
LDR, hubungan jarak jauh ini harus kami jalani. Aku tugas di Jakarta, dan suamiku di bandung. Gajih kami yang sama-sama besar, karena pekerjaan kami yang lumayan tinggi di sebuah Perusahaan, membuat aku dan suami sangat menyayangkan untuk berhenti.
Kini pernikahan kami menginjak tahun keempat, dan kami di karuniai seorang putri yang sangat cantik.
Suamiku Haikal, seorang pegawai bank di Bandung, setiap sore di jum'ad dia menempuh perjalanan panjang untuk menyusul kami, dan saat sore minggu dia akan kembali ke bandung.
Tidak ada yang aneh dalam biduk rumah tangga kami, semua berjalan seperti biasa. Kami sama-sama bekerja keras, karena ingin memberi kehidupan yang indah, dan persiapan pendidikan terbaik untuk anak-anak kami nanti.
"Ranti, setelah tabungan kita bangun rumah di Bandung cukup, kita pindah ke Bandung ya," ucap suamiku.
"Nggak apa-apa aku berhenti mas?" tanyaku.
"Sudah cukup usaha kamu bantu aku jika istana kita nanti sudah berdiri tegak."
Malam itu berlalu sangat indah, dengan mendengarkan semua perencanaan untuk keluarga kecil kami kedepannya.
Sore sabtu.
Haikal bergegas membereskan barang-barangnya, sudah 3 bulan ini Haikal selalu pulang saat sore sabtu. Bahkan minggu lalu Haikal tidak datang ke Jakarta.
"Kenapa mas? Ada meeting dadakan lagi?" tanya Ranti.
"Enggak, sahabat aku ulang tahun, nggak enak aku kalau nggak hadir."
Kecewa, rasanya tumpukan rindu itu belum terobati, kini jarak harus memisahkan kami kembali. Berusaha tegar dan mengingat, ini semua demi masa depan keluarga.
Tabah Ranti .... (Berusaha menyemangati diri sendiri.)
__ADS_1
"Ya udah, hati-hati ya mas ...." Ranti membantu Haikal bersiap untuk kembali ke bandung.
☘☘
Malam terasa sepi, biasanya saat-saat seperti ini suara tawa Alesha bercanda dengan Ayahnya menjadi warna tersendiri dalam rumah yang Ranti sewa. Namun malam ini terasa sangat sepi. Ranti terus menepuk sisi paha putrinya yang mulai terlelap ke alam mimpi.
Drittt! Dritttt!
Getaran handphone itu menyita perhatian Ranti. Dia segera meraih handphone dengan sebelah tangannya, sedang tangan yang satunya sibuk menepuk Alesha.
•Ranti, senin sampai kamis Bos memberi semua karyawan bagian keuangan libur, aku dan teman-teman mau liburan. Kamu mau ikut liburan Nggak?
Ranti membalas cepat pesan temannya.
°Aku tidak ikut libur, aku mau menyusul suamiku ke Bandung.
•Selamat berkumpul dengan keluarga, Ranti.
Ranti sangat bahagia, dia segera mempersiapkan keperluannya untuk ke bandung. Sesaat perhatia Ranti tertuju pada Alesha. Rasanya dia tidak tega membawa Alesha untuk melakukan perjalanan panjang, terlebih Alesha baru sembuh.
Ranti segera menghubungi ibunya, dan meminta izin untuk menitipkan Alesha sampai hari selasa. Ibunya setuju Ranti segera mempersiapkan keperluan Alesha selama di rumah Neneknya nanti.
__ADS_1
Alesha siap, keperluannya juga siap, Ranti mengambil handphonenya untuk membeli tiket kereta api menuju Bandung.
Saat matahari mulai menyinari bumi bagian itu, Ranti segera mengantar Alesha ke rumah ibunya, sedang dia langsung ke stasiun memulai perjalanannya menuju bandung.
\*\*\*
Selama perjalanannya, Ranti terus berkirim pesan dengan sahabatnya yang tinggal di bandung, sahabatnya bekerja sebagai Driver ojek online. Ranti memperkirakan kedatangannya, dia meminta sahabatnya untuk membelikan kue ulang tahun, dan permintaan Ranti yang satunya membuat sahabatnya mengirimkan emot tertawa.
Sesampai di Bandung, Ranti ke rumah sahabatnya, untuk menitipkan barang-barangnya di sana.
"Kamu perlu apa lagi Ran? Biar nanti malam tinggal luncurkan rencanamu." tanya sahabatnya.
"Kado sama kue, sudah ada. Makasih Ya Han, aku pinjem dulu motornya buat kejutan di sana nanti.
"Kamu rehat dulu di sini, suami aku juga pulangnya malam, anak aku masih di penitipan. Jadi ... kita bisa santai dulu di sini."
"Aku bukan nggak mau rehat, tapi aku mau tau jalur menuju kediaman suami aku Han ...."
"Ya sudah, habis makan siang, aku akan anterin kamu menuju depan komplek perumahaan suami kamu tinggal, kalau masuk sulit."
"Makasih banyak Hana cantikkk!" Ranti memeluk erat sahabatnya.
__ADS_1