
*
*
*
Setibanya di perusahaan Kendrick segera menceritakan apa rencananya pada Jonny agar asisten pribadinya itu bisa membantunya untuk menjalankan rencananya dengan lebih mudah.
" Kau sudah tahu kan apa yang harus kau lakukan besok?" Tanya Kendrick setelah menceritakan Rencananya..
" Ya Tuan, serahkan semuanya pada saya." Jawab Jonny dengan kepercayaan diri penuh.
" Bagus! Suruh anak buahmu untuk mengawasi Krystal, Pastikan dia tidak terluka sedikitpun.!" Kata Kendrick.
" Baik. Tuan muda." Jawab Jonny.
" Baiklah, Kau boleh Kembali ke pekerjaan mu." Usir Kendrick.
Jonny pun membungkuk sopan dan berlalu dari ruangan Kendrick.
__ADS_1
Kendrick memompang dagunya dengan kedua punggung tangannya. " Jauh lebih seru lagi jika Krystal juga meminum obat itu bukan? Aku jadi bisa bercinta dengannya dengan puas bahkan mungkin aku bisa menikmati permainan ranjang nya yang begitu agresif karena dia dalam pengaruh obat." Kata Kendick dengan mata yang menerawang membayangkan jika Krystal yang memimpin permainan ranjangnya.
Pria itu benar-benar sudah menjadi maniak **** setelah menggembur wanitanya semalaman.
" Membayangkan itu membuat ku jadi merindukan Krystal. Sedang apa dia sekarang? Aku sangat merindukannya." Guman Kendrick mengambil ponselnya untuk menghubungi Wanitanya.
Padahal belum sampai satu jam sejak pria itu berpisah dari Krystal. itu saja sudah membuat Kendrick merana.
" ****!! Kenapa gak di angakat sih gak tahu apa kalau aku sudah rindu berat sangat berat." Gerutu Kendrick Kesal saat panggilaanya tak di jawab entah sedang apa wanitanya itu hingga Lima kali panggilan tak kunjung-kunjung di jawab.
Sampai menjelang pukul enam sore pun ponsel Krystal justru tidak bisa di hubungi dan membuat selama satu hari Kendrick uring-uringan sampai fokusnya tak lagi soal pekerjaan-nya melainkan apa yang dilakukan Krystal hingga tak dapat di hubungi. Lelah dengan segala pikiran yang membuat hatinya gundah Kendrick pun meminta Jonny untuk menghubungi Stephen untuk menanyakan apakah Wanitanya sedang bersama mahkluk astral itu atau tidak.
" Bagaimana Jon? Apa katanya, Wanitaku sedang bersama mahkluk astral itu kan?" Tanya Kendrick segera setelah Jonny baru selesai mematikan panggilaanya dengan Stephen.
" Sial!! Lalu kenapa ponselnya tak bisa di hubungi, wanita itu benar-benar minta dihukum.!" Kata Kendrick menyambar kunci mobilnya
" Tuan Anda mau kemana? Masih banyak berkas yang harus anda kerjakan." Kata Jonny yang melihat tuanya akan pergi.
" Aku akan pulang. Kan ada kau yang menggantikan ku untuk mengerjakan berkas-berkas sialan itu." Sahut Kendrick berjalan melewati Jonny yang nampak sekali ingin mengumpatnya.
__ADS_1
Masa bodoh lah bagi Kendrick menemui pujaan hatinya lebih penting dari pada harus berkutat dengan berkas yang akan membuat pusing itu.
" Dasar boss laknat tidak punya perasaan. Memangnya hanya dia saja yang ingin berkencan? Bagaimana dengan ku ini yang juga punya gebetan yang butuh di perhatikan agar tidak ditikung lawan." Batin Jonny kesal setengah curhat.
Walaupun kesal dan menggerutu tetap saja pria berkacamata itu juga membawa serta berkas yang ada di meja tuanya untuk di selesaikan di ruangannya.
*
*
Sementara itu di Mansion Costra. Bryan sudah satu jam lamanya mengintrogasi Putrinya Karena semalam tidak pulang dan tak mengirim kabar sama sekali padanya.
" Kemana saja kau semalam tak pulang? Bahkan orang suruhan yang daddy tugaskan untuk mengawasimu ketinggalan jejak?" Tanya Bryan yang kesekian kalinya pada Krystal tapi jawaban yang dilontarkan Krystal tetaplah sama yaitu menginap di hotel bersama para aktris yang lain.
" Dad, kan sudah Krystal jawab dari tadi," Kata Krystal
" Apa kau pikir daddymu ini mudah kau bohongi? Daddy Yakin jika kau semalaman bersama Pria Berbulu Domba itu kan?" Tuding Bryan dengan nada dingin.
" Dad. Aku tidak." Jawab Krystal menunduk baru kali ini Daddy-nya menujukan wajah dinginya Padanya dan itu cukup Membuat Krystal takut.
__ADS_1
" Sejak kapan kau belajar berbohong pada Daddy Krystal Costra!" Bentak Bryan yang membuat Krystal semakin menunduk antara Merasa bersalah dengan sang Daddy karena tak berkata jujur dan takut dengan kemarahan Daddy-nya saat ini.
...*******...