KONTRAK TERBATAS SI DUDA

KONTRAK TERBATAS SI DUDA
Cemoohan Orang


__ADS_3

Di perjalanan menuju pesta...


Malam ini langit cerah berbintang tanpa awan mendung berarak di angkasa. Tapi malam ini juga jantungku berdebar kencang karena akan segera menjalani misi perjanjian. Di mana aku dikontrak sebagai kekasih bayaran yang harus berlaku mesra di hadapan target. Entah apa alasannya, aku rasa tak perlu juga menanyakannya. Karena saat ini yang terpenting adalah uang dan uang.


Pria yang duduk di sampingku ini bernama Ase Mo. Kami sedang berada dalam perjalanan menuju gedung pertemuan, tempat pesta diselenggarakan. Tapi kami berdiaman sedari tadi. Dan aku hanya menjawab apa yang ditanyakannya saja. Jika tidak, diam seribu bahasa dan hanya suara napas yang terdengar.


Kemarin, kami memang sempat bercakap-cakap setelah selesai menandatangani kontrak perjanjian. Tapi setelah itu tidak bertemu selama dua minggu. Aku diminta olehnya untuk menjalani perawatan. Dan saat bertemu kembali, aku sudah harus menjalankan misi darinya. Di mana seorang wanita yang menjadi targetku ikut datang ke acara pesta.


"Ini kuingatkan kembali. Kau harus bisa meyakinkannya jika kau adalah kekasihku." Dia menyerahkan foto wanita targetku lagi.


"Baik Tuan." Aku pun mengangguk patuh padanya.


Kalau dipikir-dipikir, aku ini bak agen rahasia yang menurut perintah. Tak lagi peduli pada risiko ke depannya. Kulihat dia pun mengambil ponsel lalu mengetik sesuatu di sana. Entah apa yang diketiknya, aku juga tidak ingin melihatnya.


"Kau cantik."


Tapi, tiba-tiba saja dia berkata seperti itu. Seolah memuji penampilanku. Aku pun tersipu malu mendengar kata pujiannya. Namun, sesaat kemudian aku tersadar jika sedang melakoni pekerjaan. Aku tidak boleh terbawa perasaan. Karena yang terpenting hanya uang dan uang.

__ADS_1


.........


...Yuna...



...Ase...



.........


"Silakan, Tuan, Nona."


Orang-orang berdasi kupu-kupu menyambut kedatangan kami saat tiba di pintu masuk gedung pertemuan yang besar. Di mana saat melangkahkan kaki, kulihat dekorasi pesta yang begitu mewah dan meriah. Mirip pesta pernikahan. Hiasannya begitu menawan pandangan. Aku pun menggandeng mesra tangan pria di sampingku ini seraya berjalan bersama. Misiku telah dimulai.


"Hei, lihat-lihat! Ternyata gadis itu yang telah merebut tuan Ase!" Tapi tiba-tiba saja selentingan kalimat itu kudengar dari seorang wanita yang ikut hadir di pesta.

__ADS_1


"Padahal nyonya Emi lebih cantik dan seksi. Tapi kenapa tuan Ase suka yang masih kecil, ya?" sindir yang lain.


"Mungkin pekerjaannya memang merebut suami orang," kata yang lain lagi.


"Mungkin dia butuh uang untuk kuliah dan biaya hidupnya. Zaman sekarang kan mustahil seorang gadis muda mau dengan pria dewasa jika tidak banyak uangnya."


Satu per satu ucapan demi ucapan itu terdengar di telingaku. Rasanya kupingku ini panas sekali. Aku ingin menyumpal mulut mereka dengan batu. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa sembarang bertindak. Aku sedang bekerja saat ini. Aku pun mencari cara lain untuk memberi mereka pelajaran. Mulut mereka tidak bisa dibiarkan.


"Tuan." Aku berhenti melangkah, menoleh ke Ase dengan tatapan penuh cinta yang pura-pura. Ase pun melihatku.


"Ada apa?" tanyanya singkat.


"Tuan, di seberang sana ada yang membuat kupingku panas. Bolehkah aku ke sana untuk mendinginkan hati?" tanyaku dengan kerlipan mata yang manja.


Ase terdiam. Dahinya berkerut melihatku seperti ini. Mungkin dia merasa heran dengan sandiwaraku yang terlihat sungguhan. Padahal ini pertama kami melakoni peran.


Dia mengangguk. "Panggil aku jika butuh," katanya mengizinkanku.

__ADS_1


Aku tersenyum. Senyum manis yang lagi-lagi penuh kepalsuan. Aku pun meninggalkannya lalu pergi menuju ke tempat wanita-wanita itu. Aku ingin memberi mereka pelajaran.


__ADS_2