
*
*
*
Saat di tengah-tengah pesta berlangsung Bianca yang sedari tadi mencari cela untuk melancarkan aksinya pun akhirnya mendapatkan kesempatan. saat ini Krystal sedang berdiri sendiri sedangkan Kendrick harus menyapa Rekan bisnisnya yang kebetulan juga sedang disana menemani kekasihya yang juga seorang artis.
Bianca menyuruh orang suruhannya yang sebenarnya adalah anak buah Kendrick itu untuk memberikan Wine pada Kendrick yang sedang bercengkrama dengan seorang pria itu.
" Ingat jangan sampai gagal kau harus pastikan jika gelas yang ini diminum olehnya. Dan pastikan setelah itu kau membawanya di kamar yang sudah ku siapkan." Kata Bianca memberikan perintah.
" Baik Nona, serahkan semuanya pada saya." Jawab orang itu lalu pergi dengan membawa dua gelas Wine yang salah satunya mengandung obat perangsang itu.
Bianca melihat bagaimana Orang suruhannya itu memberikan Wine itu pada Kendrick dan Teman Kendrick itu dari kejauhan.
" Wine-nya Tuan." Kata pelayanan itu sembari melirik Kendrick meberikan kode.
Kendrick yang mengerti itupun tersenyum miring dan mengambil gelas Wine itu dengan tenang.
" Cheers!." Kata Kendrick dan Rekannya dan menenggak wine iti dengan satu kali tegukan. Ya Kendrick melakukan itu dengan sengaja agar bisa menghajar istrinya semalam dengan dalih terkena obat perangsang.
" Kepala ku sedikit pusing bisakah aku pergi terlebih dahulu?" Ucap Kendrick pada temannya.
__ADS_1
" Tentu saja. Aku juga akan menghampiri kekasihku." Jawab rekan bisnisnya itu dengan tersenyum.
Lalu pelayan yang memberikan Wine tadi mencoba memapah Kendrick yang sebenarnya belum merasakan reaksi dari obat itu. Kemudian pelayanan tadi melihat kearah Bianca sembari mengangkat Jempolnya. Seakan memberi tanda kepada Bianca bahwa semua beres sesuai rencana.
" Bawa aku ke presidential suite yang sudah di pesankan Jonny." Kata Kendrick pada pelayan yang teryata anak buahnya itu.
" Siap. Tuan Muda."
Kemudian Kendrick san pelayan itu pergi dari pesta menuju kamar yang di pesan Jonny dan bukan kamar yang di pesan Bianca.
Bianca tersenyum melihat itu dan dengan langkah semangat Bianca berjalan dengan membawa dua gelas wine mendekati Krystal yang sedang menikmati Cake ditangannya. Dengan senyum manis dan wajah lugunya Bianca menyapa Krystal dengan nada lembut " Hai Krystal,"
" Hai Bianca." Sahut Krystal sekenanya.
" Kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu, Krys," Lanjut Bianca bosa basi.
" Aku menghampiri mu untuk bersulang Karena kita semua berhasil menyelesaikan syuting Film ini dengan lancar. Apa kau bersedia bersulang dengan ku?" Kata Bianca sembari mengulurkan satu gelas wine pada Krystal.
" Ya tentu saja Aku bersedia." Jawab Krystal mengambil Wine dari tangan Bianca.
Bianca tersenyum dan mengangkat Gelas nya untuk bersulang tapi sebelum itu perkataan Krystal membuatnya berhenti untuk melakukan sulang itu.
" Bi, Bisakah kau mengambil tissue disana untuk ku? Tangan kanan ku kotor oleh Cake dan aku tidak enak jika bersulang menggunakan tangan kiri." Ucap Krystal dengan tatapan mengiba.
__ADS_1
" Baiklah, tunggu sebentar." Kata Bianca meletakkan wine milikny di meja dan dirinya berlalu mengambil tisu yang letaknya lumayan jauh dari tempat Krystal berada.
" Cih. Menyusahkan sekali jika bukan karena rencana ku aku juga tidak sudi menjadi pembantu nya seperti ini." Batin Bianca menggerutu.
Krystal melihat punggung Bianca dengan pandangan sulit diartikan kemudian pandangan nya jatuh pada wine di tangannya dan di atas meja yang merupakan nilik Bianca. Dengan gerakan cepat Krystal menukar gelas itu.
" Ini tisue yang kau minta." Bianca menyerahkan satu kotak tissue pada Krystal.
Krystal mengambil dan mengelap tangannya hingga bersih. " Thanks Bi," Ucap Krystal tersenyum.
" No problem. Sekarang bisakah kita bersulang." Bianca mengambil wine yang sudah di tukar oleh Krystal itu dengan semangat.
" Okey." Sahut Krystal.
Kemudian keduanya saling membenturkan gelas dan Krystal menghabiskan wine itu hingga habis tak tersisa.
Setelah memastikan Krystal meminum wine itu hingga habis Bianca pun meminum wine miliknya dengan senyum merekah penuh kemenangan.
Setelah beberapa detik kemudian Krystal mengeluh sakit kepala pada Bianca dan seringaian licik tercetak pada wajahnya. Walaupun ada sedikit heran kenapa obat itu langsung bereaksi Bukankah Rizka mengatakan padanya obat itu akan bereaksi sekitar Lima sampai sepuluh menit setelah di konsumsi. Tapi rasa heran itu segera di tepis oleh Bianca dengan pikiran mungkin dirinya terlalu banyak menaburkan obat itu hingga reaksinya jadi lebih cepat dari semestinya.
" Apa kau perlu istirahat? Aku telah memesan kamar jika kau mau istirahat disana managerku bisa mengantarkan mu kesana." Kata Bianca.
" Bolehkah?. Kepala ku sangat sakit dan badanku terasa panas. Aku ingin cepat mandi." Kata Krystal yang terlihat tak nyaman.
__ADS_1
" Mala, antarkan Krystal ke kamar Kurasa dia sedang tidak enak badan." Bianca memerintahkan Mala untuk memapah Krystal untuk di bawa ke kamar yang sudah di pesanya.
...********...