
Sesampai nya di bandara..
Erwan pun langsung masuk ke kapal setelah tiket terbeli,,,
Kemudian erwan memilih kursi yang dekat dengan jendela kaca,, sekalian melihat pemandangan dari arah kaca...
"Aku gak sabar Ingin tahu kabar nya,, rasa nya rindu sekali beberapa hari tak bertemu dengan nya.." Ucap Erwan
"Aku harap,, semua kiriman ku di terima oleh nya,," ucap erwan sambil tersenyum senyum..
Di Sisi lain...
Nisa sedang di rumah karna hari ini hari minggu jadi semua libur tak ada ke giatan...
"Kak,, aku bosen nih di rumah..." Ucap Nisa saat kakak nya hendak menghampiri nya yang lagi duduk di kursi..
"Terus,, mau apa..?" Tanya sang kakak sambil duduk mendekati adik nya itu..
"Apa ke kak,, yang bikin gak bosen gitu.." Ucap Nisa..
"Hmmzzz,, kalau gitu gimana kalau kita jalan jalan..?" Ucap Lisa memberi solusi..
"Tapi jalan kaki gimana..?" Tanya Kembali Nisa..
"Hmmzzz,, Boleh juga.." Jawab Lisa setuju..
"Oke,, sepakat.. Aku siap siap dulu ya kak.." Ucap Nisa sambil langsung pergi..
Saat hendak berlari ke kamar nya Nisa bertemu sang Ibunda ,, namun karna Nisa sedang Rusuh jadi sang ibunda gak sempat bertanya..
__ADS_1
"Kenapa adik kamu tuh,, suruh gitu..?" Tanya sang Umi sambil menghampiri anak sulung nya itu..
"Itu Mi,, Si adek bosen kata nya jadi aku ajak dia jalan jalan tapi jalan kaki sambil seport gitu mi.." Jelas Lisa...
"Ayo kak...!" Ajak Nisa..
"Cepet banget.." Ucap Lisa..
"cuma ngambil tas doang.." Ucap Nisa..
"Ya sudah kalian hati hati .." Pinta sang ibunda..
"Iyah Mi,,"
"Assalamualaikum.." Ucap kedua nya sambil mencium tangan sang ibunda nya itu..
Di sisi lain
Ilham masih berada di kafe itu dan begitu juga dengan Dhea dan Rendy di sana...
"Jadi kamu ituh kenapa sih..?" Tanya Rendy pada dhea..
"Aku rasa ,,Aku sudah putus asa tuk terus mengejar Ilham Ren.." Ucap Dhea yang beberapa hari dia tak bertemu Rendy..
"Kenapa..?" Tanya Rendi penasaran..
"Ku pikir memang benar,, cinta itu gak bisa di paksain,," Ucap Dhea dengan nada sedih..
"Kamu yang sabar ya,, dan kamu harus yakin bahwa di luar sana masih ada yang akan mencintai mu dengan tulus,,, Seperti aku.." Ucap Rendy..
__ADS_1
Sontak saja Dhea kaget dengan perkataan yang terakhir nya itu..
"Maksud kamu Ren..?" Tanya Dhea tak paham..
"Aku Jujur Dhea,, aku sudah suka sama kami dari lama jauh jauh hari saat kita pertama bertemu aku sudah menyukai mu,, dan aku fikir mungkin ini hanya sebatas suka saja,, tapi hari demi hari lebih dari rasa suku, jadi intinya aku mencintai mu.." Jelas Dhea..
Dhea tak bisa berkata apapun atas pengakuan Rendi yang ia anggap sahabat curhat nya itu,, meski dhea pun mengakui ada perasaan lebih pada nya..
"Jujur sih aku juga mulai merasa nyaman sama kamu,, tapi aku tak tahu tentang perasaan ini sama kamu.. Aku minta maaf ya.." Ucap Dhea yang belum memberi kepastian..
"Aku gak papa kok Ya,, Kita jalani saja seperti biasa ,, tapi kamu harus tahu ,, aku akan selaluemunggu kamu menerima cinta ku,, walaupun pada akhir nya kamu menolak nya aku gak akan memaksa tuk kau mencintai aku,, " Ucap Rendy..
Sontak saja perkataan nya membuat hati Dhea sedikit tersentuh..
"Kita jalanin ajah dulu ya,," Ucap Dhea..
"Oke,, kalau gitu kita pergi yuk..!" Ajak Rendy..
"Pergi ke mana Ren..?" Tanya Dhea..
"Ke suatu tempat supaya kamu gak sedih lagi.." Ucap Rendy..
Dhea hanya mengangguk setuju,,
Mereka pun pergi setelah membayar kasir di depan pintu...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
A.N
__ADS_1