
*
*
Kendrik keluar dari kamar mandi dan tak melihat ada Krystal di di atas ranjang. Bukanya mengganti pakaiannya Terlebih dahulu oria tamapan itu justru berjalan ke arah Balkon, benar saja istri cantiknya itu tengah berdiri di sana memandang pekatnya malam.
" Honey, What are you doing standing here?" Tanya kendrick memeluk tubuh Krystal dari belakang.
Krystal mengelus dengan lembut tangan Kendrick yang melingkar di perutnya.
" Tidak ada, Aku hanya sedikit berfikir saja kenapa sampai sekarang aku belum juha hamil." Jawab Krystal.
" Ohh ayolah baby, kita baru menikah tiga bulan jadi jangan terlalu memikirkan okey?" Kendrick mengecup pundak Krystal yang terbuka.
" Bagaimana kalau aku tidak juga hamil, Apa kau akan mencari wanita lain?" Tanya Krystal. Entah mengapa hatinya menjadi resah dan sangat sensitif akhir-akhir ini. Mood nya juga menjadi cepat berubah.
" Oh God! Honey, itu sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benakku. Kenapa kau jadi sangat sensitif hmm." Kendrik membalikkan tubuh Krystal dan mengecup bibir Istrinya dengan bertubi-tubi.
" Aku hanya takut kau akan meninggalkan ku karena aku tak juga hamil." Sahit Krystal.
" Hilangkan Semua pikiran tak masuk akal mu itu baby, lebih baik kita membuat cucu untuk Daddy." Kata Kendrik mengangkat tubuh Krystal dengan ringan.
Krystal melingkarkan kakinya di tubuh kendrik yang hanya menggenakan handuk yang melilit pinggangnya itu.
Kendrick mrncium rakus bibir Krystal selama berjalan dari Balkom keranjang. Kendrick merebahkan tubuh istrinya di ranjang dan mencium leher dan dada Krystal.
__ADS_1
Krystal mendesah dan meremas rambut suaminya.
Mendengar suara ******* dari Istrinya membuat Kendrick semakin bergairah dengan gerakan tergesa-gesa Kendrick melepaskan handuk yang melilit pinggangnya.
" Ahhhh..." Lengkuh Krystal dan Kendrick saat melakukan penyatuan.
" I love you." Kendrick menggerakkan pinggulnya Dengan cepat.
Krystal merasakan sakit di perut bawahnya. " Sayang, pelankan sedikit Perutku sakit." Kata Krystal di tengah kegiatan panas itu.
" Sorry Honey, ini terlalu nikmat. I love you." Kendrick tak mengindahkan permintaan Krystal dan masih bergerak cepat hingga dua puluh menit berlalu sesuatu dalam dirinya akan keluar.
"oh god! Baby." Teriak Kendrick.
" I love you,. I love you so much." Ucap Kendrick mengecupi pundak Krystal.
Krystal yang kelelahan dan merasakan sakit di perut hanya menjawab dengan anggukan kepala. Kendrick mengecup bibir Krystal dan mengelus perit istrinya.
Mendapatkan elusan lembut di perutnya Membuat Krystal jauh lebih nyaman dan sakitnya berangsur menghilang.
" Semoga mereka cepat hadir di disini." Ucap Kendrick.
" Hmmm I hope so." Kawab Krystal memejamkan matanya merasa nyaman dengan sentuhan Kendrick di perutnya.
" Good Night, Honey." Kendrik berbisik dan memeluk erat tubuh Krystal.
__ADS_1
*
Pagi harinya Kendrick terbangun lebih dulu. Pria itu mengecup bibir Istrinya kemudian beranjak dari ranjang menuji kamar mandi. Sampai Kendrick selesai di kamar mandipun Krystal masih belum terbangun. Kendrick terseyum dan memakai baju kerjanya tanpa berniat membangunkan istrinya. Mungkin Krystal terlalu lelah pikirnya.
Hingga sampai dirinya akan berangkat barulah Kendrick membangun kan Krystal untuk berpamitan.
" Honey," bisik Kendrick menghujani Ciuman di wajah Krystal berharap wanitanya itu akan terbangun.
" Kau sudah mau berangkat?" Tanya Krystal dengan suara serak.
" Hmm tidurlah kembali aku hanya ingin berpamitan tadi." Ucap Kendrick dengan lembut.
" Hmmm perutku sedikit sakit dan aku akan tidur sedikit lebih lama lagi.
" Apa perlu kita ke dokter Honey? Kurasa semalam gerakan ku terlalu kasar." Kata Kendrick kuatir.
" Tidak aku akan istirahat sebentar saja. Berangkat bekerja Honey, aku baik-baik saja." Kata Krystal.
" Aku tidak ke kantor hari ini. Aku akan menemani mu!" Pitus kendrick.
" Pergilah aku tak apa. Sungguh. kau tak boleh terlalu sering cuti walaupun itu perusahaan mu." Jelas Krystal.
" Baiklah hubungi aku jika kau merasa tak nyaman." Kata Kendick Akhirnya Krystal mengaguk. Kendrick mencium Bibir dan dahi Istrinya dan berangkat ke kantor walaupun dalam hati Sangat mencemaskan istrinya.
...*****...
__ADS_1