Ku Pinjam Rahim Istrimu

Ku Pinjam Rahim Istrimu
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Hari berganti minggu,minggu berganti bulan.Dua pria yang pernah satu kampus dan sempat terpisah pun kembali akrab seiring berjalannya waktu.Sering bertemu di cafe ataupun nongkrong diluar,sengaja janjian atau tak sengaja bertemu.


Bedanya,Yudhistira selalu berdua bersama Risa.Sedangkan Anggara lebih sering sendirian karena dia tidak mungkin membawa Rita,kadang pernah sesekali mengajak Beno.


Ketegangan dan kecanggungan di antara Yudhistira dan Anggara kini terkikis sudah,berganti dengan kembalinya tali persahabatan mereka,seperti sedia kala.


Frekuensi pertemuan Angga dan Risa pada saat sama-sama sendirian sebenarnya malah lebih besar karena mereka berpartisipasi di yayasan yang sama.Dua bangunan pusat perbelanjaan di kota yang mereka tinggali dan sering didatangi Risa untuk berbelanja juga milik Angga.


Dan sejauh ini,tanpa disadari antara Angga dan Risa sudah saling mengetahui lebih banyak tentang kisah dan seluk beluk kehidupan masing-masing.Baik kehidupan di masa lalu hingga sekarang.


Entah karena merasa nyaman,sudah terbiasa atau memang Risa yang lepas kendali,hingga perasaan Risa pada Yudhistira serta keadaan rumah tangganya selama ini juga diketahui oleh Angga.Dan tak ayal,Angga semakin gencar untuk mendapatkan cinta Risa tapi belum berani mengakuinya.


Angga merasa bahwa tebakannya tentang kehidupan Risa selama ini benar adanya.Jadi dia bertekad untuk sebisa mungkin membahagiakan Risa sekaligus mewujudkan keinginan istrinya melalui Risa.


Terkadang Angga merasa dilema.Karena menurutnya,dibalik perasaannya juga ada kejahatan terselubung demi kepentingan pribadi.Di sisi lain,separuh hatinya memang benar-benar sudah terisi oleh Risa.


******************


Siang yang panas.Matahari terasa menyengat tepat di ubun-ubun.Setelah menemani Nanda hingga tertidur,kedua orangtua Risa berbincang di teras belakang rumah yang sejuk karena rimbunnya beberapa pohon yang tumbuh disana.


"Bu...ini sudah tahun kelima,bahkan beberapa bulan lagi sudah menginjak tahun keenam,aku khawatir...kenapa Risa belum juga hamil.Takutnya,salah satu dari anak-anak kita itu mandul...Ingin tanya langsung,takutnya tersinggung"ucap ayah Risa mengawali pembicaraan.


"Sudahlah yah...nggak usah tanya-tanya soal anak sama Risa,jawabannya pasti tetap sama,belum dikasih momongan,sedang berusaha atau apalah itu"


"Lagian,setiap ibu melihat Risa...ibu merasa ada yang nggak enak gitu,tapi ada apa dan kenapa nya ibu nggak tahu pasti.Ibu juga nggak berani tanya-tanya karena itu urusan rumah tangga mereka.Kita sebagai orangtua tidak berhak untuk terlalu ikut campur"ucap ibu yang diangguki oleh ayah,lalu mereka masuk ke dalam rumah untuk makan siang.


Sementara di tempat lain....


Risa memarkirkan mobilnya lalu turun dan bergegas memasuki sebuah restoran seafood untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan,setelah sebelumnya mengantarkan makan siang untuk suaminya di cafe.


Yudhistira seperti tak berhenti mengerjainya.Sebenarnya,kalau soal makanan,bukankah suaminya itu bisa makan apa saja??.Apalagi dia pemilik cafe,banyak menu makanan yang bisa dinikmatinya.


Tapi itulah Yudhistira.Dia membuat Risa sibuk dengan harus memasak sendiri dan mengantarkannya ke cafe miliknya.Sudah tentu Risa kelelahan dibuatnya,karena jalan antara yayasan,rumah dan cafe berlawanan arah.


Pernah beberapa kali Risa mencoba membohongi Yudhistira.Dia membeli makanan diluar dengan membawa kotak makan sendiri.Alhasil,Risa kena marah karena suaminya itu tahu bahwa makanan itu bukan hasil karya Risa.Benar-benar menjengkelkan.

__ADS_1


"Risa...makan disini juga?"sapa Angga.Untuk kesekian kalinya mereka tak sengaja bertemu.


"Eh,mas Angga...iya,soalnya udah laper banget.Mana habis ini harus balik lagi ke yayasan,yaa...akhirnya aku cari tempat makan yang terdekat aja"jawab Risa jujur.


Setelah mereka memilih bahan dan diletakkan di nampan,lalu menuliskan menu apa yang ingin mereka makan,nomer meja dan nama pemesan.Kemudian menaruhnya di meja antrian untuk diolah menjadi makanan lezat.


Restoran seafood yang Angga dan Risa datangi ini memang dibuat seperti market food.Pembeli akan memilih bahan sendiri yang tentunya masih segar,menimbang,menulis menu,nomer meja dan nama,baru dimasak.


Disitulah Angga dan Risa tak sengaja saling bersenggolan lengan.Hingga akhirnya Angga mengganti nomer mejanya menjadi nomer meja yang sama dengan Risa.Pucuk dicinta ulam tiba,begitulah yang dipikirkan Angga yang dengan tiba-tiba,muncul dalam benaknya untuk memberanikan diri,mengutarakan perasaannya terhadap Risa.


