Ku Pinjam Rahim Istrimu

Ku Pinjam Rahim Istrimu
Kejujuran Awal Dari Kepahitan


__ADS_3

〰️


"Maaf mas,untuk malam ini aku belum bisa memenuhi kewajibanku sebagai istri...jujur aku masih canggung"


〰️


"Kenapa aku merasa kamu seperti tak menginginkan tubuhku ketika kita sedang berhubungan Risa?"


"Kamu seolah pasrah dan tak ada rasa saat aku mencumbumu,bahkan pada saat ku nikmati kegadisanmu...hanya aku yang merasakan gairah"


〰️


"Apa ini?Jadi selama ini kamu minum pil KB??Aku sangat kecewa Risa...!!


"Maaf mas,aku belum siap memiliki anak,aku masih ingin fokus kuliah"


〰️


"Aku tak pernah melihat cinta di dirimu untukku Risa,yang ku rasakan selama ini,kamu hanya memenuhi kewajiban dan tugasmu sebagai istri...Jujur Risa,sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku?"


"Aku...eee...aku...be-belum eee..."


"Katakan yang sejujurnya Risa,walaupun itu pahit akan kuterima..!!"


"Eeeee....aku....aku.....eemmm...sejujurnya aku be-belum bisa mencintaimu sepenuhnya mas,t-tapi...aku akan terus belajar mencintaimu...hiks...hiks..."


"Arghhhh...!!!!Sudah kuduga,tapi kenapa kamu mau menikah denganku kalau kamu tak cinta.Aku baru sadar jika selama ini,ternyata aku salah mengartikan segala sikap dan perhatianmu Risa"


"Diam mu kuanggap jawaban setujumu saat aku mengatakan cintaku dan mengajakmu menikah,tapi kenyataannya...arrghhh!!!"


"Kenapa kamu lakukan ini padaku Risa,kamu menerimaku tapi aku cinta sendiri...!!!"


"Mas,maaf...maaf....maaf....Aku tak kuasa menolakmu setelah apa yang kamu lakukan dan kamu berikan padaku juga keluargaku.Jika tak ada kamu,kami semua tak akan pernah sampai di titik ini...hiks...hiks..."

__ADS_1


"Aku banyak berhutang budi padamu mas,aku tak tahu harus membalasnya dengan cara apa"


"Ohhh,jadi kamu menerimaku hanya karena merasa berhutang budi??? Perlu kamu tahu Risa,aku tak pernah menganggapnya begitu"


"Jika memang membayar hutang adalah keinginanmu...baiklah...bekerjalah untukku di cafe ku,juga bekerjalah menggunakan statusmu sebagai istriku.Kamu pasti tahu maksudku"


"Satu lagi,tak perlu belajar mencintaiku Risa,karena akulah yang akan menyamakan hatiku dengan hatimu.Membunuh perasaan cintaku"


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


"Aaaaarrrrggggghhhhh.....!!!!"


"Praaangggggg...!!!!" Yudhistira mendorong meja kaca di kamarnya hingga hancur berkeping-keping.


Percakapannya bersama Risa,juga pengakuan istrinya itu selalu terngiang-ngiang berulang kali,membuatnya frustasi.


Sementara,setelah pengakuan itu,Risa benar-benar melakukan semua yang dikatakan oleh Yudhistira.


Dia bekerja di cafe sebagai penyanyi.Jika sedang berada dirumah,Risa mengurus semua keperluan Yudhistira.Dari pakaian,makanan bahkan melayani kebutuhan ranjang suaminya walaupun terasa hambar.


Bagi Yudhistira,rumah tangganya benar-benar aneh.Tapi dia tetap berusaha menjalaninya,karena melupakan cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu tidaklah mudah.


Mereka bisa terlihat mesra dan harmonis saat berada diantara keluarga dan teman-temannya.Tapi,jika sudah kembali ke kediaman mereka,suasana dingin itu kembali lagi.Sungguh hebat akting mereka.


"Mas,minggu depan aku ada acara wisuda.Kamu bisa datang kan?"ucap Risa sembari merapikan pakaian suaminya.


Pagi ini,Risa berencana akan mengunjungi orangtuanya untuk mengajak mereka menghadiri acara wisuda.


"Kalau kamu membutuhkan kehadiranku,aku akan datang"jawab Yudhistira singkat tapi terdengar menohok.


Sebenarnya,hati Risa sedikit nyeri mendengar jawaban suaminya.Tapi ya sudahlah,toh dia sendiri yang memulai.


"Nanti siang aku makan diluar dan malamnya mungkin aku pulang terlambat"pamit Yudhistira

__ADS_1


"Iya mas"jawab Risa singkat,kemudian mencium punggung tangan suaminya.Tanpa senyum,lambaian tangan apalagi kecupan sayang.


"Maaf Jika aku masih nyaman seperti ini mas,aku juga tak tahu sampai kapan...selama empat tahun ini,aku memang belum bisa menempatkanmu dihatiku"batin Risa sembari memandangi kepergian suaminya dari jauh sampai mobil Yudhistira berbelok ke arah jalan raya.


Tak terasa seminggu telah berlalu,tibalah hari terakhir dimana Risa menempuh pendidikannya dan akan segera menyandang gelar sarjana pendidikan.


Dulu,Yudhistira mengarahkan Risa untuk mengambil jurusan bisnis atau ekonomi agar bisa belajar berbisnis seperti dia.


Tapi Risa bercita-cita bahwa dia ingin menggeluti dunia pendidikan agar bisa menolong anak-anak kurang mampu yang kesulitan memenuhi biaya sekolah dengan memberikan bimbingan gratis,terutama anak yatim piatu dan anak-anak jalanan.Cita-cita mulia yang membuat Yudhistira mengalah dan menyetujui keputusan istrinya.


"Mas,setelah ini aku boleh mencari pekerjaan diluar kan?Yaaa...nanti aku usahakan bisa membagi waktu dengan pekerjaanku di cafe juga dirumah" ijin Risa.


"Terserah,yang penting kamu tidak mengabaikan pekerjaan dan kewajibanmu disini,karena aku membuka cafe baru ditempat lain dan pekerjaan yang sebenarnya sudah menunggumu"


"Bisa jadi kerjamu bersamaku mungkin lebih banyak.Siapkan saja dirimu,pikirkan baik-baik,apakah kamu yakin mampu menjalaninya" jelas Yudhistira yang terkesan menekan Risa.


Setelah selesai bicara,Yudhistira langsung bergegas ke kamarnya tanpa menunggu jawaban Risa yang sepertinya terkejut dengan penjelasan suaminya.


-


-


-


-


-


Wah...wah...wah...bau-baunya,Yudhistira sedang merencanakan sesuatu nih...😱


Happy Reading semuanya...


Ikuti terus ceritanya&jangan lupa berikan dukunganmu yaaa,dengan like,favorit,vote juga komentar yang membangun.

__ADS_1


Terimakasih.... 😘😘😘


__ADS_2