
*
*
" Apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai wanita itu.?" Tanya Kendrick pada anak buahnya melalui telepon.
Yah Kendrick sudah memerintahkan anak buahnya untuk menyelediki Bianca dan apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu. Dengan kemampuan yang dimiliki anak buahnya mencari informasi seperti iti sangatlah mudah bagi mereka dan terbukti baru beberapa jam sejak Kendrick memerintahkan tugas itu dan kini anak buahnya sudah menghubungi dirinya untuk memberi tahu informasi tentang Bianca.
" Ya Tuan. Saya mendapatkan informasi yang sangat mencurigakan, Tuan."
" Katakan!" Uacqp Kendrick.
" Saya telah mencari tahu semua orang yang berhubungan dengannya dan semua tampak normal, tapi ada satu teman lama Bianca Jane yang bernama Rizka. Rizka memiliki bisnis yaitu menjual obat-obatan terlarang termasuk juga obat perangsang. Dan Bianca Jane telah memesan obat perangsang dengan dosis tinggi." Jelas bawahan Kendrick.
" Cari tahu untuk apa Wanita itu membeli obat perangsang!" Perintah Kendick.
" Saya hanya mendapatkan sedikit informasi dengan menggertak Penjual obat itu. Wanita itu hanya tahu jika Bianca membutuhkan obat itu dua hari lagi dan memintanya mengirimkan obat itu besok."
" Terus awasi gerak geriknya dan jangan sampai wanita itu mencelakai Krystal. Kau mengerti?!"
" Baik, Tuan Muda." Ucapannya tegas.
Kendrick meletakkan ponselnya di atas meja dan menghampiri Krystal yang nampak terusik dari tidurnya.
" Kend, Siapa yang telepon malam-malam seperti ini?" Tanya Krystal sembari mengucek matanya.
Kendrick menahan tangan Krystal agar tidak terus mengucek matanya. " Anak buahku, mereka sudah mendapatkan informasi mengenai artis Biawak itu."
" Secepat itu?" Tanya Krystal.
" Hmm Sudah kubilang bukan jika mereka adalah orang-orang pilihan jadi tak diragukan lagi kemampuannya."
" Lalu informasi apa yang mereka dapatkan?" Tanya Krystal bersandar di dada Kendrick yang terbuka.
" Wanita itu membeli obat perangsang dengan dosis tinggi." Jawab Kendrick. Pria itu menghirup dalam-dalam oroma rambut Krystal.
__ADS_1
" What?! Awas saja jika dia mau menjebakmu aku akan membunuhnya." Ucap Krystal dengan nada kesal.
" Honey, kau sangat menakutkan."Sahut Kendrick.
" Siapun yang berani menyentuh Miliku tidak akan aku biarkan hidup dengan tenang.!" Kata Krystal.
" Honey. Tenanglah aku hanya bernafsu dengan mu saja." Kata Kendick menyesap leher Krystal.
" Ck. Jangan mencuci-curi kesempatan Kend! Kita sedang membicarakan tentang Bianca" Tegur Krystal dengan mata terpejam karena serangan di lehernya.
" Honey lupakan masalah itu sejenak, Kurasa aku menginginkan mu saat ini," Bisik Kendrick yang semakin gencar menyerang leher Krystal dengan bibirnya dan tangan Kendrick tengah meremas dada Krystal.
" Kend...." Desah Krystal dibuat tak berdaya dengan serangan Kendrick. Krystal ingin menghentikan ini tapi tubuh dan pikiran tidaklah Sinkron. Mulutnya ingin berteriak Stop tapi hatinya mengalahkan logikanya dan sebagai wanita dewasa tak munafik jika dirinya menginginkan sentuhan seperti ini.
" Ahhh kend!" Kendrick terus melancarkan aksinya dengan mencium bibir Krystal dan lidahnya menari-nari di dalam rongga mulut Krystal. Ciuman Kendrick semakin kebawah dan bernain di dada Krystal.
