah, makannya isneng ngajak camberly, tadi aku pergi di antar supir." jawab camberly tak kalah panjang lebar. Papa hanya mengangguk mengerti akan ucapan putrinya.
Mereka mengombrol tentang perjalanan bisnis orang tua mereka, hingga mereka lupa waktu hingga obrolan di akhiri jam set 10 malam. Camberly memutuskan untuk beranjak kekamar untuk mengganti pakaian dan bersih bersih untuk tidur.
Mansion William
Setelah tiba di Mansion william memilih beranjak ke kamar untuk membersihkan badanya yang terasa lengket. Setelah selesai mandi ia merebahkan tubuhnya ke kasur big size nya. Di dalam pikiran William ia mengingat akan kebersamaan dengan camberly yang terasa romantis baginya, walau dia tidak tau bagaimana perasaan camberly padanya. Karena lelah yang melanda dirinya, William memilih memejamkan matanya dan segera menuju alam mimpinya.
Pagi harinya William bangun dan segera beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Mengingat ia akan bertemu kolega memegang saham jadi ia harus tepat waktu dan tanggung jawab. Tak membutuhkan waktu lama 15 menit ia segera menggunakan setelan jas nya dan sarapan.
__ADS_1
Setelah sarapan ia segera melajukan mobilnya ke kantor untuk rapat dengan pemegang saham, mengingat rapat di mulai jam 8 pagi dan saat ini baru set 7 kurang. Ia juga harus menyiapkan dokumen untuk bahan rapat nya.
Mansion keluarga Tulalessy
Jam 06.32 Kamar Camberly.
'Tok.. Tok.. Tok.. ' "Sayang bangun ini udah siang, kamu kekantor engga?" Teriak mama camberly dari balik pintu sambil mengetuk nya berkali kali. Merasa terusik dengan suara di luar ia bangun dan membuka pintu kamarnya. "Iya ma, aku kekantor, tapi agak telat. Badanku terasa capek banget" jawab camberly dengan suara khas bangun tidur. "Ya ampun sayang mama kirain kamu sakit. Ya udah kamu istirahat aja ya, biar mama minta sama papa buat ijinin kamu hari ini" jawab mama. "Engga usah ma, camberly kuat kok, nanti juga enakan, ini cuma kecapean aja ko ma." jawab camberly lembut agar mamanya tidak khawatir.
Setelah mamanya pergi camberly membersihkan diri dan bersiap ke kantor, karena sekarang udah jam 7 lebih, dan ayahnya juga sudah berangkat jam set 7 tadi. Setelah selesai bersiap ia melihat Kedua kakanya Mau sarapan, dan camberly ikut bergabung bersama.
Selesai sarapan ia dan kedua kakanya masuk ke mobil dan melajukan ke kantor milik papa mereka. 15 menit kemudian Camberly dan kedua kakanya masuk ke kedung perkantoran yang sudah ramai karena sudah mulai jam kerja. Oara karyawan yang melihat ke tiga penerus Tulalessy Grup memberi salam dan menundukan badan mereka sebagai tanda hormat kepada atasannya. Steven dan Stevan hanya cuek dan dingin menanggapinya dan hanya menggandeng tangan adik kesayangan mereka. Ya camberly berada di tengah mereka sambil tangannya di pautkan ke lengan kedua kakanya. Camberly menanggapi karyawan yang menyapanya hanya menampilkan sedikit senyum karena tubuhnya yang enggan bereaksi apapun.
Mereka berjalan dan menuju lift untuk menemui sang papa. Mereka menuju lantai 24 artinya itu lantai yang paling atas. Setelah sampai di ruang papa nya mereka mengetuk pintu setelah di persilahkan masuk, mereka masuk dan mulai mengobrol dengan ayahnya. Sedangkan camberly memilih menuju ruangannya dengan di antar Stevan yang setia di sisinya. Masih dengan tautan tangan, mereka menuju ruangan camberly dan di sambut hangat oleh sekretaris camberly "Selamat pagi nona, apakah nona baik baik saja? Sepertinya anda sakit nona, wajah anda pucat" ucap Fely dengan khawatir dengan nonanya.
Stevan yang mengetahui gerak gerik camberly yang akan pingsan segera memengangi tubuhnya dan menggendong ala bridal style sebelum jatuh ke lantai, dengan terkejut melihat nonanya pingsan fely panik dan mengikuti Tuan muda keluar. "Cepat ke ruangan papa dan beri tahu mereka, aku akan bawa Camberly ke rumah sakit " ucap stevan sambil berlari menuju mobil dan membawa camberly ke rumah sakit.
__ADS_1
"Tok tok tok.. Dengan panik fely langsung masuk karena saking khawatir dengan nona nya. " maaf tuan menganggu, Nona Camberly pingsan tuan sekarang di bawa tuan Stevan ke rumah sakit"ucap fely dengan nada ngos ngosan. Karena terkejut mereka langsung panik, dengan khawatir keduanya mendengar kabar itu langsung berhambur keluar dan menuju rumah sakit milik keluarga mereka. Para karyawan binggung dengan aksi bos dan para anak anaknya yang berlarian, karena tadi stevan membawa camberly yang tak sadar diri dan sekarang Bos dan anak sulungnya ikut berlari keluar gedung kantor.
---------------------------------------------
Next? tambah seru?
Komen udah?
Vote udah?
Like udah?
Rate? Tambah favorit?
-------To Be Continued--------
__ADS_1