Krystal Wanita Kesayangan Male Lead

Krystal Wanita Kesayangan Male Lead
Daddy diurutan pertama dan Kendrick berada di bawah daddy.


__ADS_3

*


*


*


" Sayang, Daddy lihat akhir-akhir ini kau menjadi sangat lengket dengan Kendrick.?" Tanya Bryan pada Krystal. Ayah dan anak itu sekarang tengah menikmati waktu santainya di ruang keluarga.


" Masak sih Dad,?" Tanya Krystal yang fokus pada Remot di tangannya.


" Kau jadi sering menghabiskan waktu dengannya sejak kau kembali dari Italy dan mengabaikan Daddymu yang sudah tua ini." Kata Bryan menyilangkan tangannya di depan dada dengan bibir mencebik.


" Oh My.. Dad jangan bilang kau sedang cemburu dengan Kendrick.?" Tanya Krystal melihat kearah Bryan yang nampak menekuk wajahnya.


" Iya memang Daddy sedang cemburu pada pria berbulu domba itu. Karena dia kau jadi mengabaikan daddy." Sahut Bryan membuang muka.


" Come on, Dad. Kau tetap yang nomer satu di hatiku okey? Jika dilihat-lihat Kendrick tak terlalu buruk kok." Kata Krystal yang bermaksud mencairkan pikiran buruk Bryan pada Kendrick.


" Daddy tidak melihat ada hal baik di dalam diri pria berbulu domba itu tuh!." Jawab Bryan Sewot.


" Oh my!!" Krystal memegang kepalanya sejenak sebelum mendaratkan ciuman di pipi Daddy-nya yang sedang mode ngambek.


Cup.. Cup...


" I Love You, Dad. Kau tetap cinta pertama bagiku dan selalu berada di urutan nomer satu. Dan untuk Kendrick, Daddy tidak Perlu cemburu karena posisi Kendrick di hatiku berada di bawah mu." Kata Krystal.

__ADS_1


Mata Bryan langsung berbinar mendengar pengakuan Cinta dari putrinya. Yah bagaimanapun Dirinya ayah Krystal dan menjadi cinta pertama dan mendapatkan urutan pertama di hati putrinya jadi apalagi yang dikuatirkannya? Krystal tidak akan mungkin meninggalkan dirinya di umurnya yang semakin tua ini.


" Daddy cemburu karena takut jika kau terlalu tergantung dengan pria berbulu domba itu dan pergi meninggalkan daddy dan mommy sendirian," Kata Bryan jujur dengan yang dirasakan nya.


" Bagaimana mungkin aku meninggalkan Daddy ter the best seperti ini." Kata Krystal memeluk Bryan.


" Benar, kau tidak akan pernah menemukan Daddy terbaik seperti Bryan Costra jika kau meninggalkanku ku." Kata Bryan menyombongkan sembari membalas pelukan putrinya.


Krystal menganguk di dalam dekapan Daddy-nya. " Dan yang terpenting Daddy sangat kaya Raya yang membuat ku hidup bagaikan seorang ratu." Sahut Krystal tertawa cekikikan.


Bryan ikut tertawa. " Kau gadis kecil Daddy yang sangat materialistis tapi daddy tetap sayang." Kata Bryan menarik hidung Krystal. Dan keduanya saling tertawa bersama.


*


Kesesokan harinya tentu saja Krystal akan kembali beraktivitas seperti biasanya. Hari ini Krystal berangkat ke lokasi syuting Tanpa diantar oleh Kendrick. Tunanganya itu akan mengadakan pertemuan dengan Klien pada pukul sembilan pagi jadi Krystal berangkat bersama Stephen.


" Gara-gara Daddymu yang memberikan ku hukuman membersihkan kamar mandi aku jadi menghabiskan Uang Sebanyak Lima Ribu Dolar hanya untuk memperbaiki para bayiku yang berharga ini." Keluh Stephen pada Krystal. Pria gemulai itu menunjukkan kelima kukunya yang baru saja di warnai biru muda itu.


"Salah sendiri mau disuruh membersihkan kamar mandi oleh daddy ku." Sahut Krystal cuek tidak merasa bersalah sedikitpun padahal hukuman itu Stephen dapatkan karena ulah Krystal yang tidak bisa diatur


" Beb, Kau Lupa atau sedang pura-pura lupa kemalangan yang kudapatkan beberapa minggu yang lalu itu gara-gara kau.!" Ucap Stephen dengan suara cempreng nya.


" Okey-okey Kecilkan suara cempreng mu itu. Aku akan mengganti uang Lima Ribu dolarmu itu." Sahut Krystal membuka ponselnya dan mentransfer Lima Ribu dolar ke akun milik Stephen.


Stephen langsung merubah mimik wajahnya yang awalnya murung jadi cerah secerah mentari pagi. " Nah gitu dong Sweetheart, jika dari tadi kau langsung menggantinya kan aku tidak perlu mengeluarkan suara pamukas ku." Pungkas Stephen.

__ADS_1


" Ck." Decak Krystal memutar bola matanya malas.


Tok... Tok....


Terdengar suara pintu di ketuk,


" Masuk.!" Sahut Stephen.


Ceklek pintu terbuka dari luar. " Hai Krystal, ini minuman untuk mu Manager ku baru saja membeli untuk para staf dan ini untukmu dan managermu." Kata Krystal dengan membawa dua cup yang berisikan minuman itu.


" Ah terimakasih, Bianca, kau bisa meletakkan itu di meja." Sahut Krystal.


" Baiklah. Jangan lupa diminum aku akan keluar dulu." Kata Bianca lalu keluar dari Ruang tunggu itu tanpa di cegah oleh Krystal.


" Sial!! Kenapa dia hanya berbica seadanya Seperti itu. Ku kira aku sudah sedikit berhasil mendekatinya teryata dia begitu alot.!" Gerutu Bianca dalam hati.


Sementara itu di dalam ruangan tunggu Krystal. Stephen nampak menikmati minuman dari Bianca tadi.


" Kau tidak merasa aneh dengan sikapnya akhir-akhir ini Krys.?" Tanya Stephen pada Krystal yang mengarah pada Sikap Bianca.


Stephen selalu memperhatikan gerak gerik Bianca yang terlalu berlebihan. Wanita itu seakan memang sengaja mendekati Krystal dari pengamatan Stephen jika hanya mau saling menghormati teman sesama aktris tidak perlu bersikap berlebihan seperti apa yang dilakukan Bianca Akhir-akhir ini pada Krystal dan itu membuat Stephen mencurigai Bianca yang punya maksud terselubung. Secara Krystal adalah anak dari Bryan Costra dan calon mantu Keluarga Jacob jadi bukan tanpa alasan Stephen bersikap waspada pada seseorang yang berusaha mendekati Krystal.


Krystal menutup naskahnya dan mengembuskan nafas kasar." Sepertinya ada yang aneh dia terlalu gencar mendekati ku padahal kau tahu sendiri bukan Step? jika sikapku padanya hanya mencoba bersikap sopan Karena dia berusaha bersikap baik padaku.


" Ya ya, I know it. Hanya saja jangan terlalu dekat dengannya aku punya firasat tak baik soal ini tidak ada yang tahu motifnya mendekatimu, aku tahu ini sedikit kejam menuduhnya yang tidak-tidak tapi orang tidak ada yang tahu kedepannya." Kata Stephen. Kali ini pria gemulai itu berbicara dengan nada yang begitu serius.

__ADS_1


" Ya kau tak perlu khawatir karena aku tahu apa yang harus kulakukan." Sahut Krystal.


...****...


__ADS_2