
Camberly tiba di mansion pukul 18.00 ia segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya. Tiba tiba ia teringat saat CEO Markway menghubungi mengajak dinner. Ia segera beranjak dan mandi mengingat satu jam lagi mereka bertemu.
Camberly mengenakan dress panjang berwarna merah maroon dan menggunakan riasan tipis. Ia segera turun dan menuju garasi. Saat melintasi ruang keluarga ia melihat kakak stevan sedang duduk menonton tv dan memakan cemilannya.
Camberly menghampiri dan berkata " kak aku keluar sebentar ya" pamit camberly sambil mengecup pipi kanan kakaknya. Stevan menoleh dan mendapati adik kesayangannya sudah rapi dan cantik. " mau kemana malam malam begini?" Tanya stevan penuh selidik. " ayolah kak ini masih jam setengah tujuh, aku mau menemui klien ku yang mengajak dinner" jawab camberly.
"Di mana? Jangan pulang malam malam" lanjut steven. "Di restoran Permata, tenang kak aku pergi dengan supir, jadi kakak ga perlu khawatir" jawab camberly dan menuju pintu keluar.
Ia menghampiri supirnya "pak tolong antar saya di restoran permata ya" ucap camberly ke supir nya. "Baik nona, silahkan" jawab supir sambil membuka kan pintu mobil.
__ADS_1
---------------------------------------------
Perjalanan menuju retoran memakan waktu 15 menit. Setelah sampai tujuan ia segera masuk dan mencari tempat atas nama CEO nya dan bertanya ke pelayan " permisi mba, meja atas nama tuan Xiao Markway dimana ya? "Tanya nya. "Oh anda nona camberly, silahkan masuk ke ruang VVIP di lantai dua, anda sudah di tunggu beliau"jawab pelayan tersebut. "Ya, baiklah terimakasih ya" sambil melangkah menuju ruang VVIP ia segera masuk ke dalam dan mendapati klien nya sedang duduk menunggunya.
"Maaf tuan Xiao saya terlambat, tadi sedikit ada kendala" ucap camberly merasa tidak enak membuat klien nya menunggu. "Tidak apa apa nona, aku juga baru sampai" jawab William tersenyum. "Mari kita memesan makanan terlebih dahulu"sambung william.
Setelah memesan makanan mereka menunggu sambil berbicang bincang. Camberly mengawali obrolan mereka "Ehm.. Tuan apa ada masalah di kerja sama kita?" tanya camberly terheran heran.
__ADS_1
"Tidak ada kendala sepertinya, saya hanya ingin dinner bersama dengan anda, saya bosan kalau setiap hari saya sendiri. " ucap william di buat lesu. "Ohh saya kira ada masalah serius," balas camberly di iringi tawanya. "Tuan apa anda tidak memiliki kekasih, sehingga semua anda lalukan sendiri? " ucap camberly seraya tertawa".
William yang melihat Camberly tertawa dadanya berdesir dan membuat nya salah tingkah. "Ehmm saya memang masih sigle nona, orang tua saya juga di liar negri" jawab William sambil menatap camberly.
"Orang tua saya juga baru keluar negri, tapi aku di rumah dengan kedua kakaku. " Kalau kau mau kamu bisa berkunjung ke rumahku, sekedar ngobrol atau bertemu orang rumahku" tawar camberly. "Ahh kebetulan saya juga sedikit mengenal kakakmu jadi kita bisa mengobrol" jawab William senang.
Setelah lama mengobrol makanan mereka sudah tersaji di meja dan mereka mulai menikmati makanan mereka "selmat makan tuan" ucap camberly sebelum memakan makananya. William hanya tersenyum mendengar ucapan camberly.
Di dalam benak hatinya 'Walau dia terlahir di keluarga sangat kaya, namun dirinya begitu rendah hati, tidak sombong, tidak penggoda, dan tentunya penyayang. Aku terkejut dengan tawarannya, sungguh di luar dugaanku. Aku semakin yakin ingin memilikinya.' kata batin William.
Ia tersenyum melihat Camberly makan dengan anggun seperti bangsawan lainnya, namun hatinya jauh lebih anggun dari perilakunya.
__ADS_1
**BANTU VOTE DONG YANG UDAH BACA. KASIH SEMANGAT AKU DONG**
--------TO BE CONTINUE--------