Ku Pinjam Rahim Istrimu

Ku Pinjam Rahim Istrimu
Menyesal Tak Pernah Di Awal


__ADS_3

"Bagaimana keadaan mama kak?" tanya Angga pada Vera,istri Rama.Anggara baru saja sampai di Singapura dan langsung menuju salah satu rumah sakit dimana mamanya dirawat.


Sejenak kakak iparnya itu menghela nafas"Hahhh...masih belum sadar Ngga,sudah berbulan-bulan mama seperti ini.Kata dokter,jantungnya juga bermasalah,tapi untuk yang lainnya...masih stabil dan baik-baik saja"jelas wanita yang berdarah Tionghoa tersebut.


Tak lama kemudian,Rama yang baru saja dari kantornya datang dan meminta Vera pulang kerumah untuk beristirahat karena sudah semalaman dia menjaga sang mama mertua.


Selang beberapa menit setelah Vera pergi,dua kakak beradik itu segera bergegas keluar ruangan ICU,dimana mamanya dirawat,dan memang ruangan itu tidak boleh dimasuki banyak orang apalagi sembarangan orang karena sudah di sterilkan.


Mereka memilih duduk diruang tunggu yang terdekat dari ruang ICU untuk mengobrol.Saling bertanya kabar,berbicara tentang bisnis dan hal-hal lainnya.


"Gimana,kamu sudah berhasil membujuk Rita untuk berobat disini?"tanya Rama.


Angga menggelengkan kepala"Dia tetap kekeuh pada pendiriannya,pasrah dan hanya berdoa agar dia hidup sampai bayi yang diinginkannya lahir"


"Aneh banget keinginan istrimu itu,apa ada wanita yang mau dipinjam rahimnya walaupun dibayar mahal...kenapa kalian nggak adopsi anak aja"ucap Rama.


"Di sisa umurnya,Rita nggak mau menambah dosa dengan berbohong,anak itu harus murni keturunanku,benih dan darahku....emm....ngomong-ngomong...kenapa nggak kakak aja yang adopsi anak?"Angga balik bertanya.


"Sama,Vera juga nggak mau membohongi mama dan orangtuanya sendiri"jawab Rama.Lalu dua saudara kandung itu saling tertawa kecil.


"Untuk wanitanya...aku sudah menemukan,tapi sebelum ada niatan untuk mengatakan keinginan Rita,aku sudah jatuh cinta duluan sama dia"sambung Angga.


"Whaatttt..!!!...Wah...wah...gila kamu Ngga...kok bisa sih??Apa karena Rita sakit terus kamu cari cadangan juga gitu?"ucap Rama kaget.


"Nggak gitu juga lah kak...aku sendiri nggak tahu,perasaan itu mengalir begitu saja karena aku sering banget bertemu dengan dia" jujur Angga.


Rama yang memang tak banyak bicara pun tak mau ikut campur terlalu jauh dengan urusan dan kehidupan pribadi adiknya.Dia hanya bisa memberi sedikit nasehat agar adiknya itu berpikir jernih sebelum bertindak,jangan sampai menyakiti perasaan seseorang.

__ADS_1


Setelah obrolan dirasa cukup,Angga berdiri sembari menepuk bahu kakaknya dan berkata"Sudah lewat jam makan siang,ayo kita cari makan...entah nanti kita bisa menelannya atau nggak,kita harus tetap mengisi energi kita...para pria harus kuat,ada para wanita yang harus kita jaga"


"Haha...emm...iya...bener juga"ucap Rama lalu berdiri dan berjalan mengikuti adiknya.


Anggara berencana untuk tinggal selama dua hari saja.Karena dia tak tega jika harus meninggalkan istrinya yang sedang sakit,walaupun dirumah sudah ada suster,pembantu dan juga dokter yang setiap dua hari sekali memantau kesehatannya.


********************


"Akhir-akhir ini,kayaknya kamu bahagia banget...apalagi setelah bertemu,ngobrol bahkan makan bersama para pria yang nggak cuma satu...tapi banyak dan berbeda-beda"ucap Yudhistira.Dia dan istrinya sedang bersiap untuk berangkat ke cafe.


Risa yang terkejut pun menghentikan aktivitasnya di depan cermin lalu menoleh ke arah suaminya.


