
Setelah sembuh dari anemia nya, Camberly melanjutkan aktivitasnya dengan ijin papa nya dan tentu juga kedua kakak possesive nya. Hari ini Camberly di temana Stevan ke kantor, sedangkan Steveen sedang perjalanan bisnis ke Tiongkok.
Setelah sarapan Camberly dan Stevan pamit untuk ke kantor, Stevan melajukan kendaraanya dengan kecepatan rata rata sambil tangannya mengelus kepala adik tersayangnya. Tak butuh waktu lama perjalanan dari rumah ke kantor papanya, hanya 20 menit mereka sudah tiba di area perkantoran yang menjulang tinggi nan megah itu.
Saat melangkahkan kaki masuk ke gedung perkantoran para karyawan menyambut kedatangan Tuan dan Nona muda penerus Tulalessy grup. Mereka menyapa Camberly dan memberi tundukan badan hormat. Camberly hanya tersenyum dan sesekali menjawab sapaan mereka, namun tidak dengan Steven, ia justru memilih cuek dan terus berjalan sambil menggandeng tangan adiknya.
__ADS_1
Sampai di ruangan Camberly, sekretaris Camberly menyapa dan membungkukan badan nya. "Selamat pagi nona, selamat datang kembali" ucap Fely sambil tersenyum dan membungkuk hormat. Camberly hanya tersenyum dan mulai mendudukan di kursi yang sudah 2 minggu tak di dudukinya.
Camberly membuka laporan tentang perusahaan selama ia tak masuk bekerja, nampak baik baik saja terkendali dengan sekretaris nya. Di sela itu Fely menghampiri Camberly lalu membisikan sesuatu "Nona, 1 minggu lalu, tuan dari Perusahaan Markway ingin menemui anda, namun atas permintaan Tuan Roland, saya harus berbohong dengan keberadaan anda" bisik Fely mengucapkan sebenarnya, dia sudah bilang dengan Tuan Roland untuk mengatakan ke Camberly. Camberly hanya diam dan mengangguk mengerti dengan ucapan Fely. Cambery merasa binggung dengan sikap William, apa ada masalah? Atau ada hal serius lainya yang ingin di bicarakan. Pertanyaan itu terngiang di kepala Camberly.
Setelah memberi tahu tentang kedatangan William ia undur diri dan kembali ke ruangan yang tak jauh dari ruangan Camberly. Stevan yang masih berada di ruangan itu penasaran dengan apa yang mereka bisikkan. Setelah Fely keluar barulah Stevan bertanya "Ada apa dek? Apa ada masalah?" tanya nya penasaran. Camberly yang sempat melamun tersadar mendengar Stevan bertanya, ia menjawab "tidak ada masalah apa apa" sembari memperlihatkan senyuman agar kakaknya tidak curiga,mengingat kakaknya mempunyai banyak akses untuk menjangkau sebuat informasi, rahasia gelap sekalipun. Namun usaha Camberly sia sia, kakanya bukan orang bodoh bahkan ceroboh bisa percaya begitu saja. Merasa ada yang di sembunyika dari adiknya, Stevan menyerah untuk bertanya ke adiknya, karena akan percuma bertanya, adiknya seorang yang keras kepala. Namun Stevan tak berhenti sampai sini, ia menghubungi dektetif untuk mengecek semua apa yang terjadi selama Camberly di rawat dirumah sakit, dan selama Camberly tak masuk kantor. Ia keluar dari ruangan Camberly lalu menghubungi seseorang.
__ADS_1
Mungkin saya akan jarang up. Kalian silahkan, yang bosan, atau udah ga mau baca, ya fine aja, saya ga maksa. Makasih udah mau menyempatkan untuk membaca karya abal abal saya.
Maafin kesalahan kata atau kalimat selama saya membuat novel ini, dan jangan lupa kalian yang lihat dan baca ini mampir ke karya yang keduaa.
Makasih see u all
__ADS_1
-------To be Continued-------