Ku Ikhlaskan Dirimu

Ku Ikhlaskan Dirimu
Bab 23


__ADS_3

Di sepanjang jalan menuju rumah sahabatku, air mata ku terus mengalir. Tak pernah terbayang sebelumnya, alur biduk rumah tangga ku akan seperti ini.


Kenapa takdir Tuhan begitu pahit, dosa apa yang aku perbuat selama ini. Hingga Engkau hadirkan cobaan yang begitu besar dalam kehidupanku.


Mengingat kenangan selama ini, begitu menyesakkan dada. Apa benar-benar harus ku ikhlaskan ini semuanya. Aku tak tega bila senyum putri kecilku harus hilang, ketika tau permasalahan kedua orang tua nya.


Sungguh semua nya terjadi begitu cepat, awalnya aku memimpikan hal-hal indah d Bandung bersama suamiku. Tapi kenyataan begitu keras menyadarkan aku dari mimpi itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang, otak ku benar-benar tak bisa berfikir dengan jernih. Aku bagaikan orang yang hilang ingatan, tak tahu harus melakukan apa.


Kini aku hanya bisa berputar-putar tanpa arah yang  jelas. Bagaimana aku menjelaskan dengan kedua orang tua ku.


Ya Tuhan, sesakit itulah rasa nya.


Pantas saja teman ku, menangis berhari-hari ketika suaminya ketahuan selingkuh.


Sesaat aku menepi untuk menenangkan fikiran, tak mungkin aku pulang ke rumah sahabat ku dengan kondisi ku seperti ini.


Benar-benar menyedihkan kondisi ku saat ini.


Pelan-pelan ku atur nafas ku, dada ini begitu sesak ketika ingat kejutan beberapa jam lalu.


Dirasa kondisi ku mulai stabil, aku bergegas ke rumah sahabat ku, Hana.


Aku ingin mengembalikan motor, dan pulang ke Jakarta.


Aku ingin segera bertemu dengan putri ku.


Karena cuma dengan melihat senyumnya, seakan semua masalah yang ku hadapi akan sirna seketika..

__ADS_1


🥀🥀


Beberapa saat kemudian...


"assalamu'alaikum.. Ku ketuk pintu rumah sahabat ku, Hana.


" waalaikumsalam.. Terdengar dari dalam suara sahabat ku menjawab. Pintu terbuka oleh Hana, dan mata nya membelalak lebar melihat kondisi ku saat ini.


"Ranti... Apa yang terjadi??? Dia sambil menggandeng tanganku, menarikku agar bisa duduk di sofa.


Aku menunduk dengan wajah sendu ku. Lalu ku peluk erat Hana, dan ku ceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat satu pun. Air mata ku terus mengalir tanpa henti.


" Han... Aku harus bagaimana??? Aku begitu mencintai nya. Hiksss..hikss..


Dada ku begitu sakit, sesak rasa nya sulit aku untuk bernafas.


Dirasa aku sudah mulai tenang, aku meminta tolong Hana agar mengantarkan aku k stasiun.


Rasa nya sudah tak sanggup aku berada di kota yang sama dengan mas Haikal..


Aku bergegas mengambil tas, yang tadi sempat ku titipkan di rumah Hana.


Beberapa saat tiba d stasiun.


Aku langsung menunggu kereta yang akan mengantarkan ku ke Jakarta. Sebelumnya aku sudah membeli tiket secara online.


Di tempat yang berbeda....

__ADS_1


Sepasang pengkhianat itu dengan tidak tau diri nya, malah melanjutkan hal yang begitu menjijikkan.


Sungguh pasangan yang benar-benar hina. Bukan intropeksi diri malah sebaliknya.


Sesaat setelah berakhir kegiatan entah apa itu.


Mas Haikal terdiam, dalam fikiran terbayang wajah Ranti dengan derai air mata nya.


Tatapan mata dengan sejuta luka yang terpancar dengan jelas. Menunjukkan betapa kecewa nya terhadapku.


Dilain sisi, aku puas dengan wanita yang beberapa saat lalu menemani ku selama setahun terakhir.


Aku puas dengan cara nya memanjakan diriku. Selama ini hanya dia yang bisa mengerti keinginan ku.


Terkadang rasa bersalah itu berputar di fikiranku. Bahkan aku tak sanggup jika Ranti mengetahui perbuatan kotor ku..


Aku belum siap jika Ranti tau dan meninggal kan ku. Sungguh aku takut.


Dan kini semua nya sudah terjadi, apapun keputusan Ranti harus ku hadapi.


Mungkin besok aku akan menemuinya, Dan memohon agar dimaafkan..


Disudut kota...


Tampak seorang wanita dengan langkah gontai nya, keluar dari stasiun.


Ranti menyusuri trotoar dengan tatapan kosong nya.Tanpa rasa takut sedikit pun...

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan sekarang????


__ADS_2