
Hampir dua bulan Anggara dan Risa menjalani pacaran backstreet mereka.Walaupun hubungan Risa dan Yudhistira sudah mencair,tapi perasaan Risa yang sempat sedikit tumbuh pada Yudhistira sudah terlanjur menguap,tergantikan oleh sejuta kebahagiaan yang diberikan oleh Anggara.
Sebenarnya,bukan materi yang diinginkan oleh Risa,tapi Angga tetap memenuhi kebutuhan Risa.Kasih sayang yang selama ini tak pernah Risa rasakan,kini sudah dia dapatkan dari pria itu.
Mereka berdua tak pernah menyia-nyiakan kesempatan jika ada waktu untuk saling bertemu.Perlakuan Angga yang lembut dan hangat benar-benar membuat Risa terlena.
Bak remaja,mereka berdua bisa dikatakan sedang mengalami puber kedua,dimana keduanya sedang dimabuk asmara layaknya pada cinta pertama.
Sejauh ini,hubungan mereka masih bisa dikatakan dalam batas wajar.Seperti bergandengan tangan, makan atau jalan berdua,cipika-cipiki,tak jarang juga ciuman di kening yang membuat jantung Risa berdesir tak menentu,dan pintarnya lagi,hubungan mereka tak terendus sama sekali oleh Yudhistira karena kini Risa sudah bisa membaca situasi.
Anggara tak mengingkari bahwa ada rasa bersalah dalam hatinya jika dia melihat istrinya dirumah.Tapi,dia juga mengakui,sebagai lelaki normal yang sudah lama "puasa",Angga pun merindukan sentuhan serta kasih sayang dari seorang wanita.
Kalau di ingat-ingat,pengorbanan dan cinta Yudhistira tetap lebih besar dibanding Angga,sayangnya...Risa tak menggunakan perasaan serta mata hati untuk merasakan dan melihat perjuangan sang suami.Yang dia tahu,semua yang dilakukan Yudhistira adalah hutang budi yang harus dia bayar dengan kerja keras dan uang.
*
*
*
"Waahhh...anak ini nekat juga,sampai berhasil lagi"celetuk Beno yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja Angga.
Asisten rasa saudara itu tak sengaja melihat Angga memindahkan file dari ponsel ke laptop,yang ternyata adalah potret kebersamaan Angga dan Risa.
"Waduuuhhhh....aku tercyduk...!!!" ucap Angga sembari tepuk jidat dengan ekspresi panik yang dibuat-buat.
"Awas lo kalau sampai bocor,soalnya ini misi rahasia"bisik Angga pada Beno dengan mimik muka serius serta tatapan tajam.
__ADS_1
"Misi rahasia yang bikin kembung karena misinya berjudul sambil menyelam minum air, eee....atau sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,hingga membuat tanganmu patah karena lelah mendayung"sambung Beno yang membuat mereka berdua tertawa.
"Gimana,aku bener kan...selain udah sekonyong koder sama target,misi utama juga bakalan tercapai" tukas Beno.
Mereka sedang berada dirumah Angga untuk membahas rencana pengembangan bisnis baru mereka dibidang kuliner khusus makanan Korea yang saat ini digandrungi oleh banyak orang terutama kaum hawa,apalagi yang masih remaja.
"Sebenarnya,saat pertama kali melihat Risa...aku tidak ada niatan sama sekali untuk menjadikan dia pengabul keinginan Rita.Hatiku murni tertarik padanya,menjadi rasa iba saat tahu alur kehidupannya yang akhirnya kebablasan dan berpikir untuk menjadikan dia ibu dari anakku nanti" jelas Angga yang berubah melow.
"Dan aku minta...tolong rahasiakan ini dari siapapun termasuk Rita,karena nanti aku sendiri yang akan menjelaskannya,jika waktunya sudah tepat" tambah Angga.
"Iya...iya...aku janji...Yaelahhh...jadi melow gini bikin baper aja,hayuk ah,kerja..kerja...Ingat...kerja yang keras,soalnya sebentar lagi tambah istri,haaahhh....apalah daya diriku yang jomblo iniiii....Jiwaku meronta-ronta,hiks...hiks..."goda Beno dengan wajah konyolnya,membuat mereka kembali tertawa bersama.
Saat malam tiba....
"Mas,bisakah kamu bawa wanita itu kesini??Aku ingin mengenalnya sekaligus mengucapkan terimakasih karena sudah mau melahirkan anak kita"ucap Rita pada Angga.
"Ha..!..Wanita??...wanita yang mana?"ucap Angga yang tulalit alias nggak nyambung karena dalam mode mengantuk,bahkan sempat memejamkan mata.
"CK...yang kamu bilang di rumah sakit waktu ituuu..."cicit Rita sambil menepuk dada bidang Angga yang tertutup piyama.
"Ooohhh...iya,kapan-kapan kalau dia sudah nggak sibuk pasti aku bawa kerumah,tapi....emm....kalau sudah bertemu dia nanti,kamu jangan bahas soal itu dulu,Yaa...maksudku kenalan aja dulu" pinta Angga ragu-ragu.
"Kenapa mas...apa kamu belum menjelaskan ke dia dan bikin kesepakatan gitu?"tanya Rita.
" Yaa...aku belum lama ketemu dia,masa langsung bikin kesepakatan,nggak berani lah...ntar yang ada dia lari"jelas Angga sedikit berbohong tentang kurun waktu pertemuannya dengan Risa.
"Hmmm....gitu ya,iya juga sih...terus,apa rencanamu mas?" ucap Rita.
__ADS_1
"Ya kita ajak kenalan aja dulu,kita buat dia nyaman dengan kita,baru aku akan buat kesepakatan,gimana?" ucap Angga.
"Boleh juga...tapiii...ku harap,Lama-lama kamu nggak jatuh cinta sama dia mas,karena ada pepatah yang mengatakan,cinta datang karena terbiasa,witing tresno jalaran soko kulino...Dan itu adalah hal yang paling aku takutkan"ucap Rita sendu,yang tentu saja,ucapan Rita itu membuat Angga kelimpungan hingga sulit menelan salivanya sendiri.
"Maafkan aku mas...maafkan aku yang nggak bisa memberimu kebahagiaan lahir batin" lanjut Rita.Netranya mulai berembun.
"Ssstttt....sudahlah,jangan dipikirkan,yang penting kita sudah berusaha menggapai apa yang kita impikan...Sudah malam,ayo tidur...kamu harus semangat demi anak kita" ucap Angga menenangkan istrinya.
"Maafkan aku Rita...aku tak bisa mengabulkan keinginanmu untuk tidak mencintai Risa...aku sudah terlanjur mencintainya"batin Angga.
Kemudian Angga mendekap istrinya lebih erat,mencium keningnya dan mengusap punggungnya hingga mereka sama-sama terbawa mimpi.
-
-
-
-
-
Insting wanita tak pernah salah Mas🤭🤭
Happy reading yaaa semuanyyaaaaa,jangan lupa dukungannya🤗🤗
Eh,satu lagi,tolong kasih tahu kalau ada typo yaaa🙈
__ADS_1
Terimakasihhhhh🙏🙏😘😘