"Aku boleh gabung disini ya daripada sendirian"ucap Angga cepat saat menangkap wajah terkejut Risa ketika tiba-tiba Angga ikut duduk di tempat yang sama.


"Eh,iya boleh...emmm...mbak Rita apa kabar" tanya Risa berbasa-basi sambil menunggu makanan datang.


"Rita baik-baik saja....yaaa masih seperti itu lah.Ini tadi malah dia minta dibelikan lobster pedas manis"jawab Angga dengan wajah lesu.


"Loh...bukannya penderita kanker nggak boleh makan seafood ya?"sahut Risa.


"Aku sudah beritahu Rita soal ini,tapi dia bersikeras...katanya makan ataupun tidak,toh suatu saat dia akan mati juga.Bahkan dia juga mengancam,kalau aku nggak menuruti kemauannya...suatu saat nanti kalau dia tidak ada,aku akan menyesalinya....Haahhh... daripada ribet ya aku turuti saja"cerita Angga dengan pandangan yang menerawang entah kemana.


"Aku juga sudah membicarakan hal ini,bahkan pernah ku paksa,tapi tetap saja dia teguh pada pendiriannya.Rita tetap nggak mau dan pasrah dengan takdir,dia sudah putus asa karena kankernya sudah menggerogoti hampir di seluruh tubuhnya"


"Bahkan orangtuanya pun nggak boleh diberitahu.Setiap ngobrol lewat video call,dia pandai berkamuflase.Merubah tubuhnya yang kurus dan wajahnya yang pucat menjadi cantik sempurna,seolah tak terjadi apa-apa"ucap Angga sendu.


"Eee...maaf ya Ris,jadi curhat begini...ayo makan dulu,sudah datang ini.Lagian kamu kan harus balik lagi ke yayasan"sahut Angga yang di jawab dengan anggukan dan senyuman oleh Risa.Kemudian mereka makan bersama.


Setelah selesai makan dan pesanan Angga siap.Kedua insan muda ini pun menuju ke parkiran untuk mengambil mobil mereka masing-masing.Sayangnya,mobil Angga tidak terparkir di lorong yang sama.


Sebelum Risa membuka pintu mobilnya,Tiba-tiba Angga menggenggam tangan Risa yang membuat wanita itu kaget dan reflek menghempaskan genggaman tangan Angga.


"Risa,maaf...aku tak bermaksud melecehkanmu,tapi.....aku ingin mengakui sesuatu...Aku...aku....Hahhhh...sudah lama aku jatuh cinta padamu Ris...Aku mencintaimu..."ucap Angga mantap setelah tadi sempat menghela nafas untuk menghilangkan kegugupannya.


"Aku tahu ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk kamu mendengar pengakuanku,apalagi kita sudah sama-sama berumah tangga dan istriku sekarang dalam keadaan sakit parah.Mungkin juga terdengar aneh dan konyol bagimu....tapi perasaanku nggak main-main Ris...aku benar-benar mencintaimu"


"Aku tahu,perasaanmu pun sama denganku....tapi aku nggak minta untuk kamu jawab sekarang...aku akan sabar menunggu sampai kamu benar-benar siap untuk menjawabku"

__ADS_1


"Maafkan kelancanganku Ris....aku harap....kamu sudah memutuskan jawabanmu saat kita bertemu lagi,entah kapan dan dimana"ucap Angga kemudian berlalu dari hadapan Risa.


Risa yang sangat terkejut dan tak menyangka akan pengakuan Angga pun terdiam seribu bahasa.Bibir dan lidahnya seakan tak mampu berkata-kata,walaupun tak dapat dipungkiri juga,bahwa saat ini hatinya berbunga-bunga dengan ribuan kupu-kupu berterbangan diatasnya.Dia juga memiliki perasaan yang sama.


"Hey....sadar Risa....kalian sudah bukan remaja lagi...kalian tak sendiri lagi....pikirkan perasaan pasangan kalian..."


"Kalau kalian saling cinta....lanjutkan saja...tinggalkan dia yang tak kau cintai...."


Begitulah peri baik dan setan saling berbisik ditelinga Risa,hingga sampai di yayasan pun,fokus dan konsentrasinya terpecah.


Ingin menolak...tapi Yudhistira belum terjangkau oleh hatinya.Belajar mencintai pun...sampai saat ini juga tak ada perkembangan.Malah perasaannya serta hatinya,lebih mendorongnya kepada Anggara.


Jika diterima,bagaimana dengan keluarganya,hutang budinya terhadap Yudhistira,juga bagaimana dengan perasaan Rita....pasti dia merasa hancur,apalagi sekarang sedang dalam keadaan sakit.


Berdenyut.Semua pemikiran-pemikiran yang muncul dan bertarung di benak Risa membuat kepalanya berdenyut.


"Sebenarnya...aku juga mencintaimu mas Angga....tapi maaf...aku belum tahu...harus menjawab apa..." batin Risa sembari memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi di ruangannya.


-


-


-


-


-


Maaf ya,udah lamaaaaaaaaaaa....banget baru bisa up lagi


Karena ada sesuatu dan hal2 yang nggak bisa ditinggal


Jangan bosan2 untuk terus mengikuti kelanjutannya


Dan jangan lupa,tetap berikan dukungan buat aku yaaaa

__ADS_1


Terimakasihhhhhh😘😘😘😘😘


__ADS_2