
Prancis jam 18.00
Hari ini sungguh melelahkan bagi camberly, karena jadwalnya padat dan harus menggantikan tugas ayahnya yang membuat ia tambah kelelahan. Sampai di mansion ia mendapati kedua kaknya sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton tv.
"Oh my, sepertinya tuan putri sedang kelelahan" ucap stevan saat melihat camberly masuk ke dalam dengan muka lesu kelelahan. "Iya ka, aku merasa tubuhku hampir remuk menjalani hari ini yang padat." balas camberly dengan nada letih. "Kak ayah sama ibu kapan balik dari Vietnam? "Tanya camberly sembari mendudukan di antara kedua kakaknya. "Mungkin lusa mereka kembali" jawab steven yang masih fokus ke tontonan tvnya. Dan camberly hanya ber oh ria menanggapi nya.
"Camberly ke kamar dulu ya ka" pamit camberly sambil beranjak menuju kamarnya, hanya angguk kan balasan dari kakaknya.
Sampai di kamar ia menjatuhkan tubuh nya ke kasur miliknya. "Huh sungguh melelahkan menggantikan pekerjaan ayahku"keluh camberly sambil memejamkan mata merasa letih hingga matanya terasa berat untuk terbuka.
Mansion Milik William
William sampai di kediamanya dengan di sambut para pelayan yang berjajar rapi di depan pintu utama, sambil menyapa tuannya "selamat datang kembali tuam muda". Ucap kompak para pelayan. "Hem"balasan sapaan dari willam, dan melangkahkan ke atas memuju kamarnya.
Sesampainya di kamar dia melepaskan jas dan dasinya dan melanjutkan membersihkan badanya yang lengket karena keringat.
20 menit kemudian. William keluar dengan rambut basah, dan handuk melingkar di pinggang nya. Ia menuju ke ruang ganti dan mengenakan pakaian santainya lalu turun ke bawah untuk makan malam.
"Silahkan tuan muda" ucap kepala pelayan menarik kursi untuk duduk tuannya. Para pelayan langsung menyajikan makanan untuk tuannya dan pergi meninggalkan tuannya untuk makan malam sendiri. Ya william tidak suka bila sedang makan di ganggu walaupun sedang menunggu perintah dari nya. Ia tidak menyukai keramaian.
__ADS_1
Jam 19.30 Mansion Tulalessy.
Tokk.. Tokk.. Tokk... Camberly.. . Tokk tokk tokk.
Merasa tidak ada sahutan dari dalam kamar camberly, Steven memutuskan untuk masuk dan melihat apa yang sedamg di lakukan adiknya sampai tidak mendengar ketukan pintu. Dan benar dugaannya, Princess nya sedang pulas di alam mimpi, mungkin karen kelelahan, jadi camberly langsung tidur tanpa membersihkan tubuhnya.
"Camberly, cam, bangun cam, mandi sana, terus makan malam." suruh Steveen sambil menepuk pipi cubby milik camberly agar bangun.
"Eeeughh" lenguh camberly saat membuka mata nya.
"Ada apa ka? Sekarang jam berapa? " tanya camberly masih dengan mata sayupnya.
Steveen turun ke ruang makan dan mendapati stevan sedang menungu mereka turun dari kamar. "Dimana camberly? " tanya stevan yang tak melihat camberly bersama dirinya. "Baru mau mandi, kita tunggu sebentar"jawab steeven lalu duduk di samping kembarannya.
20 menit kemudian Camberly turun untuk makan malam. " maaf menunggu lama ya kakak kakak ku", ucap camberly meminta maaf karena ia terlalu lama memebersihkan dirinya. "Iya tidak apa apa"jawab stevan dengan tersenyum ke arahnya.
Makan malam di lakukan dengan tenang, hanya suara sendok dan garpu yang beradu mengenai piring mereka. Setelah selesai mereka beranjak ke ruang keluarga sekedar menonton tv atau mengombrol tentang kantor masing masing.
Tak terasa jam menunjukan 20.45 mereka memutuskan beranjak ke kamar masing masing, dan beristirahat.
__ADS_1
Camberly merebahkan tubuhnya dan selintas terpikir dengan pertemuan dirinya dengan CEO Markway, ia merasa ada desiran di dadanya membuat ia bertanya tanya di dalam pikirannya. Apakah ia memiliki rasa dengan CEO itu? Atau hanya sebuah rasa toleran karena mereka berkerja sama. Namun camberly tak ambil pusing dengan perasaan ini. Memang benar ia mencari pasangan hidup, namun padatnya pekerjaan dan tanggung jawab atas pekerjaanya membuat ia lupa akan tujuannya.
Camberly segera memejamkan matanya dan sampai ke alam mimpinya.
Begitu juga di kediaman William ia memutuskan naik ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya, ia terpikir akan gadi manis yang ia temui di Restoren tadi pagi. Sungguh hanya kebetulan atau mereka berjodoh karena telah di pertemukan dengan adanya rasa tak menentu di masing masing hati mereka.
Bila william memikirkan gadia itu ia tersenyum senyum sendiri mengingat senyuman manis milik gadi itu dan sorot matanya membuat hati tenang bila mereka bertatapan.
Merasa lelah William segera memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam mimpinya. Ia tidak mau tidur malam malam. Karena ia berencana besok akan mengajak gadis itu berjalan jalan dengannya.
---------------------------------------------
***TAMBAH SERU GA YA CERITANYA? NYAMBUNG GA YA? AKU BUATNYA GA MENENTU WAKTU, SESUAI KEINGINAN HATIKU SIH. DAN KALO ADA SALAH KATA, ATAU LAINNYA KOMENTAR YA, BIAR SEGERA. DI PERBAIKI***
***JANGAN LUPA BANTU VOTE, LIKE, DAN KOMENTAR YA!! TAMBAHKAN KE FAVORIT YA BIAR SELALU MENGIKUTI PERKEMBANGAN NOVEL KU***
__ADS_1
**BYE BYE SEE YOU **