
Beberapa hari lagi adalah hari ulang tahun Risa yang ke 23 dan juga bertepatan dengan hari anniversary pernikahannya yang ke lima.
Jika di tahun-tahun sebelumnya Yudhistira merayakannya dengan menggelar pesta di cafe,tapi untuk tahun ini Risa menolaknya.
Dia ingin merayakannya bersama dengan anak-anak yatim piatu dan anak jalanan yang tinggal di asrama sekolah tempatnya mengajar,mengundang para guru serta para donatur yang akan dilaksanakan pada hari minggu,mundur satu hari dari tanggal tepatnya agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Tanpa banyak berpikir,Yudhistira menyetujuinya karena kegiatan ini memang lebih positif daripada berpesta di cafe yang lebih sering berakhir dengan acara minum-minum dan membuat beberapa dari pengunjung mabuk bahkan sampai mengamuk.
Tidak ada acara hias menghias atau perencanaan pesta meriah.Bagi Risa yang penting bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang kurang beruntung,membagikan bingkisan,sedikit rezeki,doa bersama dan makan bersama tanpa membedakan kasta atau status sosial,karena Risa mengingat...sebelum ini,dulu nasibnya pun kurang lebih sama seperti anak-anak itu.
Risa sempat merutuki kebodohannya,mengapa tidak dari dulu saja melakukan hal seperti ini.Apa mungkin dulu dia terlalu patuh dengan suaminya karena yang ada di pikirannya waktu itu hanyalah bagaimana membayar hutang budi dan materi yang telah Yudhistira berikan untuk keluarganya?.Ahh...lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Untuk yang di cafe,Risa dan Yudhistira sepakat untuk tidak akan mengadakan pesta.Tapi akan mengundang para karyawan agar datang kerumah,berbaur dengan tetangga,teman serta keluarga dari pasutri ini untuk mengikuti acara selamatan dan makan malam bersama.Jadi,untuk seharian nanti...cafe akan ditutup.
********************
Pukul sembilan pagi,semua persiapan sudah rampung.Anak-anak serta para undangan sudah hadir dan berkumpul di aula.Bingkisan serta makanan juga sudah tertata rapi diatas meja-meja panjang disana.
Setelah acara sambutan dari ketua yayasan juga Yudhistira selaku pemilik acara selesai,anak-anak dan tamu undangan yaitu para guru dan donatur dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia.
Risa yang memang sudah akrab dengan semua orang yang ada disitu pun bebas mengobrol tanpa rasa canggung,lain hal nya dengan Yudhistira yang masih merasa asing.
Walaupun tadi Risa sudah mengenalkannya di awal acara,tapi rasa canggung dan sungkan masih bergelayut dalam dirinya,sehingga Yudhistira tidak sebebas Risa.Dia hanya bisa mengobrol dengan beberapa orang saja untuk sekedar berbasa-basi,dan duduk terpisah dari istrinya.
Pandangan Yudhistira terhenti dan terpaku saat melihat sepasang insan yang sedang duduk dan bercengkrama di salah satu kumpulan para guru dan donatur.
Sebenarnya,di meja itu mereka tidak berdua saja.Anggara dan Risa juga beberapa orang disana sedang asyik menikmati makanan mereka sambil sesekali tertawa.Tapi dalam pandangan Yudhistira,Anggara dan Risa seperti lebih dekat,lebih akrab daripada dengan teman-teman Risa yang lain.
Dari kejauhan,Yudhistira terus menatap mereka berdua,terlebih kepada Anggara hingga dia mengingat bahwa Anggara adalah teman kuliahnya yang juga member VVIP di cafenya yang tempo hari memeluk pinggang istrinya walaupun tidak disengaja karena tindakan spontanitas.
__ADS_1
Risa yang menangkap tatapan tajam suaminya pun langsung berdiri,berjalan kearah Yudhistira dan mengajak suaminya itu untuk bergabung di meja yang sama,hingga akhirnya Anggara dan Yudhistira bertemu pandang untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama.Karena selama menjadi konsumen di cafenya pun,Yudhistira tak begitu memperhatikan siapa saja pelanggannya.
"Hai Yud..apa kabar...pasti kamu masih ingat aku kan,walaupun lama nggak ketemu?"sapa Angga lebih dulu.
"Hmmm...ya,kamu pasti Angga kan?Anggara Dwitama...mahasiswa paling serius dan kutu buku"jawab Yudhistira tertawa kecil.
Lalu tersambunglah obrolan demi obrolan yang lambat laun menghilangkan ketegangan diantara mereka,bahkan dua pria itu sudah saling bertukar nomor ponsel,hingga tibalah di akhir acara yaitu penutupan dan pembagian bingkisan.
Acara berjalan dengan lancar dan anak-anak pun sudah kembali ke kamar mereka.Para tamu undangan juga sudah kembali ke kediaman masing-masing kecuali beberapa orang yang mendapatkan giliran piket menjaga asrama.
