
Ilham yang baru pulang dari rumah Lisa merasa kaget di saat Dhea tiba tiba menghampiri nua dan menarik tangan nya dengan kata manja nya... Dan itu membuat Ilham merasa tak nyaman dengan kata kata manja Dhea yang penuh ke bohongan dan kemunafikan nya dulu,, sehingga rasa benci nya makin tumbuh pada Dhea,, Meski saat jauh Ilham tak membenci nya namun saat dekat Ilham sangat membenci nya sehingga rasa nya Ilham ingin pergi jauh dan tak pernah bertemu lagi dengan Dhea..
"Lepas..." Ucap Ilham dengan nada sedikit tinggi,, Namun dhea tak menghiraukan nya dan tak mau melepaskan tangan nya..
"Aku bilang Lepas..." Ucap Ilham sekali lagi dengan nada tinggi nya dan mencoba melepaskan diri dari genggaman Dhea hingga tangan ilham pun terlepas..
"Tolong,, sekarang kamu pergi,, karna aku cair mau istirahat.." Pinta Ilham dengan nada kesal nya itu...
"Kok aku di usir dih ham.. aku kan sudah dari tadi di sini.. sampai kaki ku pegal nunggu kamu pulang.." Catus dhea mencoba membujuk Ilham supaya tak mengusir nya...
"Aku gak peduli.." Ucap Ilham..
"Pak tolong suruh dia pulang saya cape dan tak ingin di ganggu.." Catus Ilham sambil pergieninggalkan dhea..
"Ham,, tunggu,," Ucap Dhea yang ingin menghentikan ilham namun dhea malah di tahan oleh si satpam..
"Lepas,, apaan sih..." Ucap Dhea protes..
"Maaf mbak,, tapi tuan meminta saya supaya mbak cepat pergi dari sini.. kalau tida saya paksa.." Catus Satpam dengan tegas..
__ADS_1
"Iyah,, Iyah,,, saya pergi.." Catus Dhea dengan wajah kesal nya..
Kemudian Dhea pun pergi dan gerbang pun di tutup kembali..
"Apes banget sih aku hari ini,, sudah cape cape aku nggu tapi gak di hargai... kenapa sih kamu ham.. ?" Cetus Dhea mengerutu sendiri di depan gerbang..
"Kamu kenapa Dhe..?" Tanya seseorang yang menghampiri nya dengan mengenakan motor gede dan di tutupi helm..
Tentu saja dhea termengogoh karna tak tahu siapa dia.. Namun setelah kaca helm mya di buka Dhea pun mengenali ternyata itu adalah Rendy..
"Kenapa kamu disini..?" Tanya Dhea.. merasa heran..
"Gak kok,, kebetulan lewat saja dan aku gak sengaja kelihat kamu jadi aku sapa deh.." Jawab Rendy,, Padahal sedari tadi Rendy memperhatikan Dhea dan seperti nya rendy sudah jatuh cinta pada Dhea...
"Oke,, lagian lama juga nunggu taksi.." Ucap Dhea sebari langsung naik ke motor tersebut..
Saat di perjalanan...
"Kenapa kamu kok kaya kesel banget..?" Tanya Rendy seakan akan gak tahu apapun..
__ADS_1
"Iyah,, aku di tolak mentah mentah lagi dama mantan aku.. Bahkan dia ngusir aku lagi dari rumah nya.." Catus Dhea dengan nada kesal nya..
"Ya ampun,, parah banget sih mantan lo,, menurut gue,, gak usah kamu kejar lagi deh.." Catus Rendy mencoba memancing dhea supaya gak ngejar lagi mantan nya itu..
"Memang nya kenapa..?" Tanya dhea penasaran dengan perkataan nya itu..
Sontak saja rendy terdiam sebentar karna bingung harus berkata apa..
"Gak papa sih,, cuman aku kasihan ajah sama kamu,, " Catus Rendy dengan nada gugup..
"Iyah sih,, memang kata kata lo benar,, mungkin Ilham sudah gak bisa nerima gue lagi.." Catus Dhea...
Rendy pun tersenyum mendengar apa yang di katakan Dhea..
Dengan sengaja Rendy pun menggas motor nya itu dan membuat Dhea terpental pada punggung nya dan memeluk nya erat karna takut jatuh..
"Ih lo , apaan sih iseng banget.." Catus dhea sebari melepas pelukan nya..
Rendy pun hanya tersenyum bahagia karna nya..
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
A.N