Krystal terus mendesah saat Kendrick menjilat titik merah muda itu dan sesekali melintirnya pelan.
Puas bermain di bagian atas kini Kendrick memposisikan wajahnya di depan milik Krystal. Kendrick menatap takjub yang ada di depannya dan tanpa rasa jijik Kendrick membenamkan wajahnya disana.
Kendrick tidak memperdulikan teriakan ataupun jambakan Krystal. Pria itu semakin menggila menggerakkan lidahnya hingga Krystal berteriak sembari melengkungkan tubuhnya.
Kendrick tersenyum melihat wajah merah bergairah Wanitanya saat mencapai pelepasan. Lalu Kendrick melepaskan boxer miliknya dan terpampang lah benda panjang milik Kendrick yang sudah mengeras.
Kendrick mengusap miliknya yang sudah menjulang bak menara dengan mata yang masih fokus menatap wajah cantik Krystal.
Krystal nampak takjub melihat itu dan Kendrick menahan tawa melihat ekspresi Krystal yang menurutnya sangat lucu.
" Ini akan sedikit sakit, Honey." Bisik Kendrick mengarahkan miliknya pada milik Krystal.
" Honey, lakukan dengan perlahan milikmu terlalu besar." Lirih Krystal.
" Hmm Aku akan pelan-pelan." Mencium kening Krystal dan mulai memasuki dengan pelan cukup lama Kendrick melakukan itu hingga pria itu sedikit menghentak miliknya dan benda itu masuk sepenuhnya.
" Ahhhhhh." Pekik Krystal merasakan sakit teramat dibawah sana.
__ADS_1
" I love you, Honey." kata Kendrick dan mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan.
Krystal yang awalnya nampak kesakitan kini sudah mulai merasakan enaknya bercinta.
" Apakah masih sakit, Honey.?" Tanya Kendrick yang masih menggerakkan pinggulnya.
Krystal menggeleng dengan mata terpejam dan sesekali mendesah.
" Bolehkah aku bergerak cepat?"
" Lakukan." Jawab Krystal.
Kendrick ******* bibir Krystal dan mempercepat gerakannya bahkan Kendrick beberapa kali mengganti gaya bercintanya. keduanya sama-sama mendesah merasakan nikmat tiada tara.
" Ahhh Honey, your so sexy!" Kata Kendrick mengangkat kaki Krystal ke dadanya dan bergerak semakin cepat hingga membuat Krystal terus mendesah menyebutkan namanya berkali-kali.
" Ahhh Honey."
Keduanya sama-sama mendesah saat mencapai puncak bersama.
Tubuh Kendrick jatuh diatas Tubuh Krystal yang terengah-engah.
" I love you. Itu tadi sangat luar biasa Honey." Bisik Kendrick mengecup kedua dada Krystal dan berguling kesamping.
" I love you too. Kurasa aku akan ketagihan melakukan ini, Sayang." Kata Krystal dengan frontal yang membuat Kendrick tertawa.
" Aku dengan senang hati melayani mu saat kau menginginkan bercinta, Honey." Kendrick memeluk Krystal dan mengecup dahinya.
" Kita akan menjadi maniak **** setelah satu kali merasakan bagaimana enaknya bercinta kurasa," Kata Krystal dengan tertawa lirih.
Kendrick tertawa dan mengecup bibir Krystal. " I love you, Honey. Aku sudah sangat tergila-gila padamu.
Dan benar saja apa yang dikatakan Krystal mereka benar-benar menjadi maniak ****, terbukti tiga puluh menit kemudian keduanya kembali melakukan penyatuan tubuh yang lebih panas lagi. Malam itu menjadi malam yang menggelora suara ******* dan erangan keduanya memenuhi Apartemen itu untung saja Apartemen itu kedap suara jika tidak entah apa yang terjadi. Keduanya sama-sama larut dalam malam panas menggelora penuh cinta.
...******...
__ADS_1