"Ngga,mulai sekarang...kalau kamu mau datang ke cafe,kamu bisa telpon aku.Biar kita bisa saling ngobrol seperti ini,dan satu lagi...nanti malam jangan lupa untuk datang kerumahku,nanti aku shareloc alamat rumahku via whatsapp..oke..!"ucap Yudhistira.
"Ashiaaappp...pasti itu Yud" jawab Angga mengacungkan jempolnya.Mereka sedang berada di parkiran untuk mengendarai mobil masing-masing dan segera pulang.
***************
"Ris,kamu dengar kan tadi?Orangtua kita,teman-teman,semuanya mengucapkan doa yang sama untuk kita,agar kita segera diberikan momongan?"
"Terutama Ayahku Ris,dia sangat menginginkan cucu...aku yakin pasti ayah dan ibu juga menginginkannya...apa salahnya kalau kita berusaha memenuhi keinginan mereka" ucap Yudhistira.Dia sedang duduk di tepi ranjang,sedangkan Risa sedang melakukan ritual rutin skincare malamnya.
"Mas,sudahlah...jangan bahas hal itu lagi.Aku baru saja ingin menikmati karirku.Aku masih muda mas,nanti kalau sudah waktunya aku siap,jangankan satu anak...lima anak juga aku bisa" jawab Risa sekenanya sambil merapikan kembali meja riasnya.
"Ya Tuhan...Risaaaa,kenapa selalu itu jawabanmu.Lihatlah aku Ris,umurku sudah semakin tua,sudah kepala tiga.Sebegitu bencikah kamu padaku??Hingga kamu tak mau melahirkan keturunanku??Kalau kamu tak mau repot,aku bisa membayar baby sitter untuk merawatnya..!!"ucap Yudhistira yang terdengar mulai emosi hingga dia berdiri dari duduknya dan memukulkan tangannya ke dinding.
"Mas,aku nggak benci sama kamu...kalau soal perasaan,aku sudah mulai bisa menerimamu...Aku sudah punya program sendiri untuk itu,bersabarlah sebentar lagi saja,please..."ucap Risa sedikit melunak dan memeluk suaminya itu dari belakang,menyandarkan kepalanya di punggung Yudhistira.
"Aku ingin,saat kita memiliki anak nanti,bukan orang lain yang menjaganya,tapi aku sendiri...Jadi,aku butuh persiapan mental mas" tambahnya,untuk meredam amarah suaminya.
Risa tak mau kalau suaminya itu marah,yang nantinya juga akan berimbas pada dirinya,pada pekerjaannya.Bisa jadi karena marah itu,Yudhistira akan menghukumnya dengan menambahkan banyak pekerjaan lagi.
__ADS_1
"Haahhh....sampai kapan??Aku nggak mau janji,aku mau bukti..!!"ucap Yudhistira kesal,melepaskan kedua tangan Risa dari perutnya lalu berjalan menuju ranjang,menghempaskan tubuhnya dengan keras hingga membal.
Risa menyusul suaminya dan masih dengan jurus rayuan anti emosi.Dia ikut membaringkan tubuhnya,membalik paksa tubuh Yudhistira yang membelakanginya.
Risa memiringkan tubuhnya hingga netra mereka bertemu pandang dalam diam.Membelai pipi suaminya,mengelusnya dengan lembut yang disertai dengan senyuman manis.
Jurus dadakan Risa sepertinya benar-benar berhasil meredakan amarah Yudhistira.Dia membiarkan suaminya semakin dekat dan dekat,hingga bibir mereka bertemu,pelan-pelan saling menikmati manisnya hingga semakin dalam.
Mereka saling bertukar saliva,menautkan lidah yang disertai dengan tangan nakal Yudhistira yang mulai meraba setiap titik sensitif istrinya,menyesap gundukan kecil berwarna kecoklatan yang menghiasi benda kenyal Risa,hingga gelora dua insan itu menyatu dengan sempurna,menciptakan suara erotis dan tetesan peluh di malam yang dingin.
Selama lima tahun berumah tangga.Ini adalah pertama kalinya....Risa yang memulai,membuat Yudhistira terpancing gairah dan melayani suaminya walaupun masih tetap berlindung pada obat pencegah kehamilan.
-
-
-
-
-
Happy reading teman-teman...🤗
Disini lagi hujan deres,jadi sedang mencoba bikin yang agak² hareudang.
Tapi maap yaaa kalau mungkin tak sesuai ekspektasi,mungkin kurang romantis bikin yang hareudang²,soalnya aku orangnya emang nggak romantis apalagi soal rayu merayu😅karena suamiku orangnya juga cuek banget(curcol)🤭🤭
Tapi tetep yaaa,berikan dukungan kalian dengan like, favorit,vote dan komen yang membangun.Terimakasiiiiihhhhhh.....🙏🙏😘😘😘
__ADS_1