
Back to story gusy..
Happy reading ya.
Sesampainya di rumah sakit Tulalessy, Stevan segera memanggil dokter dan membawa Camberly ke Ruang UGD. Tak lama kemudian Papa Camberly dan kakaknya steven tiba di rumah sakit dan menanyakan dimana ruangan Camberly.
Setelah mengetahui ruang rawat camberly segera mereka menuju UGD. Di sana sudah ada Stevan yang masih menunggu dokter keluar dari dalam ruangan. Papa dan Steven langsung menghampiri dan menanyakan keadaan Camberly "Stevan bagaimana keadaan Camberly? " Tanya papa dengan raut wajah panik. "Dokter masih memeriksanya pa, semoga camberly baik baik saja, badanya sangat lemas dan pucat sekali wajahnya" jelas stevan ke papanya. Steven mengusap wajah nya dengan kasar, ia merasa gagal menjaga adik kesayangannya hingga jatuh sakit.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian dokter keluar dan menghampiri keluarga pasien. "Permisi tuan Roland saya ingin memberi tahu, nona Camberly mengalami anemia, karena tekanan darahnya yang rendah, dan dia mengalami kelelahan karena stres. Saya sarankan jangan terlalu menekan nona muda dengan pekerjaan yang memicu keadaanya menjadi stres. Dan sebaiknya anda memantai asupan gizi yang pas bagi kesehatannya. Di sarankan nona di rawat di sini agar perkembangannya kami bisa memantaunya. Baiklah saya permisi dulun " ujar dokter menjelaskan dan berlalu pergi.
Kedua kakak dan papa camberly menghela nafas kasar mendengar penjelasan dokter. Ternyata selama ini putri tercintanya sangat kelelahan hingga membuat nya banyak pikiran dan membuatnya Stres dan jatuh sakit. Setelah dokter pergi Steveen dan Stevan masuk ke dalam ruangan camberly yang sebelumnya sudah di pindahkan ke ruang rawat khusus keluarga Tulalessy.
Di usapnya kepala gadis cantik yang terbaring lemah di atas kasur, steven merasa bersalah dengan kondisi adiknya yang menjadi sakit karena terlalu bekerja keras. Mengapa adiknya selama ini menyembunyikan hal kalau ia memiliki tekanan darah rendah, bila steveen mengetahuinya sejak awal, ia tidak akan meninggalkan adiknya pergi keluar negri hanya untuk bekerja.
Sedangkan stevan menggenggam tangan camberly dan mengecup keningnya seraya berbisik "Lekas sembuh adik kesayangan kakak" ucapnya lirih.
__ADS_1
Selang beberapa menit mama camberly tiba dan langsung memeluk tubuh putrinya yang sedang tertidur di atas kasur. Ketiga lelaki itu hanya menatap tanpa ingin menghentikan mereka. Ketiga lelaki itu terhanyut akan kesalahan yang mereka buat kepada seseorang yang sangat berharga.
Merasa ada yang memeluk nya erat, camberly bangun dengan merasakan sesak karena terlalu erat pelukan yang di berikan. "Mom hentikan, camberly sesak" ucapnya pelan. Merasa ada yang berbicara momy camberly melepaskan pelukannya dan menoleh ke cambeely yang ternyata sudah membuka matanya. "Sayang kamu sudah bangun? Mana yang sakit? Mau minta apa? Pusing enggak?" tanya momy nya beruntun tanpa jeda. "Camberly mau minum mom" jawab camberly seraya berusaha untuk duduk. "Sini kaka bantu cam" ucap steveen.
Setelah minum camberly menatap semua orang dengan heran, pasalnya mereka menatap camberly dengan intens dan ingin mengintrogasi. " Sayang mengapa kamu rahasiakan penyakitmu pada kami?" tanya papa camberly yang menatap putrinya dengan tatapan sulit diartikan. "Menyembunyikan apa? Bahkan aku engga tau aku sakit apa? " Jawab camberly binggung sambil memutar matanya untuk memcari jawaban dari keempat orang di dalam ruangan.
Stevan menarik nafas dan menghembuskan lalu berkata "kamu terkena anemia cam, kamu ga boleh setres, tadi kmu pingsan di kantor lalu kaka bawa kemari" jawab Stevan menjelaskan. "Sekarang kamu harus banyak istirahat dulu, kamu bakalan menginap di sini sampai kamu betul betul sembuh" ucap stevan tanpa ganggu gugat. Merasa tak terima dan mau protes namun sudah di sela yang papa "Tidak menerima penolakan Princess" timpal papa camberly. Malas mendengarkan perintah dari orang terposesif kepadanya, camberly hanya memutar bola matanya jengah dan membaringkan tubuhnya karena merasa kepalanya berat.
__ADS_1
****SEGINI DULU LANJUT NANTI MALAM****
SEE U TO BE CONTINUED