"Apa sih maksudmu mas??...Kamu mau bilang kalau aku ini wanita murahan dan gampangan??..Kamu membuntuti dan mengawasi aku,atau kamu mengirim mata-mata yang hanya memprovokasimu??"jawab Risa.


Yudhistira tersenyum miring"Kurasa aku nggak perlu menjawabnya,walaupun aku hanya bisa melihat pria-pria itu dari belakang,dari posturnya saja aku sudah tahu bahwa mereka orang yang berbeda...tapi aku jelas melihat wajahmu didepan para pria itu berbicara dan tersenyum...bahkan tertawa lepas"


"Aku cemburu Ris,mengapa dengan mereka kamu seperti mudah membuka hati,tapi tidak dengan aku??.Senyum dan tawamu saat bersamaku cuma pencitraan saja,selebihnya...kita seperti orang asing"ucap Yudhistira mulai emosi.


"Kamu sering mendiamkanku,bahkan memperlakukan aku seperti aku ini budakmu...aku lelah mas...!!!..Dan perlu kamu tahu,para pria yang kamu maksud itu adalah teman-temanku,entah itu dari yayasan,teman kuliah dan teman di cafe yang nggak sengaja bertemu ditempat yang sama"debat Risa.


"Haha...kamu menyalahkan aku??Bukankah sikapku yang seperti ini juga karena kamu yang lebih dulu menyakiti hatiku??Menghancurkan perasaan dan impianku??Kalau kamu benar-benar membuka hati untukku...buktikan..!!Berikan aku keturunan..!!"sinis Yudhistira.


"Sudahlah mas,aku capek seperti ini terus...Kalau kita emang sudah nggak cocok kenapa nggak pisah aja"putus Risa,berharap agar perdebatan itu berhenti,juga bermaksud menghindari perdebatan tentang anak.Apalagi mendengar perkataan Yudhistira yang mengungkit masa lalu.


"Pisah dan membiarkanmu bebas diluaran sana menikmati kesenanganmu sendiri??Nggak semudah itu Ris...Apa kamu kira melepaskan seseorang yang kita cintai semudah itu??Melupakan perasaan cinta juga semudah itu??"


"No..!! Aku nggak bisa melepaskan kamu begitu saja.Rasa cintaku masih lebih besar daripada kebencianku padamu Ris..!!Aku mencintaimu seperti orang bodoh sampai aku merasa seperti orang gila"

__ADS_1


"Kalaupun benar kamu memang nggak ada hubungan dengan mereka,hargai aku sedikit saja Ris...pertimbangkan perasaanku" ucap Yudhistira.


"Itu salahmu sendiri mas,cemburu buta nggak beralasan...sudah stop,aku mau berangkat" ucap Risa yang langsung berlalu dan memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri menuju cafe.


Frustasi dan emosi di diri Yudhistira berbaur menjadi satu hingga dia melampiaskan kekesalannya dengan memukul dinding juga mengacak kasar rambutnya.


Sedangkan Risa memilih untuk menepi dan berhenti sejenak sampai emosinya mereda dan mood nya kembali membaik.Mengingat dia adalah penyanyi,jadi jangan sampai masalah rumah tangganya terbawa ke tempat kerja.


"Menyesal...mengapa dulu aku mau menerima lamaranmu....menyesal....mengapa dulu aku harus jujur tentang perasaanku...seandainya waktu bisa diputar kembali,aku tak mau memiliki hutang budi...dua kata yang mudah diucapkan tapi berat bagiku untuk menunaikan balasannya"


Batin Risa bergejolak,membuat air matanya menetes dan berlinangan membasahi kedua pipinya.Sorot matanya memandang lurus kedepan,penuh penyesalan.Apa mau dikata,nasi sudah menjadi bubur...semua sudah terlanjur terjadi dan dijalani sampai sejauh ini.Ya....menyesal memang tak pernah di awal,ratap Risa dalam diam.


-


-


-


-


-


Happy reading semuanyaaa...🤗


Jangan bosan-bosan buat terus ikuti ceritanya ya...


Oh iya,di beberapa bab memang aku selipkan karakter lain biar ceritanya nggak monoton

__ADS_1


Jangan lupa juga buat selalu dukung aku dengan memberikan like,favorite,rate dan juga komentar yang membangun


Terimakasihhhhh buuuaaanyyaaakkkk🙏🙏😘😘😘


__ADS_2