
Mulai esok hari Camberly tidak kekantor, melainkan ingin berlibur keluarga ke Swiss, mereka akan liburan di sana selama 1 minggu. Kemarin setelah berunding dengan seluruh keluarga ayah Camberly memutuskan untuk berlibur ke negara romantis itu.
Flasback on:
Setelah Camberly sampai mansion, semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga karena ia tak tau ada masalah apa, dia hanya diam dan duduk di samping kak Stevan.
Setelah itu, ayah mulai angkat suara.
"Baiklah disini ayah mau membicarakan rencana keluarga. Bagaimana kalau kita berlibur? Kalian pilih negara mana yang ingin di kunjungi"
Hening sesaat untuk mencerna perkataan ayah mereka. Dan akhirnya ketiga anak anak merek berucap dengan semangat "Aku ingin ke Swiss dad" Stevan, Steven, dan Camberly berucap bersamaan dan semangat. Hingga membuat kedua orang tuanya nya terjejut saat mengetahui pilihan putra putrinya yang juga menginginkan Swiss sebagai tujuan liburan mereka.
"Wahh mommy ga nyangka, kita semua ternyata sama sama menginginkan pergi ke Swiss, daddy dan mommy juga ingin kesana lho rencananya"
"Benarkah? Jadii kapan kita berangkat dad? " tanya Camberly.
"Emm, bagaimana kalo kita berangkat nanti malam? Agar sampai sana lebih awal dan bisa istirahat dulu, agar waktunya pas." Roland ikut nimbrung sembari memberi solusi.
"Ide bagus Dad, kita akan terbang nanti malam dan akan tiba di sana dini hari sampai pagi kemungkinan" Steven juga setuju dengan rencana Daddy nya.
"Baguss, jadi kita akan berangkat jam 22.00 ya, deal?"
"Dealll" mereka jawab kompak.
Flasback off.
Sekarang semua sudah siap dengan koper masing masing, pesawat jet juga sudah siap untuk terbang. Untung cuaca di ibukota prancis mendukung untuk terbang ke Swiss, karena tadi sore sempat cuaca buruk.
Tak terkecuali Camberly sudah siap dengan pakaian Casualnya dan peralatan yang di butuhkan untuk ke Swiss sudah lengkap dan sudah siap di koper.
Ia turun ke Ruang tengah melihat Daddy, Mommy dan kakak kakanya sudah siap dan menunggu dirinya.
Tak lupa kacamata hitam kesatangannya dan tas ransel kecil milikny, yang semakin menambah kesan manis di dirinya saat ini.
__ADS_1
"Aduhh adik ku ini, sangat lama sekali turunnya," ejek Stevan sambil manyun manyun bibirnya.
"Yee abangg, sabar dongg, kan dandan duluu" Camberly menjawab tak kalah dari abangnya, ia justru mengerucutkan bibirnya bikin orang gemes liatnya...
"Ihh ya udahh, yuk kita sekarang berangkatt" sampil mencubitt pipi Camberly.
"Ayokk bangg" Camberly sambil menarik lengan kedua kakaknya.
Camberly duduk diantara kedua kakaknya, Steven di samping kiri tepatnya di samping jendela, dan stevan di samping kanannya. Fasilitas di dalamnya sangat memadahi, ada kamar tidur, dua kamar mandi, dan kabin untuk pilot juga ada. Perjalanan menunju ke Swiss mungkin memakan waktu kurang lebih 5-6 jam an. Jadi mereka gunakan untuk istirahat terlebih dahulu.
Untungnya kamar tidur di pesawat ini cukup luas, jadi bisa muat 3 orang maksimal. Dan di sini di lengkapi 2 kamar. Dab beberapa sofa di dalamnya. Walau tak luas seperti di kamar sesungguhnya namun ini juga terasa nyaman.
Camberly masuk ke salah satu kamar dan di susul Stevan dan Steven yang ikut berbaring di kasur. Mereka sangat merasa ngantuk karena perjalanan sudah 1setengah jam membuat mereka bosan. Lantas mereka tidur di posisi enak masing masing.
Sedangkan kedua orang tua mereka mengobrol obrolan tentang perusahaan atau bahkan rencana mereka berlibur di sana.
"Mas kita akan bakal ngapain aja di sana?" tanya Gracita..
