
Erwan yang sedang di sibuk kan dengan beberapa berkas,, setelah mendengar asisten nya bahwa ada ayah nya Nisa berkunjung dengan cepat menemui nya dan berkas yang belum selesai di serahkan pada Reno supaya cepat beres,, Demi sang calon mertua (Keinginannya) membuat Erwan sering berkomunikasi dengan nya supaya lebih akrab.. Dan berharap diri nya akan di terima menjadi menantunya suatu saat nanti..
"Ini sudah bagus pak,, saya setuju,, keuntungan nya juga lumayan,," Catur Erwan saat melihat berkas tersebut..
"Syukur lah,, kalau sudah setuju mulai besok proyek ini akan di lakukan.." Cetus Rahman..
"Itu lebih bagus,, lebih cepat lebih bagus.." Ucap Erwan sambil menandatanngani berkas tersebut..
"Nah,, saya sudah tanda tangan.." Ucap Erwan sambil memberikan kembali berkas tersebut..
Di sisi lain,,
Dhea langsung mampir ke kafe dimana ia sering datang,, setelah tadi ke rumah Ilham namun Ilham malah tak ada di rumah,, bahkan satpam pun tak mengetahui kemna dia pergi...
Karna Dhea sedang kesal,, kemudian Dhea pun ngechat Rendy...
Rumah Rendy..
"Krunung ..." Bunyu nada pesan.. Dengan cepat Rendy pun melihat pesan tersebut..
__ADS_1
"Ren,,, Aku lagi di kafe,, kamu temenin aku ya,, Aku lagi kesel..." Itulah pesan yang di sampai kan Dhea..
"Oke,,, Aku kesana..." Dan itu jawaban Rendy
Rendy yang sedang di rumah pun langsung bergegas ke tempat dengan menggunakan motor gede dan keren nya itu...
Beberapa Saat...
"Kok lama banget sih..." Tanya Dhea mengerutu karna menunggu cukup lama..
"Hay..." Sapa seseorang setelah Dhea berkata demikian yang tak lain adalah Rendy..
"Sorry,, agak lama,, ada kendala di jalan tadi .." Ucap Rendy
"Kamu kenapa..?" Tanya Rendy saat terlihat jelas dari raut muka nya sedang dalam ke adaan kesal..
"Aku kesal,, " Jawab singkat Dhea..
"Kenapa..?" Tanya Rendy..
__ADS_1
"Siapa yang gak kedal coba,, tadi pas aku datang ke rumah Ilham,, dia malah gak ada di rumah,, akh tanya satpam nya ajah dia gak tahu,, akn kesel..." Jelas dehh sambil meminum minuman nya dengan wajah kesal..
Rendy hanya tersenyum melihat nya ...
"Kamu yang sabar ya Dhea,, Lebih baik kita bicara hal lain supaya kamu gak kesel terus.." Ucap Rendy menciba menghibur Dhea..
Dhea hanya terdiam sambil berfikir tentang apa yang di bicarakan Rendy...
Sementara Ilham masih sama di tempat yang sama dan dengan orang yang sama yang masih menemani Ciko bermain..
Nisa turun dari kamar nya akan menuju ke dapur,, karna diri nya haus setelah beberapa saat mencoba berhenti menangis dan mencari cara menghibur diri dengan membersihkan kamar nya dan membuka buku kuliah nya barang kali ada tugas yang Nisa lupa,, tapi ternyata memang tak ada tugas apapun,, dan pada akhir nya Nisa malah melanjutkan dengan membereskan kamar nya yang jarang sempat ia beresin...
"Dik,, Kamu kenapa..? Kok mata kamu sembab..?" Tanya Lisa saat diri nya tak senfaja melihat adik nya turun dan jelas dari muka nya wajah Nisa Sembab seperti habis menangis..
Ilham pun ganya memperhatikan Nisa saat Lisa berkata demikian..
"Gak papa kok kak,, tadi aku habis beresin kamar dan banyak debu jadi aku kayak nagis karna mata aku perih,, semua nya oke kok kak,, tenang saja.." Jelas Nisa mencoba mencari alasan supaya kakak nya tidak khawatir pada nya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Next ya..
A.N