Kontrak Jadi Cinta

Kontrak Jadi Cinta
࿆⃧፝྅⃕ꦿ Episode 4


__ADS_3

Pukul 6.15 Mansion Tulalessy


 


Pagi cerah, burung berkicau, di dalam kamar seorang putri masih terlelap di alam mimpinya, hingga tak lama kemudian ia mengerjapkan kedua mata nya.


 


"Hoaamm" camberly mengeliat sambil menguap, ia merasakan badanya sudah segar untuk melanjutkan aktivitasnya di kantor selama ayahnya bertugas ke Vietnam. Camberly segera turun dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


15 menit kemudian. "Huuftt segar juga" ucap camberly setelah keluar dari pintu kamar mandi. Kemudian ia memakai setelan jas untuk ke kantor ayahnya. Setelah 15 menit bersiapa ia sudah rapi dengan setelan kerja atas kemeja blouse dan rok span se paha. Di tambah riasan tipis di wajahnya, hingga menampilkan kesan manis dan menarik. Setelah selesai dengan ritual paginya, ia turun ke ruang makan untuk sarapan bersama kedua kakak tercintanya.


"Selamat pagi kakak kakaku yang tampan" sapa camberly dengan senyum manisnya. "Pagi juga princes kakak yang cantik"ucap steveen dengan mencubit hidung adiknya gemas, "ishh kakak, sakit tau hidung camberly" kesal camberly karena hidungnya di tarik. "Maaf, maaf, ya udah yuk sarapan nanti terlambat" lerai steveen agar tak lagi panjang berdebatan mereka.


Mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan, hanya di tingan sendok dan garpu yang saling beradu. Tradisi di meja makan keluarga Tulalessy adalah makan tanpa ada suatu obrolan, karena mereka menghormati setiap makanan yang tersaji di depan mereka, tidak baik kalau makanan di campakkan. Pesan Nenek kakek Camberly sebelum mereka tiada.


Mansion William Markway

__ADS_1


 


William baru saja keluar dari kamarnya dan bergegas untuk sarapan, dan berangkat ke kantor. Dia memakan makananya dengan kurang nafsu karena semalaman dia tidak bisa tidur karena bayang bayang gadis itu selalu muncul di pikirannya.


 


Setelah menyelesaikan sarapannya, ia langsung menuju mobilnya dan melajukan ke kantor Markway.


Sesampainya di perusahaan dia terlihat murung dan kurang bersemangat, ia hanya melamun dan lesuh.


"Selamat pagi tuan" sapa Leo dengan tundukan badannya. Boss nya tidak menjawab melainkan menatap sekretaris nya dengan tatapan kosong. Leo yang di tatap seperti itu merasa binggung. "Tuan apa anda baik baik saja? Saya lihat dari tadi anda kurang bersemangat" tanya Leo terheran akan sikap William pagi ini. William tersadar dan menghela nafas, ia binggung mau menceritakan bagaimana perasaanya pagi ini. "Hufft, entah lah hari ini aku merasa malas saja, entah apa yang terjadi dengan ku. Tadi malam aku nggak bisa tidur gara gara kepikiran Gadis Wakil Tulalessy grup itu, aku jadi penasaran seperti apa dia itu" jawab William panjang lebar dengan muka lemas nya. "Ohh tuan ternyata masih memikirkan nya, bagaimana kalau saya menyarankan anda menghubungi nona itu, agar anda dapat merasa lega karena dapat menghubungi dirinya." saran leo. "Hah? Terus gimana menghubungi nya? Nomor tidak punya, kenal juga karena kerja sama" jawab William Yang binggung akan saran sekretaris nya. " tuan saya sudah punya kontaknya, waktu itu saya mengecek kontraknya dan tercantum nomor ponsel nona itu." jawab leo panjang lebar. Seketika wajah William yang tadi di tekuk sekarang tegak dan tersenyum sumringah. "Hebat.. , hebat leo, kamu cepat tanggap juga ya". Puji William bahagia. "Cepat.. Berikan aku nomornya" tambah nya memerintah leo. " baikk tuan, sebentar saya ambilkan kertas nya".


 


Di kantor Camberly ia sudah tidak di padatkan jadwal dengan para kolega bisnis ayah nya. Ia jadi bisa lebih rileks menjalani aktifitas hari ini.


Saat ini menunjukan pukul 11.00 siang, hp camberly berbunyi tanda ada telepon "tring,, tring,, tring,, " dengan segera ia mengangkat hp nya dan menyerngitkan kening karena nomor yang menghubunginya tidak di ketahui. Lalu ia mengangkat " halo, ada yang bisa saya bantu? " "maaf ini siapa ya? " tanya camberly langsung tanpa basa basi.

__ADS_1


Dengan bahagia William menjawab "Hallo nona, selamat pagi, masih ingatkah saya William dari perusahaan Markway." ucap nya lantang. "Oh pagi juga tuan, tentu saya ingat tuan. Ada masalah apa ya sampe menelfon? " tanya camberly. "Saya mau mengajak ada makan malam bersama jam tujuh malam,di restoran Permata. apa anda ada waktu?" Jawab william dengan pertanyaan nya. Camberly berfikir sejenak tentang ajakan dari CEO Markway, apakah ada kendala dalam kerja sama hingga ingin makan malam dengannya? Tanya Camberly di dalam batin. "Ehmm nanti saya usahakan ya tuan, apa masih ada urusan lain? " tanya nya. " sudah hanya itu saja. Kalau begitu sampai jumpa nanti malam" ucap william mengahkiri percapakan "baik, sampai jumpa tuan" balas camberly.


Camberly terdiam menyaring omongan CEO Markway ini, apa maksud mengajaknya makan malam? Semoga hanya masalah pekerjaan, batin camberly. Ia melanjutkan pekerjaannya dan menghentikan di jam makan siang, biasa lah, ia selalu makan siang dengan kedua kakaknya. Camberly menghampiri meja sekretaris nya lalu mengajak untuk makan siang. "Fely hentikan dulu pekerjaan mu, mari makan siang" ajak camberly ke fely. "Baik nona" jawab fely dan mengikuti langkah camberly keluar dari ruangan.


Sesampainya sudah di tunggu kedua kakakya yang masih fokus ke hp masing masing. Mereka walau bersaudara mereka mempunyai sifat cuek dan dingin, jadi lebih memilih kesibukan masing masing, namun ada sisi kompak di antara mereka.


 


Hingga saat camberly tiba di meja mereka, kakaknya belum juga menghentikan aktifitasnya, mungkin mereka tak menyadari, karena terlalu fokus. "Ekhmm" dehem camberly sukses membuat kedua kakaknya tersadar dan menoleh ke arah suara dan mendapati adik tersayang mereka sedang menatap bak ingin mengintrogasi. "Bisa tidak kalau di luar kantor tidak usah sibuk? Kalian harusnya ngombrol apa gtu, atau tanya tanya apa, bukan malah sibuk ke handphone kalian!! " ucap camberly dengan nada kesal nya.


"Iya iya ngga bakal di ulangi" ucap steveen menengahi agar tak semakin panjang perdebatan.


Stevan memanggil pelayan dan mulai memilih menu makanan, mengingat kedua kakanya aka ke datangan rekan bisnis dari Jerman maka kakaknya harus segera kembali untuk menemui rekannya.


*makin seru tidak ceritanya?? Aku buat nya cuma sesuai pikiran, nyambung ngga nyambung ya*


----------------To Back Continue---------------

__ADS_1


__ADS_2