"Mommy sih setuju setuju aja dad, yang penting anak senang" Gracia sambil tersenyum ke suaminya.
Tuan Roland sangat menyayangi anak anak nya apa lagi terhadap istri cantiknya, yang sudah setia menemani 28 th bersama. Sungguh beruntung Roland memiliki Gracita di hidupnya. Wanita yang baik dan penyayang bagi ke tiga anak anaknya.
Setelah itu mereka berdua berpelukan sangat romantis, walau usia mereka tak muda lagii.. Tapi mereka akan tetap selalu terlihat harmonis dan.
---------------------------------------------
6 jam perjalanan telah berlalu. Kini mereka akan segera mendarat di bandar udara internasional Zürith. Ketiga saudara itu telah di bangunkan oleh kedua orang tuanya yang sudah berupaya 20 menit membangunkan mereka. Dan baru 30 menit mereka baru bisa di bangunkan. Sungguh repot bila sikap anak anak mereka yang sudah berkepala dua namun sikapnya seperti anak 5 tahun nan.
Akhirnya pesawat landing sempurna di bandara dan telah ada dua mobil yang di kerahkan anak buat Roland untuk menjemput mereka.
Keluarga Tulalessy memiliki koneksi sangat banyak di seluruh dunia, tak terkecuali di benua Asia. Karena leluhur Tulalesst sangat berkuasa, maka nya kekuasaan itu di wariskan ke anak cucu mereka kelak saat sudah dewasa.
__ADS_1
Mereka di bawa di penginapan Tulalessy yang ada di Zurith yang dulunya tempat tinggal kakek Camberly sebelum ia tutup usia. Dan sampailah mereka di depan rumah besar berdiri kokoh dengan pilar pilar penyangga yang sangat kokoh menambah kesan elegant.
Mereka memasuki kediaman itu yang hanya di tinggali pelayan dan penjaga rumah, karena tuan rumah sudah meninggalkan dan hanya anak anak mereka yang akan menempatinya.
Cemberly menjatuhkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu, badannya sungguh remuk tidur dengan kedua kakaknya, bagaimana tidak, kaki dan tangan kedua kakaknya menindih tubuh mungilnya dan membuat dirinya sesak dan susah bergerak. Dan parahnya yang punya tangan dan kaki justru mendengkur nyenyak di alam mimpi masing masing. Dan membuat Camberly kesal dengan mereka.
"Kenapa sih Princess daddy cemberut dari tadi? Ga suka ya sama rumahnya?", Roland yang menyadari perubahan raut wajah putrinya lantas menanyakan apa penyebab mood nya down.
"Enggak kok dad, cuma lagi kesel sama nihh kakak, masa tadi Camberly di timpa badan mereka berdua? Mana berat banget lagii, kan sakit badan Camberly" ia mengeluarkan uneg uneg nya dan bergumam membuat pipinya terlihat tebal dan membuat orang di sebut tadi gemas melihat nya..
"Uluhh uluhh adek abang yang lucu ini malahh(marah) ya ama abang?" ledekk Stevan.
"Mana mana yang atitt nanti abang obatin" sambung nya, kemudia ia tertawa lepas karena tak sanggup melihat ekspresi adiknya yang sudah ingin meledakan bom ultimatumnya.
"Ihh abangg, sakit tauu badan akuuu" teriaknya membuat orang di sekitarnya cekikikan karena tingkah Camberly.
"Auu ahh, " Camberly pergi ke kamar yang sudah di sediakan dan mengunci diri..(ngambekk guyss ceritanya, hihiii)
"Abangg ga boleh gtu ah sama adekk, kan jadi marah" Gracita menyudahi gelak tawa Stevan.
"Iya iyaa momm," Stevan beranjak ke kamar atas untuk membujuk adiknya yang ngambek.
"Steven juga ikut sana, minta maaf sama adek, sakit lho badannya" tambah lagi mommy Gracita.
Lantas Steven ikut naik ke atas membujuk princes kesayangannya yang marah karena masala tidur di kabin.
Terjadilah drama drama sebelum proses maaf memaafkan kesalahan mereka dan akhirnya Camberly memaafkan, dan juga bukan hal serius, ia hanya ingin di manja aja sama kedua kakaknya.
---------------------------------------------
Jangan lupa like, vote, and komen ya...
__ADS_1
To be continued.......