
*
*
*
Sore harinya Krystal Kembali ke Mansion yang baru ditempatinya dua Minggu ini bersama Kendrick. Awalnya Krystal ingin tinggal di apartemen saja tapi Suaminya itu memaksa membeli sebuah mansion mewah untuk mereka tinggali. Alasannya? Karena Kendrick ingin anaknya bermain dengan leluasa di tempat yang luas. Pria itu memang banyak alasan padahal anak yang dibilang suaminya itu berbentuk embrio pun belum. Begitu sampai di mansion mobil Kendrick sudah berada di sana yang berarti suaminya itu sudah pulang. Krystal segera memasuki Mansion dan melihat Kendrick yang duduk di ruang tamu. Mungkin suaminya itu sedang menunggunya.
" Honey, kau sudah pulang? Aku baru dari Mansion Daddy Bryan," Ucap Krystal.
" Hmmm hari ini aku pulang cepat karena pusing dan mual." Sahut Kendrick merentangkan kedua tangannya agar istrinya masuk kedalam dekapannya.
" Kau sakit? Apa kau masuk angin, Sayang?" Krystal duduk diatas bangkuan suaminya dan mengalungkan tangannya di keher Kendrick.
" Kurasa tidak, tapi setelah memelukmu pusing dan rasa mual ku jadi hilang." Kendrick meletakkan kepalanya di pundak Krystal dan tangannya memeluk erat pinggang istrinya itu.
" Honey, Kau tidak sedang modus kan?"
" I'm serious, the smell of your body makes my nausea and dizziness disappear instantly." Ucap Kendrick dengan suara lirih.
Ya satu harian ini Kendrick begitu tersiksa dengan keadaan tubuhnya yang tak seperti biasanya. Kendrick merasa pusing dan mual tanpa tahu penyebabnya apa.
" Akan kubuatkan teh hangat untuk mu." Krystal ingin beranjak dari pangkuan Kendrick tapi suaminya itu tak mengijinkan nya pergi dan justru memeluknya sangat erat.
" Biarkan pelayan yang membuatnya. Aku ingin menghirup wangi tubuhmu yang membuat ku nyaman ini, baby." Kata Kendrick dengan suara lemah.
Sungguh pria yang biasanya bertindak semaunya dan sangat tengil itu kini seperti anak kecil yang merasa tak berdaya dan butuh perlindungan.
__ADS_1
Krystal mengelus rambut tebal suaminya dengan lembut. Dan alhasil Krystal memanggil salah satu pelayan untuk membuat teh hangat untuk Kendrick.
Krystal yang awalnya ingin membicarakan masalah kebohongan kehamilan itu diurungkan setelah melihat suaminya yang seperti ini.
" Apa perlu kupangilkan dokter, Honey?" Tawar Krystal.
Kendrick menggeleng. "Cukup dengan kau selalu berada di dekat ku. Kurasa aku tak mengalami gejala sakit itu, baby." Sahut Kendrick...
" Baiklah, minumlah teh nya agar perutmu lebih hangat," Ucap Krystal bangkit dari pangkuan suaminya kemudian mengambil teh yang baru saja dibuatkan pelayan itu di atas meja.
Kendrick menurut dan meminum sedikit demi sedikit teh hangat itu
*
*
Keesokan paginya Kendrick bangun tidur dengan keadaan yang sudah segar. Bagaimana tidak segar kalau sepanjang malam pria itu selalu memeluk istrinya.
" Sayang?" Krystal berdiri di depan Kendrick yang saat ini tengah mengancingkan kemejanya.
Cup..
Kendrick mengecup bibir Krystal. " Ya, Baby,?" Sahut Kendrick.
" Tentang kebohongan kita pada mommy dan daddy, Sebaiknya kita memberi tahu kebenarannya sebelum mereka curiga, Perutku tak akan membuncit dan cepat atau lambat mereka pasti akan tahu kebenarannya, lebih baik memberitahu mereka lebih awal dari pada mereka akan jauh semakin kecewa pada kita ketika mengetahuinya sendiri." Kata Krystal mengutarakan keresahannya.
Kendrick sedikit berpikir apa yang terbaik untuk masalah ini dan jujur adalah jalan terbaik sebelum kebohongan ini semakin jauh. " Baiklah nanti sepulang dari kantor kita akan menemui orang tua kita untuk membicarakan hal ini, Hmmm." Ucap Kendrick mengusap pipi Istrinya dengan lembut.
__ADS_1
" Hmm. I love you." Ucap Krystal.
Kendrick terseyum dan mencium bibir Istrinya dan ********** dengan lembut.
" Aku berangkat dulu Honey." Ucap Kendrick Setelah melepaskan ciumannya.
" Tunggu kend!" Teriak Krystal saat suaminya membawa botol kecil di tangannya.
Kendrick yang sudah berada di ambang pintu pun menoleh mendengar teriakan istrinya.
" Itu. Apa yang kau bawa itu?" Tanya Krystal menunjuk botol spray hitam yang ada ditangan suaminya.
" Oh, ini adalah parfum yang biasa kau pakai." Kendrick menunjukkan botol kecil itu pada Krystal.
" Untuk apa kau membawa itu ke perusahaan?
" Untuk obat mual dan pusing ku, Honey." Sahut Kendrick.
" What?!
" Hanya dengan mencium bau tubuhmu aku tak merasakan gejala itu karena kau tidak bisa ikut bersamaku terus jadi aku berinisiatif untuk membawa parfum mu." Sahut Kendrick menggaruk tengkuknya.
" Kau semakin aneh, sayang."
" Mungkin itu karena aku begitu tergantung padamu," sahut Kendrick.
" Ada-ada saja. Ya sudah pergilah bekerja. Hati-hati Honey." Kata Krystal.
__ADS_1
" Hmmm I love you my beautiful wife." Teriak Kendrick yang sudah berlalu dari kamar itu.
Krystal menggeleng sembari tersenyum. " Me too,." Gumanya.